BANYUWANGI – Menyongsong datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi menggelar pertemuan rutin yang dirangkai dengan pengajian dan doa bersama. Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dipusatkan di Aula Sahardjo Lapas Banyuwangi, Sabtu (7/2/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Ketua DWP Lapas Banyuwangi, Ny. Merlin Nurasta, bersama seluruh jajaran pengurus dan anggota. Mengusung semangat pembersihan hati dan penguatan spiritual, pertemuan ini menjadi bagian dari ikhtiar kolektif dalam mempersiapkan diri secara mental dan keimanan menjelang ibadah puasa Ramadan.
Dalam sambutannya, Ny. Merlin Nurasta menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan momentum reflektif untuk memperkuat silaturahmi sekaligus memperdalam nilai-nilai keagamaan di tengah peran strategis DWP sebagai pendamping insan pemasyarakatan.
“Menjelang Ramadan, sudah sepatutnya kita mempersiapkan diri dengan hati yang bersih dan niat yang tulus. Melalui pengajian dan doa bersama ini, saya berharap seluruh anggota DWP mampu menyambut bulan suci dengan semangat meningkatkan kualitas ibadah, baik dalam kehidupan keluarga maupun dalam mendukung tugas suami,” ujar Merlin.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya peran istri petugas pemasyarakatan dalam menjaga keharmonisan rumah tangga. Menurutnya, ketenangan batin dan kekuatan spiritual seorang istri akan berkontribusi positif terhadap stabilitas emosional serta kinerja suami dalam menjalankan tugas negara di lingkungan Lapas.
Rangkaian kegiatan juga diisi dengan tausiyah singkat yang mengulas keutamaan Ramadan sebagai bulan pembinaan diri, penguatan kesabaran, serta peningkatan kepedulian sosial. Doa bersama turut dipanjatkan untuk keselamatan, kesehatan, dan kelancaran tugas seluruh jajaran Lapas Kelas IIA Banyuwangi.
Acara ditutup dengan sesi ramah tamah dan diskusi ringan terkait program kerja DWP ke depan. Melalui kegiatan ini, DWP Lapas Banyuwangi menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan aktivitas organisasi yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga menyentuh dimensi spiritual dan moral anggotanya.
(Red)
















