BANYUWANGI – Malam pisah sambut Kapolresta Banyuwangi bukan sekadar agenda kedinasan. Ia menjelma menjadi malam perpisahan penuh emosi, ketika Kombes Pol Dr. Rama Samtama Putra, S.I.K., M.Si., M.H., menerima banjir cendera mata, pelukan hangat, dan ungkapan tulus dari berbagai lapisan masyarakat—dari pejabat, hingga warga paling bawah.
Satu per satu, cendera mata diserahkan. Bukan hanya dari unsur Forkopimda, pimpinan OPD, dan instansi vertikal, tetapi juga dari relawan sosial, tokoh kampung, hingga warga biasa yang datang dengan mata berkaca-kaca. Malam itu, Banyuwangi seakan enggan melepas sosok pemimpinnya.
Cendera mata yang diterima tidak selalu mewah. Ada yang sederhana, ada yang khas budaya lokal. Namun semuanya memiliki makna yang sama: rasa terima kasih dan cinta masyarakat kepada pemimpin yang hadir, mendengar, dan peduli.
Beberapa warga tampak menahan haru saat menyerahkan kenang-kenangan. Pelukan singkat, jabat tangan erat, dan ucapan lirih menjadi bahasa kejujuran yang tak tertulis. Momen-momen tersebut menggambarkan bahwa kepemimpinan Kombes Pol Rama bukan hanya dirasakan di balik meja, tetapi nyata di tengah kehidupan masyarakat.
Selama menjabat sebagai Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Dr. Rama Samtama Putra dikenal sebagai figur yang membumi dan mudah ditemui. Ia kerap turun langsung ke lapangan, berdialog tanpa jarak, serta menyelesaikan persoalan dengan pendekatan humanis tanpa mengurangi ketegasan hukum.
Keamanan dan ketertiban masyarakat terjaga, sinergi lintas sektor menguat, dan kepercayaan publik terhadap Polri semakin kokoh. Namun lebih dari itu, ia meninggalkan jejak emosional—sebuah hubungan batin antara aparat negara dan masyarakat yang dilayani.
Malam itu, cendera mata yang menumpuk bukan sekadar simbol perpisahan, melainkan bukti bahwa pengabdian yang tulus selalu menemukan jalannya ke hati rakyat.
Dalam suasana penuh kehangatan, Kombes Pol Dr. Rama Samtama Putra menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh masyarakat Banyuwangi. Ia menegaskan bahwa semua capaian dan keberhasilan bukanlah kerja pribadi, melainkan hasil kebersamaan, doa, dan dukungan semua pihak.
Kini, ia melangkah menuju amanah baru sebagai Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Papua, membawa serta kenangan, doa, dan harapan dari Banyuwangi—daerah yang telah menjadi bagian penting dalam perjalanan pengabdiannya.
Perpisahan itu mungkin singkat, tetapi kesan yang ditinggalkan akan tinggal lama. Banyuwangi tidak hanya melepas seorang Kapolresta, melainkan mengantar seorang pemimpin yang telah menjadi bagian dari keluarga besar masyarakat banyuwangi.
(Red)
















