BANYUWANGI — Pemerintah Kabupaten Banyuwangi kembali melakukan rotasi dan mutasi jabatan Aparatur Sipil Negara (ASN) pada posisi pimpinan tinggi pratama. Langkah ini bukan sekadar penyegaran struktural, melainkan menjadi ujian nyata konsistensi reformasi birokrasi dan efektivitas tata kelola pemerintahan daerah di tahun 2026.
Pelantikan pejabat hasil mutasi tersebut digelar di Halaman Kantor Dinas Sosial Kabupaten Banyuwangi, Jumat (23/1/2026), dan dipimpin langsung oleh Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani. Sejumlah jabatan strategis mengalami pergeseran, mulai dari kepala dinas, kepala badan, sekretaris DPRD, hingga staf ahli.
Rotasi ini terjadi di tengah tuntutan publik akan birokrasi yang lebih responsif, transparan, dan berorientasi hasil, terutama dalam sektor pelayanan dasar, perencanaan pembangunan, pengelolaan keuangan daerah, hingga penegakan ketertiban umum.
Beberapa posisi kunci yang mengalami pergantian antara lain Kepala Inspektorat, Kepala Bappeda, Kepala BPKAD, hingga Kepala DPMPTSP—jabatan yang berperan langsung dalam pengawasan, perencanaan, dan iklim investasi daerah. Perubahan ini dinilai krusial, mengingat capaian pembangunan daerah sangat bergantung pada kinerja perangkat tersebut.
Adapun pejabat yang dilantik dan menempati jabatan baru, di antaranya:
- Choiril Ustadi Yudawanto sebagai Kepala Inspektorat Kabupaten Banyuwangi
- Suyatno Wastopo Tondo Wicaksono sebagai Kepala Bappeda Banyuwangi
- Edy Supriyono sebagai Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan
- Budi Santoso sebagai Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah
- Henik Setyorini sebagai Kepala DPMPTSP Banyuwangi
- Abdul Latip sebagai Sekretaris DPRD Banyuwangi
- Yoppy Bayu Irawan sebagai Kepala Satpol PP Banyuwangi
- Danang Hartanto sebagai Kepala Dinas Pertanian dan Pangan
- Wawan Yadmadi sebagai Kepala Disnakertrans dan Perindustrian
- Cahyanto Hendry Wahyudi sebagai Kepala Dinas PU Cipta Karya, Penataan Ruang, Perumahan dan Permukiman
- Suratno sebagai Asisten Perekonomian dan Pembangunan
- Partana sebagai Kepala BPBD Banyuwangi
- Alief Rachman Kartiono sebagai Staf Ahli Bidang Hukum dan Pemerintahan
- Samsudin sebagai Kepala BPKAD Banyuwangi
Rotasi ini diharapkan tidak berhenti pada formalitas administratif, melainkan benar-benar berdampak pada peningkatan kualitas kebijakan, percepatan program strategis, serta penguatan akuntabilitas keuangan dan pengawasan internal.
Publik kini menanti pembuktian: apakah mutasi ini mampu menghadirkan terobosan nyata dalam pelayanan publik dan pembangunan daerah, atau justru sekadar perputaran jabatan tanpa perubahan signifikan.
Dengan dinamika tantangan pembangunan yang kian kompleks, Pemkab Banyuwangi dituntut memastikan bahwa setiap pejabat yang dilantik mampu bekerja cepat, bersih, dan berpihak pada kepentingan masyarakat luas. (Red)
















