• REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
Ganesha BWI
  • HOME
  • TRENDING
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLRI
  • TNI
  • PARLEMEN
  • PARIWISATA
  • PERISTIWA
  • PENDIDIKAN
  • WAWASAN NUSANTARA
No Result
View All Result
  • HOME
  • TRENDING
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLRI
  • TNI
  • PARLEMEN
  • PARIWISATA
  • PERISTIWA
  • PENDIDIKAN
  • WAWASAN NUSANTARA
No Result
View All Result
Ganesha BWI
No Result
View All Result
  • HOME
  • TRENDING
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLRI
  • TNI
  • PARLEMEN
  • PARIWISATA
  • PERISTIWA
  • PENDIDIKAN
  • WAWASAN NUSANTARA
Home DAERAH

Rp 2 Triliun Mengalir ke Tetes: Industri Gula Nasional Diminta Berhenti Berlindung di Balik Alasan Harga

Nur Kholis by Nur Kholis
Februari 27, 2026
in DAERAH, TRENDING
0
Rp 2 Triliun Mengalir ke Tetes: Industri Gula Nasional Diminta Berhenti Berlindung di Balik Alasan Harga

BANYUWANGI – Di setiap musim giling, narasi lama kembali diputar: industri gula merugi karena harga gula rendah, harga tetes turun, atau pasar tidak berpihak. Harga kembali dijadikan terdakwa utama. Namun sebuah kritik tajam datang dari kalangan petani tebu.

Rifki Al Amudi dari DPC APTRI Banyuwangi menilai, persoalan utama industri gula nasional bukan semata-mata harga, melainkan inefisiensi proses produksi yang berlangsung sistemik dan bertahun-tahun tidak diselesaikan secara serius.

“Jika setiap tahun potensi Rp 2 triliun hilang ke tetes, maka menyalahkan harga adalah bentuk pengalihan isu dari problem yang lebih mendasar,” tegasnya.


Tetes Tebu: Produk Samping atau Simbol Inefisiensi?

Secara teknis, tetes tebu (molasses) masih mengandung total gula sekitar 45–60 persen, dengan kandungan sukrosa 25–40 persen. Artinya, setiap ton tetes masih menyimpan gula dalam jumlah signifikan yang gagal dikristalkan dalam proses produksi utama.

Dengan produksi tebu nasional sekitar 35 juta ton per tahun dan rasio tetes sekitar 4,5 persen, Indonesia menghasilkan kurang lebih 1,5 juta ton tetes setiap tahun. Jika rata-rata kandungan sukrosa 30 persen, maka terdapat lebih dari 470 ribu ton sukrosa yang ikut terbawa dalam tetes.

Memang tidak semua gula tersebut dapat direcovery secara ekonomis. Namun dengan pendekatan efisiensi konservatif, setidaknya sekitar 140 ribu ton gula masih berpotensi dicegah agar tidak hilang ke tetes.

Dengan asumsi harga gula Rp 14.500 per kilogram, nilai ekonomi yang hilang mendekati Rp 2 triliun per tahun.

Angka ini setara hampir 6 persen produksi gula nasional — bukan jumlah kecil dalam konteks swasembada gula.


Persoalan Fundamental: Mesin Tua dan Proses Tak Presisi

Rifki menilai, akar persoalan industri gula nasional terletak pada problem klasik yang berulang:

  • Mesin berusia tua dengan efisiensi ekstraksi rendah
  • Proses kristalisasi yang belum optimal
  • Kontrol proses yang tidak presisi
  • Utilisasi kapasitas pabrik yang belum maksimal
  • Manajemen produksi yang belum berbasis efisiensi modern
Baca Juga  Cegah Kemacetan, Polresta Banyuwangi Tambah Personel Hingga Perbatasan Baluran

Dalam kondisi seperti ini, gula yang seharusnya menjadi produk utama justru “bocor” dalam bentuk tetes.

Sebagai pembanding, negara produsen seperti Brasil dan Thailand mampu menekan kehilangan gula ke tetes pada level jauh lebih rendah. Bukan semata karena harga lebih baik, tetapi karena modernisasi teknologi dan disiplin efisiensi proses.


Ironi Swasembada Gula

Ironinya, di tengah wacana swasembada dan perlindungan industri dalam negeri, ruang efisiensi internal yang begitu besar justru belum dimaksimalkan.

Setiap kilogram gula yang tertinggal di tetes bukan hanya kerugian perusahaan. Itu adalah:

  • Kerugian petani tebu
  • Kerugian industri nasional
  • Kerugian penerimaan negara
  • Kerugian upaya kemandirian pangan

“Jika efisiensi ditingkatkan, produksi gula nasional bisa naik tanpa membuka lahan baru, tanpa menambah biaya tanam, bahkan tanpa harus berharap harga melonjak,” ujar Rifki.


Saatnya Narasi Berubah

Industri gula nasional saat ini berada dalam fase transformasi. Namun transformasi tidak boleh berhenti pada restrukturisasi kelembagaan atau pergantian manajemen. Transformasi harus menyentuh inti persoalan: efisiensi teknis dan modernisasi proses produksi.

Harga adalah variabel eksternal.
Efisiensi adalah variabel internal.

Harga tidak selalu bisa dikendalikan.
Efisiensi selalu bisa diperbaiki.

Menurut Rifki, selama industri lebih sibuk menekan pemerintah soal harga dibanding memperbaiki kebocoran internal, maka problem fundamental akan terus berulang setiap musim giling.


Penutup: Rp 2 Triliun yang Tak Boleh Lagi Dianggap Biasa

Rp 2 triliun yang “mengalir ke tetes” setiap tahun bukan sekadar angka statistik. Ia adalah simbol lemahnya disiplin efisiensi dalam industri gula nasional.

Jika industri ingin benar-benar bangkit dan kompetitif, maka paradigma harus berubah:

Bukan lagi mencari kambing hitam di pasar,
tetapi membangun keunggulan dari dalam sistem produksi.

Baca Juga  Purna Tugas Kapten Kav Makali, Danramil 0825/14 Kabat Berpamitan dengan Haru

Karena pada akhirnya, masa depan industri gula Indonesia tidak ditentukan oleh harga semata, melainkan oleh kemampuan memastikan bahwa setiap tetes tebu menghasilkan nilai optimal bagi bangsa.

(Red)

Post Views: 383
Konsultasikan sekarang‼️
Tags: Rp 2 Triliun Mengalir ke Tetes: Industri Gula Nasional Diminta Berhenti Berlindung di Balik Alasan Harga
Previous Post

Aktivitas Dermaga di Pantai Candrian Disorot, Banyuwangi Selatan Rawan Penyelundupan dan Perdagangan Ilegal

Next Post

Kebocoran Gula Nasional Diduga Capai Triliunan Rupiah: Evaluasi Total Efisiensi Pabrik Gula Tak Bisa Ditunda

Nur Kholis

Nur Kholis

Berani Tajam Sesuai Data Mengungkap Fakta Sesuai Kejadian dilapangan

Next Post
Kebocoran Gula Nasional Diduga Capai Triliunan Rupiah: Evaluasi Total Efisiensi Pabrik Gula Tak Bisa Ditunda

Kebocoran Gula Nasional Diduga Capai Triliunan Rupiah: Evaluasi Total Efisiensi Pabrik Gula Tak Bisa Ditunda

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected test

  • 23.9k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
IPHI Jawa Timur Gelar Sertifikasi Pembimbing Manasik Haji Profesional Angkatan Ketiga

IPHI Jawa Timur Gelar Sertifikasi Pembimbing Manasik Haji Profesional Angkatan Ketiga

Agustus 24, 2025
Siswa SMK Negeri 1 Glagah Hilang Saat PKL di Kapal Penangkap Ikan, Publik Desak Transparansi, Kepastian Hukum dan Keadilan

Siswa SMK Negeri 1 Glagah Hilang Saat PKL di Kapal Penangkap Ikan, Publik Desak Transparansi, Kepastian Hukum dan Keadilan

Februari 14, 2026
Ketua Komunitas Sadar Hukum Banyuwangi Mengecam Pelayanan SMA Negeri 1 Muncar dan Akan Jadikan Percontohan Laporan Dugaan Pungli Pendidikan Banyuwangi

Ketua Komunitas Sadar Hukum Banyuwangi Mengecam Pelayanan SMA Negeri 1 Muncar dan Akan Jadikan Percontohan Laporan Dugaan Pungli Pendidikan Banyuwangi

Juli 17, 2025
Komunitas Sadar Hukum Banyuwangi Somasi SMP Bustanul Makmur: Soroti Dugaan Pemerasan, Bullying Guru, dan Pelanggaran UU Perlindungan Anak

Komunitas Sadar Hukum Banyuwangi Somasi SMP Bustanul Makmur: Soroti Dugaan Pemerasan, Bullying Guru, dan Pelanggaran UU Perlindungan Anak

November 3, 2025
Banyuwangi Larang Study Tour, Sekolah Diminta Rayakan Kelulusan secara Edukatif dan Bermakna

Banyuwangi Larang Study Tour, Sekolah Diminta Rayakan Kelulusan secara Edukatif dan Bermakna

1
Polsek Tegaldlimo Peringati Maulid Nabi dengan Doa Bersama dan Santunan Anak Yatim

Polsek Tegaldlimo Peringati Maulid Nabi dengan Doa Bersama dan Santunan Anak Yatim

1
Dandim 0825/Banyuwangi Berikan Penghargaan Prajurit Berprestasi

Dandim 0825/Banyuwangi Berikan Penghargaan Prajurit Berprestasi

0
Kodim 0825 Banyuwangi Rayakan HUT Korpri ke-53 dengan Tasyakuran dan Santunan Anak Yatim

Kodim 0825 Banyuwangi Rayakan HUT Korpri ke-53 dengan Tasyakuran dan Santunan Anak Yatim

0
Retribusi Parkir di Kampung Nelayan Lateng, Banyuwangi Jadi Polemik: Pengunjung Pertanyakan Akuntabilitas

Retribusi Parkir di Kampung Nelayan Lateng, Banyuwangi Jadi Polemik: Pengunjung Pertanyakan Akuntabilitas

Maret 26, 2026
GRIB BANYUWANGI TEGASKAN DUKUNGAN PENUH TERHADAP TNI–POLRI: JANGAN ADA UPAYA PELEMAHAN INSTITUSI NEGARA

GRIB BANYUWANGI TEGASKAN DUKUNGAN PENUH TERHADAP TNI–POLRI: JANGAN ADA UPAYA PELEMAHAN INSTITUSI NEGARA

Maret 25, 2026
SKANDAL PEMBIAYAAN DI BANYUWANGI? APPM: PENGALIHAN JAMINAN DIDUGA DIBIARKAN, OJK HARUS TURUN TANGAN!

SKANDAL PEMBIAYAAN DI BANYUWANGI? APPM: PENGALIHAN JAMINAN DIDUGA DIBIARKAN, OJK HARUS TURUN TANGAN!

Maret 25, 2026
Group News Happy Happy Konsisten Berbagi di Jember, Aksi Takjil Gratis Jadi Simbol Kepedulian Ramadhan 2026

Group News Happy Happy Konsisten Berbagi di Jember, Aksi Takjil Gratis Jadi Simbol Kepedulian Ramadhan 2026

Maret 1, 2026

Recent News

Retribusi Parkir di Kampung Nelayan Lateng, Banyuwangi Jadi Polemik: Pengunjung Pertanyakan Akuntabilitas

Retribusi Parkir di Kampung Nelayan Lateng, Banyuwangi Jadi Polemik: Pengunjung Pertanyakan Akuntabilitas

Maret 26, 2026
GRIB BANYUWANGI TEGASKAN DUKUNGAN PENUH TERHADAP TNI–POLRI: JANGAN ADA UPAYA PELEMAHAN INSTITUSI NEGARA

GRIB BANYUWANGI TEGASKAN DUKUNGAN PENUH TERHADAP TNI–POLRI: JANGAN ADA UPAYA PELEMAHAN INSTITUSI NEGARA

Maret 25, 2026
SKANDAL PEMBIAYAAN DI BANYUWANGI? APPM: PENGALIHAN JAMINAN DIDUGA DIBIARKAN, OJK HARUS TURUN TANGAN!

SKANDAL PEMBIAYAAN DI BANYUWANGI? APPM: PENGALIHAN JAMINAN DIDUGA DIBIARKAN, OJK HARUS TURUN TANGAN!

Maret 25, 2026
Group News Happy Happy Konsisten Berbagi di Jember, Aksi Takjil Gratis Jadi Simbol Kepedulian Ramadhan 2026

Group News Happy Happy Konsisten Berbagi di Jember, Aksi Takjil Gratis Jadi Simbol Kepedulian Ramadhan 2026

Maret 1, 2026

Browse by Category

  • DAERAH
  • HUKUM
  • NASIONAL
  • NEWS
  • PARIWISATA
  • PARLEMEN
  • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • POLRI
  • SENI BUDAYA
  • SOSIAL
  • TNI
  • TRENDING
  • WAWASAN NUSANTARA

Recent News

Retribusi Parkir di Kampung Nelayan Lateng, Banyuwangi Jadi Polemik: Pengunjung Pertanyakan Akuntabilitas

Retribusi Parkir di Kampung Nelayan Lateng, Banyuwangi Jadi Polemik: Pengunjung Pertanyakan Akuntabilitas

Maret 26, 2026
GRIB BANYUWANGI TEGASKAN DUKUNGAN PENUH TERHADAP TNI–POLRI: JANGAN ADA UPAYA PELEMAHAN INSTITUSI NEGARA

GRIB BANYUWANGI TEGASKAN DUKUNGAN PENUH TERHADAP TNI–POLRI: JANGAN ADA UPAYA PELEMAHAN INSTITUSI NEGARA

Maret 25, 2026
  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik

Hak Cipta ganeshabwi.com © 2024

No Result
View All Result

Hak Cipta ganeshabwi.com © 2024