BANYUWANGI — Negara hadir memastikan keselamatan publik pada momentum Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Komitmen tersebut ditegaskan melalui kunjungan kerja Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Republik Indonesia, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, ke Pelabuhan Penyeberangan ASDP Ketapang, Kabupaten Banyuwangi, Senin (29/12/2025).
Kunjungan strategis ini mendapat pengawalan dan pendampingan langsung unsur TNI Angkatan Darat, yakni Kepala Staf Kodam (Kasdam) V/Brawijaya Brigjen TNI Zainul Bahar dan Komandan Kodim (Dandim) 0825/Banyuwangi Letkol Arm Tryadi Indrawijaya, yang memastikan kesiapan pengamanan wilayah dan keselamatan masyarakat di salah satu simpul transportasi tersibuk nasional penghubung Pulau Jawa dan Bali.
Kegiatan berlangsung sejak pukul 09.57 hingga 12.15 WIB, serta dihadiri Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Kapolda Jawa Timur, unsur Forkopimda Provinsi Jawa Timur dan Kabupaten Banyuwangi, pimpinan Basarnas pusat dan daerah, manajemen ASDP, serta instansi teknis terkait.
Rangkaian kunjungan diawali dengan kedatangan rombongan Kabasarnas RI menggunakan Helikopter AS 365 Dauphin di Helipad Bulusan, sebelum dilanjutkan rapat koordinasi lintas sektor di kawasan Pelabuhan ASDP Ketapang. Rapat tersebut membahas secara menyeluruh kesiapsiagaan pengamanan, keselamatan pelayaran, pelayanan penyeberangan, serta mekanisme respons cepat terhadap potensi kedaruratan selama arus Nataru 2025/2026.
Dalam arahannya, Kasdam V/Brawijaya Brigjen TNI Zainul Bahar menegaskan bahwa Kodam V/Brawijaya menempatkan pengamanan Nataru sebagai prioritas strategis. Penguatan personel, dukungan sarana prasarana, serta soliditas komando dan kendali di lapangan menjadi kunci utama menjaga stabilitas keamanan.
“Pelabuhan Ketapang adalah gerbang vital nasional. Kodam V/Brawijaya siap mendukung penuh pengamanan Nataru melalui sinergi TNI, Polri, Basarnas, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan demi keselamatan masyarakat,” tegas Brigjen TNI Zainul Bahar.
Sementara itu, Dandim 0825/Banyuwangi Letkol Arm Tryadi Indrawijaya menyampaikan bahwa jajaran Kodim 0825/Banyuwangi telah disiagakan secara optimal untuk mengawal pengamanan wilayah, khususnya di Pelabuhan Ketapang dan jalur-jalur penyangga yang berpotensi mengalami lonjakan arus penumpang dan kendaraan.
“Kodim 0825/Banyuwangi berkomitmen menjaga situasi tetap aman, tertib, dan kondusif. Deteksi dini, patroli teritorial, serta komunikasi intensif lintas instansi menjadi langkah nyata kami dalam melindungi keselamatan masyarakat,” ujar Letkol Arm Tryadi Indrawijaya.
Dalam paparan teknis, General Manager ASDP Ketapang Banyuwangi Adi Eka Pati menjelaskan kesiapan operasional pelabuhan dengan mengerahkan 55 unit kapal dan 17 dermaga. Puncak arus penyeberangan diprediksi terjadi pada H+3, sementara arus balik pada H+7 hingga H+10, dengan pola operasional kapal yang disesuaikan secara dinamis berdasarkan tingkat kepadatan.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem, seiring prediksi peningkatan curah hujan signifikan pada Januari 2026 berdasarkan data BMKG. Ia meminta seluruh unsur terkait meningkatkan kesiapsiagaan dan koordinasi guna meminimalkan risiko kecelakaan serta gangguan layanan penyeberangan.
Kunjungan kerja Kabasarnas RI ini menegaskan Pelabuhan ASDP Ketapang sebagai “benteng keselamatan” Nataru di Gerbang Jawa–Bali, sekaligus memperlihatkan kuatnya sinergi lintas sektor. Kehadiran dan peran aktif Kasdam V/Brawijaya serta Dandim 0825/Banyuwangi menjadi simbol kesiapsiagaan TNI AD dalam menjamin keamanan, keselamatan, dan kenyamanan masyarakat selama perayaan Natal dan Tahun Baru 2025/2026.
(Red)
















