BANYUWANGI – Transformasi kawasan pesisir Plengsengan Ancol, Kelurahan Lateng, Kecamatan Banyuwangi, kini memasuki babak baru. Program strategis nasional Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang menjadi salah satu prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, telah mencapai tahap akhir pembangunan dan siap difungsikan sebagai pusat ekonomi pesisir modern berbasis kearifan lokal.
Hingga akhir Januari 2026, progres fisik pembangunan KNMP Lateng menunjukkan capaian signifikan. Aktivitas di lapangan difokuskan pada penyempurnaan bangunan, penataan lanskap kawasan, serta finalisasi sarana penunjang guna memastikan seluruh fasilitas beroperasi optimal bagi masyarakat nelayan.
KNMP Lateng tidak sekadar dibangun sebagai kawasan hunian. Pemerintah merancangnya sebagai ekosistem terpadu yang mengintegrasikan permukiman nelayan, sentra produksi perikanan, hingga pengembangan wisata kuliner berbasis hasil laut unggulan Banyuwangi.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Banyuwangi, Suryono Bintang Samudra, menegaskan bahwa pendekatan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat pesisir.
“KNMP Lateng dirancang agar nelayan tidak hanya menjadi produsen ikan, tetapi juga memperoleh nilai tambah dari pengolahan dan pemasaran hasil tangkapannya. Ini adalah fondasi ekonomi pesisir yang berkelanjutan dan mandiri,” ujar Suryono.
Arsitektur Lokal, Identitas Daerah
Daya tarik KNMP Lateng semakin kuat dengan penerapan desain arsitektur berbasis budaya lokal. Enam bangunan utama mengadopsi bentuk rumah adat Suku Osing, dipadukan dengan ornamen khas batik Gajah Oling. Perpaduan nilai tradisi dan konsep modern ini menegaskan identitas Banyuwangi sebagai daerah yang maju tanpa meninggalkan akar budayanya.
Kepercayaan pemerintah pusat terhadap Banyuwangi tercermin dari penetapan daerah ini sebagai salah satu dari 100 lokasi percontohan nasional pengembangan Kampung Nelayan Terpadu di Indonesia.
Fasilitas Penunjang Produktivitas Nelayan
Untuk memastikan kawasan ini benar-benar fungsional, KNMP Lateng dilengkapi berbagai fasilitas strategis, antara lain:
- Dermaga sandar perahu dan tempat pendaratan ikan
- Stasiun Pengisian Bahan Bakar Perikanan (SPBB)
- Pabrik es dan unit pengolahan hasil laut
- Sentra kuliner seafood
- Balai pertemuan dan aktivitas nelayan
Menurut Suryono, pekerjaan fisik diproyeksikan rampung dalam waktu dekat. Tahapan berikutnya adalah penyelesaian administrasi berupa Berita Acara Serah Terima (BAST) sebelum kawasan dioperasikan secara penuh.
“Pengelolaan kawasan akan dilakukan secara mandiri melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang telah dibentuk. Dengan model ini, manfaat ekonomi KNMP diharapkan benar-benar dirasakan langsung oleh nelayan dan masyarakat pesisir Lateng,” pungkasnya.
Dengan hadirnya Kampung Nelayan Merah Putih Lateng, Banyuwangi kembali menegaskan posisinya sebagai daerah percontohan pembangunan pesisir nasional yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat, penguatan ekonomi lokal, dan pelestarian budaya.
(Red)
















