BANYUWANGI — Penguatan potensi sumber daya manusia berbasis teknologi digital terus menjadi perhatian serius di tengah percepatan era transformasi digital. Hal ini tercermin dari inisiatif Rumah Aspirasi Sonny T. Danaparamita yang menggelar pelatihan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) bagi masyarakat di Banyuwangi.
Kegiatan yang berlangsung interaktif tersebut menghadirkan praktisi digital, Hendrik Tsubasa, sebagai narasumber utama. Pelatihan diikuti para relawan dan generasi muda sebagai bagian dari upaya strategis meningkatkan kapasitas sumber daya manusia menghadapi disrupsi teknologi.
Dalam sambutannya, Sonny T. Danaparamita menegaskan bahwa penguasaan teknologi AI bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak dalam membangun daya saing di era digital.
“Artificial Intelligence saat ini menjadi bagian penting dalam hampir seluruh sektor. Generasi muda harus mampu memahami dan memanfaatkan teknologi ini secara produktif dan bertanggung jawab,” tegasnya.
Materi pelatihan menyoroti pemanfaatan berbagai platform AI populer seperti ChatGPT, Google Gemini, dan Claude yang kini banyak digunakan dalam berbagai aktivitas digital, mulai dari pembuatan konten, pengolahan data, hingga peningkatan efisiensi kerja.
Hendrik Tsubasa menjelaskan bahwa setiap platform memiliki keunggulan spesifik yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengguna.
“AI bukan untuk menggantikan manusia, tetapi untuk meningkatkan produktivitas. Kuncinya adalah bagaimana kita menggunakannya secara tepat, baik untuk kreativitas, administrasi, maupun pengembangan ide,” jelasnya.
Pelatihan berlangsung dinamis dengan sesi praktik langsung yang memungkinkan peserta memahami penggunaan AI secara aplikatif. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap literasi digital yang relevan dengan perkembangan zaman.
Kegiatan ini menjadi bagian penting dari pembangunan daerah berbasis potensi sumber daya manusia, di mana peningkatan kapasitas digital menjadi faktor kunci dalam menciptakan masyarakat yang adaptif, inovatif, dan kompetitif.
Dengan semakin meluasnya pemanfaatan AI di berbagai sektor, langkah-langkah edukatif seperti ini diharapkan mampu mencetak generasi yang tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pelaku utama dalam ekosistem digital yang produktif dan berdaya saing tinggi.
(Redaksi – Media Nasional Ganesha Abadi)
















