• REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
Ganesha BWI
  • HOME
  • TRENDING
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLRI
  • TNI
  • PARLEMEN
  • PARIWISATA
  • PERISTIWA
  • PENDIDIKAN
  • WAWASAN NUSANTARA
No Result
View All Result
  • HOME
  • TRENDING
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLRI
  • TNI
  • PARLEMEN
  • PARIWISATA
  • PERISTIWA
  • PENDIDIKAN
  • WAWASAN NUSANTARA
No Result
View All Result
Ganesha BWI
No Result
View All Result
  • HOME
  • TRENDING
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLRI
  • TNI
  • PARLEMEN
  • PARIWISATA
  • PERISTIWA
  • PENDIDIKAN
  • WAWASAN NUSANTARA
Home DAERAH

Kasus Lia Bongkar Kotak Pandora Tumpang Pitu: Negara Dituding Reaksioner, Kritik Lingkungan Dibungkam

Nur Kholis by Nur Kholis
Desember 23, 2025
in DAERAH, NEWS, PERISTIWA, TRENDING
0
Kasus Lia Bongkar Kotak Pandora Tumpang Pitu: Negara Dituding Reaksioner, Kritik Lingkungan Dibungkam

BANYUWANGI — Kasus yang menimpa Lia, seorang warga yang menyampaikan pendapat dan ekspresi keimanannya, kini menjelma menjadi pemantik terbukanya “Kotak Pandora” Tumpang Pitu. Peristiwa ini bukan sekadar insiden personal, melainkan telah berkembang menjadi isu nasional yang mengungkap kegelisahan publik terhadap tata kelola sumber daya alam, kebebasan berekspresi, dan sikap negara yang dinilai semakin reaksioner.

Gelombang sorotan media lokal hingga nasional terus mengalir. Rasa penasaran publik kian membesar: apa sebenarnya Tumpang Pitu, bagaimana peruntukannya bagi Banyuwangi, dan mengapa wilayah dengan potensi luar biasa justru identik dengan konflik ekologis dan pembungkaman suara kritis?

Reaksi Berlebihan Aparat Dipertanyakan

Publik mempertanyakan sikap pemerintah daerah, khususnya melalui Dinas Pendidikan dan institusi sekolah, yang dinilai terlalu reaktif dalam menyikapi tindakan Lia. Alih-alih pendekatan edukatif dan dialogis, langkah-langkah yang menyerupai penyelidikan dan interogasi justru dilakukan terhadap seseorang yang dinilai hanya menjalankan hak dasar: beribadah, berpendapat, dan berekspresi secara damai.

“Mengapa respons negara begitu keras terhadap sesuatu yang jelas-jelas bukan tindak kriminal? Mengapa kritik dan ekspresi spiritual justru dianggap ancaman?” demikian pertanyaan yang ramai disuarakan warganet dan aktivis.

Sikap ini dinilai tidak hanya mencederai rasa keadilan, tetapi juga mengirim sinyal berbahaya: bahwa ruang demokrasi semakin menyempit dan kritik terhadap kebijakan pengelolaan sumber daya alam bisa berujung represi.

Tumpang Pitu dan Luka Ekologis yang Tak Terbantahkan

Kasus Lia menjadi pintu masuk bagi diskursus yang lebih besar: kerusakan ekologis di kawasan Tumpang Pitu. Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) bahkan telah merilis video resmi yang secara gamblang menyoroti dampak pertambangan dan aktivitas ekstraktif di kawasan tersebut.

Video itu memperlihatkan realitas pahit: deforestasi, kerusakan bentang alam, ancaman bencana ekologis, serta marginalisasi masyarakat sekitar. Tak heran, tayangan tersebut viral dan memantik respons luas dari netizen lintas daerah, aktivis lingkungan, akademisi, hingga pegiat hak asasi manusia.

Baca Juga  Lapas Kelas IIA Banyuwangi Deklarasikan Zona Integritas, Mantap Menuju Predikat WBBM

Sorotan Nasional Hingga Istana

Isu Tumpang Pitu kini tak lagi berskala lokal. Perhatian publik nasional menguat, bahkan disebut telah sampai ke Presiden Prabowo Subianto, seiring mengemukanya kritik terhadap model pembangunan berbasis pertambangan, perkebunan skala besar, dan konsesi pengelolaan hutan yang dinilai abai terhadap keberlanjutan dan keselamatan rakyat.

Berbagai bencana alam yang terjadi di banyak wilayah Indonesia disebut sebagai konsekuensi langsung dari kebijakan ekstraktif yang tak berpihak pada ekologi dan masyarakat.

Kebebasan Berekspresi di Persimpangan Jalan

Kasus Lia menjadi simbol perlawanan sunyi: ketika doa, puisi, dan ekspresi nurani justru dianggap pelanggaran. Publik menilai, jika ekspresi damai saja dibungkam, maka demokrasi tengah berada di ujung tanduk.

“Cinta di ujung dupa, meski di atas cuilan bara.
Bukan jelaga yang bernoda, harimu langitlah yang kubinta.
Seraya bermunajat dalam doa, demi kembalinya cahaya.”

Bait-bait tersebut kini menggema sebagai simbol harapan, bahwa cahaya keadilan, kebebasan, dan keberpihakan pada lingkungan masih mungkin kembali.

Tuntutan Publik

Masyarakat sipil mendesak:

  1. Penghentian segala bentuk intimidasi dan kriminalisasi terhadap Lia.
  2. Evaluasi menyeluruh aktivitas pertambangan di Tumpang Pitu.
  3. Pemulihan ruang demokrasi dan kebebasan berekspresi.
  4. Transparansi dan akuntabilitas kebijakan pengelolaan sumber daya alam di Banyuwangi.

Kasus ini bukan tentang satu orang. Ini tentang masa depan lingkungan, demokrasi, dan keberanian negara untuk mendengar suara rakyatnya sendiri.

(Red)

Post Views: 386
Konsultasikan sekarang‼️
Tags: Kasus Lia Bongkar Kotak Pandora Tumpang Pitu: Negara Dituding ReaksionerKritik Lingkungan Dibungkam
Previous Post

Pengukuhan MUI Kecamatan se-Banyuwangi, Kodim 0825 Tegaskan Komitmen Sinergi Ulama–Umara

Next Post

Kapolresta Banyuwangi Resmi Buka Turnamen Bola Voli Kades Sempu Cup I, Diikuti 150 Tim se-Banyuwangi

Nur Kholis

Nur Kholis

Berani Tajam Sesuai Data Mengungkap Fakta Sesuai Kejadian dilapangan

Next Post
Kapolresta Banyuwangi Resmi Buka Turnamen Bola Voli Kades Sempu Cup I, Diikuti 150 Tim se-Banyuwangi

Kapolresta Banyuwangi Resmi Buka Turnamen Bola Voli Kades Sempu Cup I, Diikuti 150 Tim se-Banyuwangi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected test

  • 23.9k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
IPHI Jawa Timur Gelar Sertifikasi Pembimbing Manasik Haji Profesional Angkatan Ketiga

IPHI Jawa Timur Gelar Sertifikasi Pembimbing Manasik Haji Profesional Angkatan Ketiga

Agustus 24, 2025
Siswa SMK Negeri 1 Glagah Hilang Saat PKL di Kapal Penangkap Ikan, Publik Desak Transparansi, Kepastian Hukum dan Keadilan

Siswa SMK Negeri 1 Glagah Hilang Saat PKL di Kapal Penangkap Ikan, Publik Desak Transparansi, Kepastian Hukum dan Keadilan

Februari 14, 2026
Ketua Komunitas Sadar Hukum Banyuwangi Mengecam Pelayanan SMA Negeri 1 Muncar dan Akan Jadikan Percontohan Laporan Dugaan Pungli Pendidikan Banyuwangi

Ketua Komunitas Sadar Hukum Banyuwangi Mengecam Pelayanan SMA Negeri 1 Muncar dan Akan Jadikan Percontohan Laporan Dugaan Pungli Pendidikan Banyuwangi

Juli 17, 2025
SMP Darussyfa'ah dan MA Raudhatut Tholabah Genteng Tahan Ijazah Siswa

SMP Darussyfa’ah dan MA Raudhatut Tholabah Genteng Tahan Ijazah Siswa

Desember 20, 2024
Banyuwangi Larang Study Tour, Sekolah Diminta Rayakan Kelulusan secara Edukatif dan Bermakna

Banyuwangi Larang Study Tour, Sekolah Diminta Rayakan Kelulusan secara Edukatif dan Bermakna

1
Polsek Tegaldlimo Peringati Maulid Nabi dengan Doa Bersama dan Santunan Anak Yatim

Polsek Tegaldlimo Peringati Maulid Nabi dengan Doa Bersama dan Santunan Anak Yatim

1
Dandim 0825/Banyuwangi Berikan Penghargaan Prajurit Berprestasi

Dandim 0825/Banyuwangi Berikan Penghargaan Prajurit Berprestasi

0
Kodim 0825 Banyuwangi Rayakan HUT Korpri ke-53 dengan Tasyakuran dan Santunan Anak Yatim

Kodim 0825 Banyuwangi Rayakan HUT Korpri ke-53 dengan Tasyakuran dan Santunan Anak Yatim

0
GRIB JAYA Banyuwangi Rayakan Harlah ke-15, Perkuat Soliditas dan Komitmen Pengabdian untuk Masyarakat

GRIB JAYA Banyuwangi Rayakan Harlah ke-15, Perkuat Soliditas dan Komitmen Pengabdian untuk Masyarakat

April 17, 2026
Resmi Dimutasi, I Wayan Nurasta Wibawa Kini Pimpin Lapas Kelas IIA Tenggarong

Resmi Dimutasi, I Wayan Nurasta Wibawa Kini Pimpin Lapas Kelas IIA Tenggarong

April 12, 2026
Sosok Pengayom Itu Berpindah Tugas: Jejak Kemanusiaan I Wayan Nurasta Wibawa Tetap Hidup di Banyuwangi

Sosok Pengayom Itu Berpindah Tugas: Jejak Kemanusiaan I Wayan Nurasta Wibawa Tetap Hidup di Banyuwangi

April 12, 2026
Survei DPC GRIB Banyuwangi: Masyarakat Terbelah Soal SE Pembatasan Jam Operasional Usaha, Usulan Revisi Menguat

Survei DPC GRIB Banyuwangi: Masyarakat Terbelah Soal SE Pembatasan Jam Operasional Usaha, Usulan Revisi Menguat

April 10, 2026

Recent News

GRIB JAYA Banyuwangi Rayakan Harlah ke-15, Perkuat Soliditas dan Komitmen Pengabdian untuk Masyarakat

GRIB JAYA Banyuwangi Rayakan Harlah ke-15, Perkuat Soliditas dan Komitmen Pengabdian untuk Masyarakat

April 17, 2026
Resmi Dimutasi, I Wayan Nurasta Wibawa Kini Pimpin Lapas Kelas IIA Tenggarong

Resmi Dimutasi, I Wayan Nurasta Wibawa Kini Pimpin Lapas Kelas IIA Tenggarong

April 12, 2026
Sosok Pengayom Itu Berpindah Tugas: Jejak Kemanusiaan I Wayan Nurasta Wibawa Tetap Hidup di Banyuwangi

Sosok Pengayom Itu Berpindah Tugas: Jejak Kemanusiaan I Wayan Nurasta Wibawa Tetap Hidup di Banyuwangi

April 12, 2026
Survei DPC GRIB Banyuwangi: Masyarakat Terbelah Soal SE Pembatasan Jam Operasional Usaha, Usulan Revisi Menguat

Survei DPC GRIB Banyuwangi: Masyarakat Terbelah Soal SE Pembatasan Jam Operasional Usaha, Usulan Revisi Menguat

April 10, 2026

Browse by Category

  • DAERAH
  • HUKUM
  • NASIONAL
  • NEWS
  • PARIWISATA
  • PARLEMEN
  • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • POLRI
  • SENI BUDAYA
  • SOSIAL
  • TNI
  • TRENDING
  • WAWASAN NUSANTARA

Recent News

GRIB JAYA Banyuwangi Rayakan Harlah ke-15, Perkuat Soliditas dan Komitmen Pengabdian untuk Masyarakat

GRIB JAYA Banyuwangi Rayakan Harlah ke-15, Perkuat Soliditas dan Komitmen Pengabdian untuk Masyarakat

April 17, 2026
Resmi Dimutasi, I Wayan Nurasta Wibawa Kini Pimpin Lapas Kelas IIA Tenggarong

Resmi Dimutasi, I Wayan Nurasta Wibawa Kini Pimpin Lapas Kelas IIA Tenggarong

April 12, 2026
  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik

Hak Cipta ganeshabwi.com © 2024

No Result
View All Result

Hak Cipta ganeshabwi.com © 2024