BANYUWANGI – Kader PDI Perjuangan sekaligus Ketua DPRD Banyuwangi, I Made Cahyana Negara, SE, bersama jajaran Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan Kalipuro, menggelar aksi penanaman bibit pohon dan penebaran bibit ikan di kawasan sumber air Penawar, Desa Ketapang, Jumat (23/01/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari gerakan Merawat Bumi yang dipersembahkan PDI Perjuangan sebagai kado istimewa dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun ke-79 Presiden RI ke-5, Megawati Soekarnoputri.
I Made Cahyana Negara menegaskan bahwa gerakan menanam pohon dan menebar bibit ikan bukan sekadar kegiatan simbolik, melainkan wujud nyata kepedulian PDI Perjuangan terhadap kelestarian lingkungan hidup yang sejalan dengan nilai-nilai perjuangan Megawati Soekarnoputri.
“Gerakan ini mencerminkan filosofi perjuangan PDI Perjuangan yang berakar pada nilai kemanusiaan, kebangsaan, dan keberlanjutan lingkungan. Penanaman pohon kami dedikasikan untuk bangsa Indonesia, sekaligus dalam rangka HUT ke-53 PDI Perjuangan dan ulang tahun ke-79 Ibu Megawati Soekarnoputri,” ujar Made Cahyana kepada awak media.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga terinspirasi dari jejak perjuangan Bung Karno, Proklamator sekaligus Bapak Bangsa, yang dikenal memiliki kecintaan mendalam terhadap pohon dan alam. Penanaman pohon secara serentak menjadi simbol gerakan ideologis untuk merawat bumi dan menjaga keseimbangan ekosistem.
Lebih lanjut, Made Cahyana mengungkapkan bahwa salah satu rekomendasi Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I PDI Perjuangan yang baru digelar menegaskan sikap politik partai dalam menjaga kelestarian lingkungan.
“Rakernas menegaskan bahwa Merawat Pertiwi adalah sikap ideologis dan garis politik perjuangan PDI Perjuangan dalam menghadapi krisis ekologis yang mengancam keselamatan rakyat dan masa depan bangsa,” jelasnya.
Ia menambahkan, PDI Perjuangan berkomitmen menjadikan keselamatan rakyat dan kelestarian lingkungan hidup sebagai prioritas utama, terutama dalam menghadapi ancaman bencana alam dan dampak perubahan iklim.
“Berpijak pada Pancasila dan ajaran Trisakti Bung Karno, partai memandang manusia dan alam sebagai satu kesatuan kehidupan. Pembangunan yang merusak lingkungan, merampas ruang hidup rakyat, serta mengorbankan generasi mendatang adalah bentuk pengkhianatan terhadap cita-cita kemerdekaan dan amanat konstitusi,” pungkas Made Cahyana.
(Red)
















