• REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
Ganesha BWI
  • HOME
  • TRENDING
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLRI
  • TNI
  • PARLEMEN
  • PARIWISATA
  • PERISTIWA
  • PENDIDIKAN
  • WAWASAN NUSANTARA
No Result
View All Result
  • HOME
  • TRENDING
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLRI
  • TNI
  • PARLEMEN
  • PARIWISATA
  • PERISTIWA
  • PENDIDIKAN
  • WAWASAN NUSANTARA
No Result
View All Result
Ganesha BWI
No Result
View All Result
  • HOME
  • TRENDING
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLRI
  • TNI
  • PARLEMEN
  • PARIWISATA
  • PERISTIWA
  • PENDIDIKAN
  • WAWASAN NUSANTARA
Home DAERAH

Kecaman Keras Pimpinan Redaksi Menggema: Tragedi Bayi Tewas di Sungai Tercemar Banyuwangi Jadi Bukti Nyata Krisis Moral dan Kejahatan Berat

Nur Kholis by Nur Kholis
April 22, 2026
in DAERAH, PERISTIWA, TRENDING
0
Kecaman Keras Pimpinan Redaksi Menggema: Tragedi Bayi Tewas di Sungai Tercemar Banyuwangi Jadi Bukti Nyata Krisis Moral dan Kejahatan Berat

Banyuwangi, Jawa Timur – Peristiwa memilukan yang terjadi di Dusun Krajan Sumber Bening, Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng, Kabupaten Banyuwangi, kembali menampar kesadaran publik. Sesosok bayi laki-laki ditemukan tak bernyawa di aliran sungai yang tercemar sampah, memicu duka sekaligus kemarahan luas.

Penemuan tragis ini bermula dari seorang warga yang melintas sepulang memancing. Kecurigaan atas benda asing di aliran sungai berubah menjadi kenyataan pahit ketika diketahui bahwa objek tersebut adalah jasad bayi. Laporan segera diteruskan ke aparat, dan petugas Polsek Genteng bergerak cepat melakukan olah TKP serta evakuasi. Jenazah kemudian dibawa ke RSUD Blambangan untuk proses identifikasi.

Namun, di balik proses penyelidikan yang masih berjalan, sorotan tajam justru datang dari Pimpinan Redaksi Media Nasional Ganesha Abadi.

Baca Juga  Festival Ngrandu Buko: Kuliner Ramadan Banyuwangi Tanpa Kantong Plastik

Kecaman Tanpa Kompromi dari Pimpinan Redaksi

Pimpinan Redaksi Media Nasional Ganesha Abadi, Nur Kholis, melontarkan kecaman keras, tegas, dan tanpa kompromi terhadap dugaan tindakan keji tersebut.

“Ini adalah kejahatan biadab yang tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga menghancurkan nilai-nilai kemanusiaan paling dasar. Tidak ada satu pun alasan yang bisa membenarkan tindakan membuang bayi hingga kehilangan nyawa. Ini bukan sekadar kasus, ini adalah tragedi moral bangsa!”

Dengan nada tegas, ia juga mendesak aparat penegak hukum agar tidak bermain-main dalam menangani kasus ini.

“Kami menuntut aparat bertindak cepat, profesional, dan transparan. Jika pelaku tidak segera diungkap, maka ini menjadi preseden buruk bagi penegakan hukum. Negara tidak boleh kalah oleh pelaku kejahatan yang tidak berperikemanusiaan.”

Tak hanya itu, kritik tajam juga diarahkan pada kondisi lingkungan yang memperparah tragedi.

“Fakta bahwa jasad bayi ditemukan di sungai penuh sampah adalah bukti kegagalan sistemik. Ini bukan hanya soal pelaku, tapi juga soal pembiaran baik terhadap lingkungan maupun terhadap krisis sosial yang terjadi di masyarakat.”

Baca Juga  CSSB Banyuwangi Berkolaborasi Jadikan Banyuwangi Surga Olahraga Ekstrem

Indikasi Pelanggaran Hukum Berat

Kasus ini diduga melanggar berbagai ketentuan hukum, di antaranya:

  • Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP)
    • Pasal 304–306: Penelantaran anak hingga menyebabkan kematian
    • Pasal 338: Pembunuhan
    • Pasal 340: Pembunuhan berencana (jika terbukti)
  • Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014
    • Pasal 76B dan 77B terkait larangan dan sanksi penelantaran anak
  • Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008
    • Pelanggaran pencemaran lingkungan akibat pembuangan sampah sembarangan

Ancaman Sanksi

Pelaku dapat dijerat dengan:

  • Hukuman penjara hingga 15 tahun atau lebih, bahkan seumur hidup jika terbukti pembunuhan berencana
  • Sanksi tambahan sesuai UU Perlindungan Anak
  • Sanksi pidana terkait pelanggaran lingkungan
Baca Juga  TMMD ke-125: Dari ABRI Masuk Desa hingga Jembatan Beton di Banyuwangi

Desakan Tegas Media Nasional Ganesha Abadi

Menguatkan pernyataan pimpinan redaksi, Media Nasional Ganesha Abadi menegaskan:

  • Penegakan hukum harus dilakukan tanpa pandang bulu
  • Pemerintah daerah wajib memperbaiki sistem pengawasan lingkungan
  • Edukasi masyarakat tentang perlindungan anak harus diperkuat secara masif

Tragedi ini bukan hanya duka, tetapi juga peringatan keras bahwa krisis moral dan lemahnya pengawasan masih menjadi ancaman nyata. Suara keras dari Pimpinan Redaksi menjadi simbol bahwa keadilan harus ditegakkan tanpa kompromi.

Media Nasional Ganesha Abadi akan terus berdiri di garis depan dalam mengawal kebenaran dan keadilan.

Post Views: 313
Konsultasikan sekarang‼️
Tags: Kecaman Keras Pimpinan Redaksi Menggema: Tragedi Bayi Tewas di Sungai Tercemar Banyuwangi Jadi Bukti Nyata Krisis Moral dan Kejahatan Berat
Previous Post

Darurat Kemanusiaan di Banyuwangi: Bayi Laki-Laki Ditemukan Tewas di Sungai Tercemar, Dugaan Kejahatan Berat Disorot Publik

Nur Kholis

Nur Kholis

Berani Tajam Sesuai Data Mengungkap Fakta Sesuai Kejadian dilapangan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected test

  • 23.9k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
IPHI Jawa Timur Gelar Sertifikasi Pembimbing Manasik Haji Profesional Angkatan Ketiga

IPHI Jawa Timur Gelar Sertifikasi Pembimbing Manasik Haji Profesional Angkatan Ketiga

Agustus 24, 2025
Siswa SMK Negeri 1 Glagah Hilang Saat PKL di Kapal Penangkap Ikan, Publik Desak Transparansi, Kepastian Hukum dan Keadilan

Siswa SMK Negeri 1 Glagah Hilang Saat PKL di Kapal Penangkap Ikan, Publik Desak Transparansi, Kepastian Hukum dan Keadilan

Februari 14, 2026
Ketua Komunitas Sadar Hukum Banyuwangi Mengecam Pelayanan SMA Negeri 1 Muncar dan Akan Jadikan Percontohan Laporan Dugaan Pungli Pendidikan Banyuwangi

Ketua Komunitas Sadar Hukum Banyuwangi Mengecam Pelayanan SMA Negeri 1 Muncar dan Akan Jadikan Percontohan Laporan Dugaan Pungli Pendidikan Banyuwangi

Juli 17, 2025
SMP Darussyfa'ah dan MA Raudhatut Tholabah Genteng Tahan Ijazah Siswa

SMP Darussyfa’ah dan MA Raudhatut Tholabah Genteng Tahan Ijazah Siswa

Desember 20, 2024
Banyuwangi Larang Study Tour, Sekolah Diminta Rayakan Kelulusan secara Edukatif dan Bermakna

Banyuwangi Larang Study Tour, Sekolah Diminta Rayakan Kelulusan secara Edukatif dan Bermakna

1
Polsek Tegaldlimo Peringati Maulid Nabi dengan Doa Bersama dan Santunan Anak Yatim

Polsek Tegaldlimo Peringati Maulid Nabi dengan Doa Bersama dan Santunan Anak Yatim

1
Dandim 0825/Banyuwangi Berikan Penghargaan Prajurit Berprestasi

Dandim 0825/Banyuwangi Berikan Penghargaan Prajurit Berprestasi

0
Kodim 0825 Banyuwangi Rayakan HUT Korpri ke-53 dengan Tasyakuran dan Santunan Anak Yatim

Kodim 0825 Banyuwangi Rayakan HUT Korpri ke-53 dengan Tasyakuran dan Santunan Anak Yatim

0
Kecaman Keras Pimpinan Redaksi Menggema: Tragedi Bayi Tewas di Sungai Tercemar Banyuwangi Jadi Bukti Nyata Krisis Moral dan Kejahatan Berat

Kecaman Keras Pimpinan Redaksi Menggema: Tragedi Bayi Tewas di Sungai Tercemar Banyuwangi Jadi Bukti Nyata Krisis Moral dan Kejahatan Berat

April 22, 2026
Darurat Kemanusiaan di Banyuwangi: Bayi Laki-Laki Ditemukan Tewas di Sungai Tercemar, Dugaan Kejahatan Berat Disorot Publik

Darurat Kemanusiaan di Banyuwangi: Bayi Laki-Laki Ditemukan Tewas di Sungai Tercemar, Dugaan Kejahatan Berat Disorot Publik

April 22, 2026
Skandal Kemanusiaan di Banyuwangi: Bayi Laki-Laki Ditemukan Tak Bernyawa di Sungai Kotor, Dugaan Kejahatan Berat Mengemuka

Skandal Kemanusiaan di Banyuwangi: Bayi Laki-Laki Ditemukan Tak Bernyawa di Sungai Kotor, Dugaan Kejahatan Berat Mengemuka

April 22, 2026
Pengelolaan Aset Desa Disorot Keras: Komunitas Sadar Hukum Banyuwangi Desak Audiensi Terbuka Transparansi Dinas Pertanian

Pengelolaan Aset Desa Disorot Keras: Komunitas Sadar Hukum Banyuwangi Desak Audiensi Terbuka Transparansi Dinas Pertanian

April 22, 2026

Recent News

Kecaman Keras Pimpinan Redaksi Menggema: Tragedi Bayi Tewas di Sungai Tercemar Banyuwangi Jadi Bukti Nyata Krisis Moral dan Kejahatan Berat

Kecaman Keras Pimpinan Redaksi Menggema: Tragedi Bayi Tewas di Sungai Tercemar Banyuwangi Jadi Bukti Nyata Krisis Moral dan Kejahatan Berat

April 22, 2026
Darurat Kemanusiaan di Banyuwangi: Bayi Laki-Laki Ditemukan Tewas di Sungai Tercemar, Dugaan Kejahatan Berat Disorot Publik

Darurat Kemanusiaan di Banyuwangi: Bayi Laki-Laki Ditemukan Tewas di Sungai Tercemar, Dugaan Kejahatan Berat Disorot Publik

April 22, 2026
Skandal Kemanusiaan di Banyuwangi: Bayi Laki-Laki Ditemukan Tak Bernyawa di Sungai Kotor, Dugaan Kejahatan Berat Mengemuka

Skandal Kemanusiaan di Banyuwangi: Bayi Laki-Laki Ditemukan Tak Bernyawa di Sungai Kotor, Dugaan Kejahatan Berat Mengemuka

April 22, 2026
Pengelolaan Aset Desa Disorot Keras: Komunitas Sadar Hukum Banyuwangi Desak Audiensi Terbuka Transparansi Dinas Pertanian

Pengelolaan Aset Desa Disorot Keras: Komunitas Sadar Hukum Banyuwangi Desak Audiensi Terbuka Transparansi Dinas Pertanian

April 22, 2026

Browse by Category

  • DAERAH
  • HUKUM
  • NASIONAL
  • NEWS
  • PARIWISATA
  • PARLEMEN
  • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • POLRI
  • SENI BUDAYA
  • SOSIAL
  • TNI
  • TRENDING
  • WAWASAN NUSANTARA

Recent News

Kecaman Keras Pimpinan Redaksi Menggema: Tragedi Bayi Tewas di Sungai Tercemar Banyuwangi Jadi Bukti Nyata Krisis Moral dan Kejahatan Berat

Kecaman Keras Pimpinan Redaksi Menggema: Tragedi Bayi Tewas di Sungai Tercemar Banyuwangi Jadi Bukti Nyata Krisis Moral dan Kejahatan Berat

April 22, 2026
Darurat Kemanusiaan di Banyuwangi: Bayi Laki-Laki Ditemukan Tewas di Sungai Tercemar, Dugaan Kejahatan Berat Disorot Publik

Darurat Kemanusiaan di Banyuwangi: Bayi Laki-Laki Ditemukan Tewas di Sungai Tercemar, Dugaan Kejahatan Berat Disorot Publik

April 22, 2026
  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik

Hak Cipta ganeshabwi.com © 2024

No Result
View All Result

Hak Cipta ganeshabwi.com © 2024