SONGGON, BANYUWANGI — Upaya pencarian korban hanyut di Sungai Badeng memasuki hari ketiga dengan intensitas yang semakin ditingkatkan. Minggu (7/12/2025) pukul 07.30 WIB, Komandan Koramil 0825/20 Songgon, Kapten Kav Andoko, memimpin langsung apel koordinasi di Basecamp Bos Pro Rafting sebelum mengerahkan pasukan untuk menyisir sungai yang dikenal memiliki arus kuat tersebut.
Korban bernama Ponirin (50), warga Dusun Sumberagung, Desa Sumberbulu, dilaporkan hilang setelah terseret arus deras saat bekerja memecah batu kali tiga hari lalu. Sejak itu, jajaran TNI bersama unsur SAR gabungan terus melakukan penyisiran menyeluruh di sepanjang aliran Sungai Badeng.
Sinergi TNI–Polri–Basarnas–BPBD Dikerahkan Maksimal
Dalam arahannya, Kapten Andoko menegaskan pentingnya kecepatan, ketelitian, dan keselamatan personel dalam menjalankan operasi kemanusiaan tersebut. Pasukan Koramil Songgon yang dipimpin Peltu Zainul bersama lima anggota menjadi garda utama dalam penyisiran sektor-sektor kritis di sepanjang jalur sungai.
Operasi ini turut melibatkan:
- Tim Basarnas di bawah koordinasi Kasi Ops Basarnas, Nopik,
- Polsek Songgon dengan kehadiran Aipda Soleh dan enam personel,
- BPBD Kabupaten Banyuwangi,
- Tim Rafting Bos Pro yang dipimpin Owner Tarji,
- Serta puluhan warga yang secara sukarela ikut memperkuat pencarian.
Keterlibatan lintas sektor ini menunjukkan kuatnya solidaritas antara aparat keamanan dan masyarakat dalam menangani peristiwa darurat di wilayah pedesaan.
Pencarian Berbasis Sektor, Fokus pada Titik-Titik Rawan
Setelah briefing taktis pukul 07.30 WIB, operasi dilanjutkan pukul 08.00 WIB dengan pola penyisiran sektor yang telah dirumuskan Danramil. Titik awal pencarian dimulai dari lokasi terakhir korban terlihat, kemudian bergerak ke hilir secara sistematis.
Setiap tim SAR dibagi menurut sektor yang mempertimbangkan:
- Kontur sungai,
- Potensi pusaran air,
- Tumpukan material kayu dan batu,
- Titik penyempitan arus yang rawan menghambat objek hanyut.
Kepemimpinan Kapten Andoko yang turun langsung ke lapangan memberikan efektivitas koordinasi antartim, memastikan setiap langkah berjalan sesuai standar operasi SAR.
Pencarian Masih Berlangsung Intensif
Hingga berita ini diterbitkan, korban belum ditemukan dan operasi diperpanjang sepanjang aliran sungai. Personel Koramil 0825/20 Songgon bersama tim gabungan terus melakukan pemantauan dan penyisiran, baik melalui jalur air maupun darat.
Kapten Andoko menegaskan bahwa pencarian akan dilakukan tanpa jeda hingga Ponirin ditemukan.
“Ini bukan hanya operasi SAR, tetapi bentuk tanggung jawab kami kepada masyarakat. Kami akan terus bekerja maksimal,” tegasnya.
Kodim 0825/Banyuwangi terus menunjukkan produktivitas dan dedikasi dalam setiap misi kemanusiaan.
(Red)
















