Banyuwangi, — Langkah politik Sang Bapak dalam apa yang kerap disebut Teori Sir Gobang Gasir bukanlah sekadar strategi biasa, melainkan skema di atas skema. Sebuah rekayasa politik “di atas kertas” yang disusun rapi sejak ia menduduki Kursi Singgasana Kraton Amangku Wanito Rondo Sejagat.
Dalam konstruksi kekuasaan itu, dibangunlah pos-pos jaga bersama Pasukan Emprit, sementara Senopati Kemplang berperan aktif menjaga jalur koneksi kekuasaan, lengkap dengan praktik bagi-bagi upeti. Semua diarahkan untuk satu tujuan: memenuhi nafsu kekuasaan sang raja, dengan konsekuensi kesejahteraan dan kemakmuran rakyat dikorbankan.
Ketua Aliansi Pemuda Peduli Masyarakat (APPM), M. Rofiq Azmi, menegaskan bahwa apa yang terjadi bukan persoalan sepele.
“Bumi kita sedang diambil sarinya. Keringat dan darah rakyat dihisap. Ini bukan kejahatan biasa. Pencitraan melalui dunia maya adalah manuver strategis untuk mengaburkan mata publik demi mengamankan kekuasaan dan tujuan Sang Bapak,” tegasnya.
Menurut Rofiq, keberhasilan Sang Ratu membangun narasi “harmoni” hanyalah ilusi politik.
“Ia tampak berhasil menciptakan stabilitas, padahal sejatinya telah mengunci tiga raja Tapal Kuda melalui skema upeti rutin. Hasil bumi bukan untuk rakyat, melainkan untuk kepentingannya sendiri. Ini kejahatan terselubung di balik santernya penghargaan,” ujarnya.
Lebih jauh, Rofiq menyebut Sang Patih tak lebih dari pion catur dalam permainan besar ini. Sementara Senopati Emprit dan Pasukan Kemplang telah berperan sistematis mengebiri kemakmuran rakyat serta menunda kesejahteraan pangan.
“Mereka menghisap darah rakyat tanpa ampun,” kritiknya.
Meski demikian, Rofiq menegaskan bahwa harapan belum sepenuhnya padam.
“Berdasarkan data dan fakta yang kami himpun, dua langkah politik utama telah berhasil dipatahkan. Tinggal satu langkah terakhir. Jika itu berhasil, maka Skema Rotasi Aktif Sir Gobang Gasir dapat digagalkan demi rakyat Blambangan.”
Rilis ini disiapkan untuk membuka mata publik, mendorong kesadaran politik, sekaligus menjadi dokumentasi kronologis bagi masyarakat dan para pengamat yang menaruh perhatian serius pada nasib dan kesejahteraan rakyat di kawasan Tapal Kuda.
(Red)
















