BANYUWANGI — Komando Distrik Militer (Kodim) 0825/Banyuwangi menggelar Latihan Perorangan Dasar Intelijen (Latorsal Intel) Triwulan I Tahun 2026 sebagai langkah strategis dalam meningkatkan profesionalisme, kepekaan, dan ketajaman naluri aparat intelijen teritorial. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai 21 hingga 23 Januari 2026, bertempat di Aula Panglima Sudirman Makodim 0825/Banyuwangi, Jalan RA Kartini Nomor 02, Kepatihan, Kabupaten Banyuwangi.
Latihan tersebut diikuti oleh prajurit TNI AD yang mengemban fungsi intelijen, sebagai bagian dari upaya pembinaan kemampuan dasar intelijen guna menghadapi dinamika ancaman yang semakin kompleks dan multidimensional di wilayah teritorial.
Komandan Kodim 0825/Banyuwangi, Letkol Arm Tryadi Indrawijaya, S.H., M.I.P., menegaskan bahwa Latorsal Intel merupakan fondasi utama dalam membentuk prajurit yang adaptif, responsif, serta memiliki kemampuan deteksi dini yang andal.
“Tantangan keamanan saat ini menuntut aparat intelijen teritorial memiliki kepekaan tinggi, kemampuan analisis yang tajam, serta penguasaan prosedur intelijen dasar secara menyeluruh. Latorsal Intel menjadi sarana penting untuk memperkuat kesiapsiagaan tersebut,” tegas Dandim.
Ia menambahkan bahwa intelijen teritorial memegang peran strategis sebagai sistem peringatan dini (early warning system) dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketahanan wilayah sebagai bagian integral dari sistem pertahanan negara.
Senada dengan itu, W.s. Kepala Staf Kodim 0825/Banyuwangi, Mayor Kav Suprapto, menekankan bahwa latihan ini bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan program pembinaan berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia prajurit TNI AD.
“Disiplin, loyalitas, dan integritas adalah nilai mutlak dalam tugas intelijen. Informasi yang cepat, tepat, dan akurat menjadi kunci keberhasilan komando kewilayahan dalam menjaga stabilitas dan keamanan wilayah,” ujarnya.
Melalui pelaksanaan Latorsal Intel Triwulan I Tahun 2026, Kodim 0825/Banyuwangi berharap seluruh peserta mampu mengimplementasikan materi latihan secara nyata di lapangan. Dengan kesiapan tersebut, prajurit intelijen teritorial diharapkan tampil sebagai garda terdepan dalam menghadapi berbagai tantangan tugas, sekaligus memperkuat ketahanan wilayah dan meningkatkan kepercayaan masyarakat.
Komitmen ini sejalan dengan tekad TNI Angkatan Darat untuk senantiasa hadir secara profesional, responsif, dan berwibawa di tengah rakyat.
(Red)
















