Banyuwangi – Dalam kurun waktu tiga hari, dua warga meninggal dunia di Lubang bekas tambang galian C yang sama, berlokasi di Dusun Krajan, Desa Badean, Kecamatan Blimbingsari, Kabupaten Banyuwangi. Fakta ini memantik kemarahan publik karena dinilai sebagai bentuk kelalaian serius terhadap keselamatan warga.
Korban pertama meninggal saat memancing di lokasi tersebut. Tidak berselang lama, korban kedua kembali ditemukan tewas tenggelam di titik yang sama. Dua nyawa dalam tiga hari di satu lokasi identik mempertegas bahwa kawasan tersebut merupakan zona berbahaya yang belum ditangani secara tuntas.
IWB: Ini Bukan Sekadar Musibah, Ini Kegagalan Pengawasan
Ketua Komunitas Info Warga Banyuwangi (IWB), Abi Arbain, melontarkan kritik keras terhadap pemerintah daerah dan aparat penegak hukum (APH) yang dinilai lamban merespons ancaman nyata dari lubang bekas tambang.
“Tiga hari dua korban di tempat yang sama. Ini bukan insiden biasa. Ini kegagalan pengawasan. Kalau memang tahu itu berbahaya, kenapa tidak diamankan total sejak awal?” tegas Abi Arbain.
Ia menambahkan bahwa lubang bekas tambang yang dibiarkan terbuka tanpa reklamasi dan tanpa sistem pengamanan merupakan ancaman nyata bagi keselamatan masyarakat.
“Jangan Hanya Dakwah dan Menutup Lubang Jalan”
Dalam pernyataan yang lebih tajam, Abi Arbain menyindir pola kebijakan yang dinilai tidak menyentuh persoalan mendasar.
“Kami minta pemerintah jangan hanya sibuk dakwah dan menutup lubang jalan. Lubang tambang yang memakan korban jiwa jauh lebih berbahaya dan harus jadi prioritas utama. Keselamatan warga tidak boleh kalah oleh pencitraan,” ujar Abi dengan nada tegas.
Menurutnya, langkah simbolik tidak cukup jika persoalan struktural seperti tambang terbuka dan kewajiban reklamasi tidak ditegakkan secara konsisten.
Desakan Evaluasi dan Penegakan Tegas
IWB mendesak dilakukan:
- Audit total status izin dan kewajiban reklamasi lokasi tambang galian C di Banyuwangi
- Penutupan permanen atau pengamanan ketat seluruh tambang berisiko
- Transparansi hasil pemeriksaan kepada publik
- Penindakan tegas terhadap pihak yang lalai jika ditemukan pelanggaran
Abi menegaskan bahwa dua korban dalam waktu singkat adalah alarm keras bagi tata kelola tambang di Banyuwangi.
“Jangan tunggu korban ketiga. Negara harus hadir sebelum nyawa melayang, bukan setelah ada jenazah,” pungkasnya.
Media Nasional Ganesha Abadi menilai tragedi berulang di lokasi yang sama ini harus menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap pengawasan tambang galian C di Banyuwangi. Keselamatan publik adalah tanggung jawab bersama yang tidak bisa ditunda.
















