Muncar – Gereja Kristus Tuhan Jemaat Galilea, Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, menjadi saksi perayaan Natal yang penuh sukacita dan kedamaian pada Rabu pagi, 25 Desember 2024. Dengan tema “Masih Adakah Tempat Bagi Yesus di Hatimu?”, ibadah ini dihadiri oleh sekitar 80 jemaat yang hadir untuk memperingati kelahiran Yesus Kristus.
Ibadah dimulai pukul 08.30 WIB dengan dipimpin oleh Pdt. L.Z. Hugo Graziano dari Malang sebagai pembicara utama. Bapak David Hartono, sebagai penanggung jawab acara, memastikan seluruh rangkaian ibadah berjalan tertib. Sesi ibadah diisi dengan pujian, doa, khutbah, serta penutupan yang membawa suasana penuh kedamaian.
Untuk menjamin kelancaran ibadah, aparat keamanan bekerja sama dengan tim pengamanan internal gereja. Beberapa petugas yang terlibat dalam pengamanan antara lain:
- Ipda Joko Santoso (Kanit Intelkam Polsek Muncar)
- Serma Igd Sadru (Babinsa Desa Tembokrejo),
- Aipda H. Junaidi Efendi, SH (Bhabinkamtibmas Desa Tembokrejo),
- Bripka Saiful (Polsek Muncar).
Sejak pukul 08.00 WIB, area gereja telah disterilkan, sementara pemeriksaan tas jemaat dilakukan pukul 08.15 WIB sebelum jemaat memasuki area ibadah. Sinergi antara aparat keamanan dan pengurus gereja memastikan ibadah berlangsung aman dan kondusif.
Seluruh rangkaian ibadah, mulai dari pujian hingga penutupan, menguatkan iman jemaat dan menciptakan suasana penuh kedamaian.
“Perayaan Natal kali ini benar-benar istimewa. Suasana penuh kebersamaan dan rasa aman membuat kami dapat beribadah dengan tenang,” ujar Bapak David Hartono.
Ibadah selesai pada pukul 10.30 WIB tanpa adanya gangguan. Pengamanan yang baik, ditambah dukungan dari masyarakat sekitar, memberikan rasa nyaman bagi seluruh peserta ibadah.
Perayaan Natal di Gereja Kristus Tuhan Jemaat Galilea tahun ini tidak hanya menjadi momen keagamaan, tetapi juga penguat kebersamaan di tengah masyarakat. Keamanan yang terjamin menciptakan suasana damai, menjadikan Natal tahun ini penuh berkat dan makna bagi seluruh jemaat.
Kerja sama yang solid antara gereja, aparat keamanan, dan masyarakat diharapkan menjadi contoh yang baik untuk perayaan keagamaan lainnya di Banyuwangi.
(Red)