BANYUWANGI – BPJS Kesehatan Kantor Cabang Banyuwangi menegaskan perannya sebagai motor penggerak transformasi layanan kesehatan digital melalui pemberian Penghargaan Fasilitas Kesehatan Terbaik dalam Pemanfaatan Antrean Online Mobile JKN Tahun 2025. Penghargaan ini diberikan kepada enam fasilitas kesehatan yang dinilai paling optimal dalam mengimplementasikan sistem antrean digital guna meningkatkan mutu pelayanan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi sekaligus tolok ukur keberhasilan transformasi digital layanan kesehatan di wilayah Banyuwangi dan Situbondo, khususnya dalam menciptakan pelayanan yang lebih tertib, cepat, dan berorientasi pada kenyamanan peserta JKN.
Pada kategori Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut (FKRTL), RS Bakti Mulia berhasil meraih peringkat pertama sebagai fasilitas dengan tingkat pemanfaatan antrean online Mobile JKN tertinggi. Posisi kedua ditempati RSUD Asembagus Situbondo, disusul RS Al Rohmah Banyuwangi di peringkat ketiga.
Sementara itu, pada kategori Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), penghargaan diberikan kepada drg. Ayun Mustikaningrum sebagai peringkat pertama, drg. Gustini Kwartianti di peringkat kedua, dan dr. Anik Trihastutik sebagai peringkat ketiga.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Banyuwangi, Titus Sri Hardianto, menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan pengakuan atas dedikasi fasilitas kesehatan dalam menghadirkan layanan JKN yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.
“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada fasilitas kesehatan yang konsisten memanfaatkan antrean online Mobile JKN. Ini bukan sekadar capaian administratif, melainkan wujud komitmen nyata dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan yang lebih efektif, efisien, dan bermartabat bagi peserta JKN,” ujar Titus, Kamis (23/1).
Titus menegaskan, digitalisasi layanan kesehatan menjadi keniscayaan di tengah tuntutan masyarakat akan layanan yang cepat dan transparan. Pemanfaatan antrean online dinilai mampu menjawab tantangan tersebut, sekaligus meningkatkan pengalaman peserta JKN saat mengakses pelayanan kesehatan.
Hingga Januari 2026, jumlah peserta yang telah terdaftar sebagai pengguna Aplikasi Mobile JKN di wilayah Banyuwangi dan Situbondo tercatat mencapai 373.573 pengguna. Segmen peserta mandiri menjadi pengguna terbanyak dengan 110.394 pengguna, disusul segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) sebanyak 98.045 pengguna.
Menurut Titus, tingginya angka adopsi Mobile JKN menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kemudahan layanan berbasis digital.
“Melalui antrean online, peserta dapat memantau posisi antrean secara real time dan mengatur waktu kedatangan ke fasilitas kesehatan. Hal ini tidak hanya mengurangi kepadatan ruang tunggu, tetapi juga meminimalkan risiko penularan penyakit,” jelasnya.
Penghargaan tersebut turut diserahkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Situbondo, Dwi Herman Susilo, yang menyambut positif inisiatif BPJS Kesehatan dalam mendorong inovasi layanan kesehatan.
Ia menilai, pemberian penghargaan ini mampu menjadi stimulus bagi fasilitas kesehatan lainnya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan berbasis digital.
“Antrean online memberikan dampak nyata bagi masyarakat, terutama dalam menekan waktu tunggu pasien. Kami berharap inovasi ini dapat diterapkan secara optimal oleh seluruh fasilitas kesehatan demi pelayanan yang semakin prima,” ungkap Dwi.
Melalui penghargaan ini, BPJS Kesehatan Cabang Banyuwangi berharap transformasi digital layanan kesehatan terus berjalan berkelanjutan, selaras dengan upaya mewujudkan sistem pelayanan JKN yang modern, inklusif, dan berorientasi pada kepuasan peserta.
(Redaksi)
















