Bangorejo – Semangat kemanunggalan TNI dan rakyat kembali terlihat nyata di Desa Sambirejo, Kecamatan Bangorejo, Kabupaten Banyuwangi. Pada Selasa (27/1/2026), personel Koramil 0825/10 Bangorejo bersama warga serta personel gabungan dari berbagai Koramil jajaran Kodim 0825/Banyuwangi bahu-membahu melaksanakan karya bakti pembangunan Jembatan Perintis Garuda Merah Putih.
Jembatan tersebut merupakan infrastruktur vital yang menghubungkan langsung Kecamatan Bangorejo dengan Kecamatan Siliragung. Keberadaannya diharapkan mampu memperlancar mobilitas transportasi, mempercepat distribusi hasil pertanian, serta mendukung aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat di kedua wilayah.
Proses pengerjaan jembatan saat ini terus dikebut guna mencapai target penyelesaian secepatnya agar manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat. Keseriusan pembangunan terlihat dari keterlibatan aktif personel TNI dari berbagai Koramil yang bekerja bersama warga, mulai dari pengoperasian mesin molen hingga penataan material batu di lokasi pembangunan.
Dalam kegiatan tersebut, hadir personel gabungan dari berbagai Koramil, di antaranya Serda David (Kota), Peltu Sarbini (Glagah), Pelda Wahyu (Genteng), Serma Dahlan (Kalibaru), Kopka Sigit (Gambiran), Kopka Wahyu (Cluring), Sertu Sutrisno (Srono), Koptu Sutrisno (Tegal Delimo), dan Sertu Erwan (Bangorejo). Turut serta pula Serka Suwardi (Sanggar), Sertu Wira (Rogojampi), Pelda Pipik (Singojuruh), Peltu Ribut (Kabat), Kopka Sutarwo (Wongsorejo), Sertu A. Imam Baihaki (Glenmore), Sertu Supriyono (Muncar), Kopka Tugiyanto (Purwoharjo), Pelda Nuryakin (Sempu), Peltu Zainul (Songgon), Peltu Sunaryo (Kalipuro), Sertu Mulyono (Licin), Kopka Agus (Tegalsari), serta Sertu Heri (Silir).
Pembangunan Jembatan Perintis Garuda Merah Putih ini menjadi wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam mendukung percepatan pembangunan wilayah. Seluruh personel TNI bersama masyarakat berkomitmen mengawal proyek tersebut hingga tuntas, demi meningkatkan konektivitas antarwilayah serta mendorong kesejahteraan masyarakat Bangorejo dan Siliragung.
Ke depan, jembatan ini diharapkan tidak hanya menjadi sarana penghubung fisik, tetapi juga simbol persatuan, gotong royong, dan kebersamaan antara TNI dan rakyat dalam membangun daerah.
(Red)
















