BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi kembali menegaskan keseriusannya dalam membangun daerah berbasis potensi sumber daya lokal melalui gelaran Kontes, Pameran, dan Bursa Ternak 2026. Kegiatan yang dipusatkan di Desa Kedungasri, Kecamatan Tegaldlimo ini menjadi panggung strategis untuk mengangkat kualitas dan daya saing sektor peternakan sebagai tulang punggung ekonomi masyarakat.
Ratusan ternak unggulan ditampilkan dalam ajang bergengsi tersebut, mulai dari sapi ras simental, limosin, hingga Belgian Blue dengan bobot fantastis yang menembus angka satu ton. Tak sekadar pameran, kegiatan ini menjadi indikator konkret keberhasilan peternak lokal dalam meningkatkan kualitas produksi berbasis teknologi dan manajemen modern.
Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono, menegaskan bahwa kontes ternak bukan hanya seremoni tahunan, melainkan bagian dari strategi pembangunan ekonomi berbasis potensi sumber daya daerah.
“Ini adalah etalase kekuatan peternakan Banyuwangi. Kita ingin menunjukkan bahwa sektor peternakan memiliki nilai ekonomi tinggi dan mampu menjadi penggerak utama kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Ajang ini juga membuka ruang transaksi langsung melalui bursa ternak yang mempertemukan peternak dengan pembeli potensial. Sejumlah sapi unggulan bahkan telah menarik minat pasar dengan nilai penawaran mencapai ratusan juta rupiah, menandakan tingginya daya saing ternak lokal di pasar regional maupun nasional.
Salah satu peternak, M. Adam dari Enzo Farm, mencatat prestasi membanggakan dengan sapi berbobot lebih dari 1.100 kilogram yang berhasil meraih juara kategori ekstrem. Ia mengungkapkan bahwa kualitas ternaknya terus meningkat seiring dukungan pemerintah daerah dan akses pasar yang semakin terbuka.
“Permintaan terus naik, terutama menjelang Idul Adha. Ini bukti bahwa ternak lokal Banyuwangi semakin dipercaya,” ujarnya.
Lebih dari sekadar kompetisi, kegiatan ini menjadi sarana edukasi dan transfer pengetahuan antarpeternak. Inovasi pakan, teknik penggemukan, hingga manajemen kesehatan ternak menjadi topik yang активно dipertukarkan dalam forum ini, memperkuat kapasitas sumber daya manusia di sektor peternakan.
Selain itu, sentuhan budaya lokal dalam parade ternak melalui dekorasi unik dan ornamen khas Banyuwangi menambah daya tarik sekaligus memperkuat identitas daerah dalam setiap lini pembangunan.
Momentum ini juga dinilai strategis dalam menyambut kebutuhan hewan kurban menjelang Idul Adha, sekaligus memastikan ketersediaan ternak yang sehat, berkualitas, dan sesuai standar.
Dengan sinergi antara pemerintah, peternak, dan pasar, Banyuwangi terus membuktikan diri sebagai daerah yang mampu mengelola potensi sumber daya secara optimal dan berkelanjutan. Kontes dan Bursa Ternak 2026 menjadi simbol kuat bahwa pembangunan ekonomi daerah tidak hanya bertumpu pada konsep, tetapi hadir nyata dalam penguatan sektor riil yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.
(Redaksi – Media Nasional Ganesha Abadi)
















