Banyuwangi – Tiga perwakilan Karang Taruna dari Desa Kedungringin, Desa Kedungrejo, dan Kelurahan Klatak menggelar pertemuan dengan pengurus Karang Taruna Kabupaten Banyuwangi di Ruang Kopian, Minggu malam (05/10/2025).
Dalam forum tersebut, mereka menyerahkan dokumen berjudul “Surat Cinta untuk Karang Taruna Kabupaten Banyuwangi”, yang berisi 18 poin aspirasi terkait evaluasi kinerja, transparansi, dan pemerataan pembinaan organisasi hingga ke tingkat desa.
Ketua Karang Taruna Kabupaten Banyuwangi, Rizki Alfian, menyambut baik aspirasi tersebut dan menegaskan komitmennya membuka ruang komunikasi yang lebih terbuka dan konstruktif.
“Kami berterima kasih atas semangat teman-teman Karang Taruna desa. Aspirasi ini menjadi masukan berharga agar Karang Taruna Banyuwangi bisa lebih baik dan dekat dengan masyarakat,” ujar Rizki.
Salah satu perwakilan pemuda, Afa dari Desa Kedungringin, menyampaikan bahwa dokumen tersebut lahir dari hasil konsolidasi pemuda desa yang ingin melihat organisasi berjalan sesuai nilai dasar AD/ART.
“Surat Cinta ini bukan bentuk kritik destruktif, tapi upaya menumbuhkan kembali semangat berkarang taruna. Kami ingin tata kelola organisasi menjadi lebih sistematis dan sesuai peraturan,” jelasnya.
Selain kritik, para pemuda juga memberikan apresiasi atas pelaksanaan Bulan Bakti Karang Taruna di Kecamatan Muncar yang dinilai mampu memberi dampak positif bagi destinasi wisata Pantai Cemara.
Sementara itu, Kiki dari Karang Taruna Desa Kedungrejo menyoroti perlunya langkah konkret pasca penyerahan aspirasi ini.
“Yang paling penting adalah tindak lanjutnya. Kita butuh kegiatan nyata yang bisa menyatukan seluruh Karang Taruna, bukan sekadar kegiatan seremonial,” ujarnya.
Senada, Ardiansyah dari Kelurahan Klatak berharap agar Karang Taruna Kabupaten memberikan pendampingan terhadap pembentukan organisasi di seluruh desa dan kelurahan di Banyuwangi.
“Masih banyak desa yang belum memiliki Karang Taruna aktif. Kami berharap pengurus kabupaten bisa mendorong pemerataan agar komunikasi dan administrasi lebih mudah,” ucap Ardiansyah.
Melalui pertemuan ini, para pemuda menegaskan bahwa mereka tidak bermaksud mengkritik secara negatif, tetapi mendorong agar Karang Taruna Kabupaten Banyuwangi menjadi lebih inklusif, responsif, dan aktif dalam pembinaan kader muda.
Gerakan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk membangkitkan kembali semangat Karang Taruna Banyuwangi yang lebih berdaya, transparan, dan berdampak bagi masyarakat.
(Red)
















