• REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
GANESHA BWI
  • HOME
  • TRENDING
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLRI
  • TNI
  • PARLEMEN
  • PARIWISATA
  • PERISTIWA
  • PENDIDIKAN
  • WAWASAN NUSANTARA
No Result
View All Result
  • HOME
  • TRENDING
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLRI
  • TNI
  • PARLEMEN
  • PARIWISATA
  • PERISTIWA
  • PENDIDIKAN
  • WAWASAN NUSANTARA
No Result
View All Result
GANESHA BWI
No Result
View All Result
  • HOME
  • TRENDING
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLRI
  • TNI
  • PARLEMEN
  • PARIWISATA
  • PERISTIWA
  • PENDIDIKAN
  • WAWASAN NUSANTARA
Home DAERAH

Sidang Sengketa Tanah di Banyuwangi: Warga Mengecam Klaim Sepihak Perhutani, Negara Dinilai Abai Lindungi Hak Rakyat

Nur Kholis <span class="verified-badge"></span> by Nur Kholis
Desember 23, 2025
in DAERAH, NEWS, PERISTIWA, TRENDING
0
Sidang Sengketa Tanah di Banyuwangi: Warga Mengecam Klaim Sepihak Perhutani, Negara Dinilai Abai Lindungi Hak Rakyat

BANYUWANGI — Sidang lanjutan perkara sengketa tanah yang melibatkan warga Banyuwangi kembali digelar di pengadilan pada Selasa (23/12/2025). Perkara ini mencuat sebagai simbol konflik agraria berkepanjangan antara masyarakat adat dan negara, khususnya dengan Perum Perhutani Banyuwangi Utara yang dinilai terus mempertahankan klaim sepihak atas tanah yang telah dikelola warga secara turun-temurun.

Sidang Sengketa Tanah di Banyuwangi: Warga Mengecam Klaim Sepihak Perhutani, Negara Dinilai Abai Lindungi Hak RakyatDalam perkara ini, Bu Hajah Lima bertindak sebagai penggugat utama, didukung puluhan warga yang selama puluhan tahun menggantungkan hidup dari lahan tersebut. Tak hanya warga, sejumlah kepala desa serta pihak administrasi Perhutani Banyuwangi Utara turut tercatat sebagai pihak tergugat dan turut tergugat.

Tokoh masyarakat Banyuwangi, Amir Makruf Khan, yang dikenal luas sebagai Raja Angkasa Banyuwangi, secara terbuka mengecam sikap Perhutani yang dinilai tidak transparan dan cenderung menghindari proses hukum. Ia menegaskan bahwa tanah yang disengketakan bukanlah lahan kosong, melainkan warisan leluhur yang telah dikelola keluarga warga sejak awal dekade 1970-an, bahkan jauh sebelum berbagai klaim administratif negara diberlakukan secara masif.

“Tanah itu bukan tiba-tiba ada. Sejak 1970 hingga 1972, bahkan sebelumnya, kakek dan nenek kami sudah membuka, menanam, dan hidup dari lahan tersebut. Negara tidak hadir saat mereka membuka hutan. Tapi hari ini, negara datang dengan klaim sepihak,” tegas Amir dengan nada keras.

Baca Juga  Police Goes to School: Kapolresta Banyuwangi Ajak Pelajar Jadi Generasi Emas yang Tertib Hukum dan Anti Hoaks

Absennya Perhutani Dinilai Bentuk Pelecehan terhadap Pengadilan

Amir juga mengkritik keras ketidakhadiran pihak ADM Perhutani Banyuwangi Utara dalam persidangan. Meski telah dipanggil secara resmi, hingga sidang berlangsung, Perhutani disebut belum mengantongi surat tugas dari Kementerian Kehutanan untuk hadir dan memberikan keterangan.

“Ini bukan perkara kecil. Ketidakhadiran Perhutani adalah bentuk pelecehan terhadap proses hukum dan pengadilan. Bagaimana mungkin lembaga negara mengklaim tanah rakyat, tapi enggan mempertanggungjawabkannya secara terbuka di meja hijau?” ujarnya.

Menurutnya, absennya Perhutani justru memperkuat dugaan bahwa selama ini terjadi praktik penguasaan lahan tanpa kejelasan dasar hukum yang transparan dan berpihak pada keadilan sosial.

Baca Juga  Nelayan Plengsengan Banyuwangi Berbagi Takjil, Dukung RUU TNI untuk Kedaulatan NKRI

Klaim Lahan Masih Terpampang, Bukti Arogansi Negara

Lebih jauh, Amir menyoroti masih banyaknya papan dan tulisan klaim pengelolaan Perhutani yang berdiri di atas lahan sengketa. Hal ini, menurutnya, menjadi bukti nyata bahwa Perhutani masih secara sepihak mengklaim tanah yang sedang disengketakan di pengadilan.

“Kalau memang merasa tidak punya, cabut semua tanda klaim itu. Tapi faktanya, papan Perhutani masih berdiri. Ini bukti arogansi dan pengabaian terhadap hak rakyat,” tegasnya.

Ia juga mendesak agar dibuka secara transparan data luasan lahan yang dikelola Perhutani Banyuwangi Utara, termasuk lahan kemitraan dengan masyarakat. Menurutnya, selama data ini tertutup, konflik agraria hanya akan terus berulang dan merugikan rakyat kecil.

Baca Juga  Pra TMMD ke-125 Kodim Banyuwangi, Bangun Rutilahu Wujud Kepedulian TNI untuk Warga Siliragung

Konflik Agraria Lama, Luka Sosial yang Tak Pernah Sembuh

Kasus ini, menurut Amir, bukan sekadar sengketa perdata, melainkan cerminan kegagalan negara menyelesaikan konflik agraria struktural. Warga yang selama puluhan tahun menjaga, mengolah, dan mempertahankan lahan justru diposisikan sebagai pihak yang harus membuktikan hak atas tanah warisan leluhur mereka sendiri.

“Ini tanah warisan nenek moyang kami, ada sebelum republik ini berdiri. Jangan rakyat terus dikorbankan atas nama administrasi dan klaim sepihak,” pungkasnya.

Sidang lanjutan ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang formalitas hukum, tetapi benar-benar membuka tabir kepemilikan lahan yang sesungguhnya serta menjadi momentum keberpihakan hukum kepada masyarakat Banyuwangi yang selama ini terpinggirkan.

Redaksi menilai, tanpa keberanian negara untuk bersikap adil dan transparan, konflik agraria seperti ini akan terus menjadi bom waktu sosial di Banyuwangi dan daerah lainnya.

(Supri)

Post Views: 534
Konsultasikan sekarang‼️
Tags: Negara Dinilai Abai Lindungi Hak RakyatSidang Sengketa Tanah di Banyuwangi: Warga Mengecam Klaim Sepihak Perhutani
Previous Post

Kapolresta Banyuwangi Resmi Buka Turnamen Bola Voli Kades Sempu Cup I, Diikuti 150 Tim se-Banyuwangi

Next Post

Kapolresta Banyuwangi Dianugerahi Warga Kehormatan Suku Osing, Simbol Harmoni Polri dan Masyarakat Adat

Nur Kholis <span class="verified-badge"></span>

Nur Kholis <span class="verified-badge"></span>

Berani Tajam Sesuai Data Mengungkap Fakta Sesuai Kejadian dilapangan

Next Post
Kapolresta Banyuwangi Dianugerahi Warga Kehormatan Suku Osing, Simbol Harmoni Polri dan Masyarakat Adat

Kapolresta Banyuwangi Dianugerahi Warga Kehormatan Suku Osing, Simbol Harmoni Polri dan Masyarakat Adat

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected test

  • 23.9k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
IPHI Jawa Timur Gelar Sertifikasi Pembimbing Manasik Haji Profesional Angkatan Ketiga

IPHI Jawa Timur Gelar Sertifikasi Pembimbing Manasik Haji Profesional Angkatan Ketiga

Agustus 24, 2025
Siswa SMK Negeri 1 Glagah Hilang Saat PKL di Kapal Penangkap Ikan, Publik Desak Transparansi, Kepastian Hukum dan Keadilan

Siswa SMK Negeri 1 Glagah Hilang Saat PKL di Kapal Penangkap Ikan, Publik Desak Transparansi, Kepastian Hukum dan Keadilan

Februari 14, 2026
Ketua Komunitas Sadar Hukum Banyuwangi Mengecam Pelayanan SMA Negeri 1 Muncar dan Akan Jadikan Percontohan Laporan Dugaan Pungli Pendidikan Banyuwangi

Ketua Komunitas Sadar Hukum Banyuwangi Mengecam Pelayanan SMA Negeri 1 Muncar dan Akan Jadikan Percontohan Laporan Dugaan Pungli Pendidikan Banyuwangi

Juli 17, 2025
SMP Darussyfa'ah dan MA Raudhatut Tholabah Genteng Tahan Ijazah Siswa

SMP Darussyfa’ah dan MA Raudhatut Tholabah Genteng Tahan Ijazah Siswa

Desember 20, 2024
Banyuwangi Larang Study Tour, Sekolah Diminta Rayakan Kelulusan secara Edukatif dan Bermakna

Banyuwangi Larang Study Tour, Sekolah Diminta Rayakan Kelulusan secara Edukatif dan Bermakna

1
Polsek Tegaldlimo Peringati Maulid Nabi dengan Doa Bersama dan Santunan Anak Yatim

Polsek Tegaldlimo Peringati Maulid Nabi dengan Doa Bersama dan Santunan Anak Yatim

1
Dandim 0825/Banyuwangi Berikan Penghargaan Prajurit Berprestasi

Dandim 0825/Banyuwangi Berikan Penghargaan Prajurit Berprestasi

0
Kodim 0825 Banyuwangi Rayakan HUT Korpri ke-53 dengan Tasyakuran dan Santunan Anak Yatim

Kodim 0825 Banyuwangi Rayakan HUT Korpri ke-53 dengan Tasyakuran dan Santunan Anak Yatim

0
JANGAN JADIKAN DEMONSTRASI SEBAGAI KAMBING HITAM: BUPATI SITUBONDO DIMINTA BIJAK SIKAPI KONFLIK BOSOWA DAN GANGGUAN LPG

JANGAN JADIKAN DEMONSTRASI SEBAGAI KAMBING HITAM: BUPATI SITUBONDO DIMINTA BIJAK SIKAPI KONFLIK BOSOWA DAN GANGGUAN LPG

September 7, 2026
DUGAAN PELECEHAN PROFESI WARTAWAN: REDAKSI MEDIA NASIONAL GANESHA ABADI TEMPUH JALUR HUKUM, KUHP BARU DAN UU PERS JADI RUJUKAN

DUGAAN PELECEHAN PROFESI WARTAWAN: REDAKSI MEDIA NASIONAL GANESHA ABADI TEMPUH JALUR HUKUM, KUHP BARU DAN UU PERS JADI RUJUKAN

Agustus 21, 2026
DIDUGA LECEHKAN PROFESI WARTAWAN, PENGUSAHA WIFI ALVN DI GENTENG BANYUWANGI DISOROT:

DIDUGA LECEHKAN PROFESI WARTAWAN, PENGUSAHA WIFI ALVN DI GENTENG BANYUWANGI DISOROT:

Agustus 21, 2026
KLARIFIKASI SPBU 54.684.19 SEMPU: PRADUGA PENYALAHGUNAAN BBM SUBSIDI KEMBALI DISOROT, PENGAWAS PAPARKAN MEKANISME PENGAWASAN

KLARIFIKASI SPBU 54.684.19 SEMPU: PRADUGA PENYALAHGUNAAN BBM SUBSIDI KEMBALI DISOROT, PENGAWAS PAPARKAN MEKANISME PENGAWASAN

Agustus 17, 2026

Recent News

JANGAN JADIKAN DEMONSTRASI SEBAGAI KAMBING HITAM: BUPATI SITUBONDO DIMINTA BIJAK SIKAPI KONFLIK BOSOWA DAN GANGGUAN LPG

JANGAN JADIKAN DEMONSTRASI SEBAGAI KAMBING HITAM: BUPATI SITUBONDO DIMINTA BIJAK SIKAPI KONFLIK BOSOWA DAN GANGGUAN LPG

September 7, 2026
DUGAAN PELECEHAN PROFESI WARTAWAN: REDAKSI MEDIA NASIONAL GANESHA ABADI TEMPUH JALUR HUKUM, KUHP BARU DAN UU PERS JADI RUJUKAN

DUGAAN PELECEHAN PROFESI WARTAWAN: REDAKSI MEDIA NASIONAL GANESHA ABADI TEMPUH JALUR HUKUM, KUHP BARU DAN UU PERS JADI RUJUKAN

Agustus 21, 2026
DIDUGA LECEHKAN PROFESI WARTAWAN, PENGUSAHA WIFI ALVN DI GENTENG BANYUWANGI DISOROT:

DIDUGA LECEHKAN PROFESI WARTAWAN, PENGUSAHA WIFI ALVN DI GENTENG BANYUWANGI DISOROT:

Agustus 21, 2026
KLARIFIKASI SPBU 54.684.19 SEMPU: PRADUGA PENYALAHGUNAAN BBM SUBSIDI KEMBALI DISOROT, PENGAWAS PAPARKAN MEKANISME PENGAWASAN

KLARIFIKASI SPBU 54.684.19 SEMPU: PRADUGA PENYALAHGUNAAN BBM SUBSIDI KEMBALI DISOROT, PENGAWAS PAPARKAN MEKANISME PENGAWASAN

Agustus 17, 2026

Browse by Category

  • DAERAH
  • HUKUM
  • NASIONAL
  • NEWS
  • PARIWISATA
  • PARLEMEN
  • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • POLRI
  • SENI BUDAYA
  • SOSIAL
  • TNI
  • TRENDING
  • WAWASAN NUSANTARA

Recent News

JANGAN JADIKAN DEMONSTRASI SEBAGAI KAMBING HITAM: BUPATI SITUBONDO DIMINTA BIJAK SIKAPI KONFLIK BOSOWA DAN GANGGUAN LPG

JANGAN JADIKAN DEMONSTRASI SEBAGAI KAMBING HITAM: BUPATI SITUBONDO DIMINTA BIJAK SIKAPI KONFLIK BOSOWA DAN GANGGUAN LPG

September 7, 2026
DUGAAN PELECEHAN PROFESI WARTAWAN: REDAKSI MEDIA NASIONAL GANESHA ABADI TEMPUH JALUR HUKUM, KUHP BARU DAN UU PERS JADI RUJUKAN

DUGAAN PELECEHAN PROFESI WARTAWAN: REDAKSI MEDIA NASIONAL GANESHA ABADI TEMPUH JALUR HUKUM, KUHP BARU DAN UU PERS JADI RUJUKAN

Agustus 21, 2026
  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik

Hak Cipta ganeshabwi.com © 2024

No Result
View All Result

Hak Cipta ganeshabwi.com © 2024