• REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
Ganesha BWI
  • HOME
  • TRENDING
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLRI
  • TNI
  • PARLEMEN
  • PARIWISATA
  • PERISTIWA
  • PENDIDIKAN
  • WAWASAN NUSANTARA
No Result
View All Result
  • HOME
  • TRENDING
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLRI
  • TNI
  • PARLEMEN
  • PARIWISATA
  • PERISTIWA
  • PENDIDIKAN
  • WAWASAN NUSANTARA
No Result
View All Result
Ganesha BWI
No Result
View All Result
  • HOME
  • TRENDING
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLRI
  • TNI
  • PARLEMEN
  • PARIWISATA
  • PERISTIWA
  • PENDIDIKAN
  • WAWASAN NUSANTARA
Home DAERAH

Bau Menyengat Diduga Cemari Permukiman, Kandang Ayam di Srono Terancam Sanksi Lingkungan

Nur Kholis by Nur Kholis
Januari 23, 2026
in DAERAH, PERISTIWA, TRENDING
0
Bau Menyengat Diduga Cemari Permukiman, Kandang Ayam di Srono Terancam Sanksi Lingkungan

BANYUWANGI — Aktivitas perusahaan kandang ayam petelur yang beroperasi di Dusun Pekulo, Desa Kepundungan, Kecamatan Srono, Kabupaten Banyuwangi, kini berada di bawah sorotan serius masyarakat. Dugaan pencemaran bau menyengat yang berasal dari lokasi kandang disebut telah berdampak langsung terhadap empat RT di Dusun Rayut, memicu keresahan sosial dan tuntutan penertiban.

Keluhan warga bukan bersifat insidental. Bau tidak sedap yang diduga berasal dari tumpukan kotoran ayam dan sistem pengelolaan limbah yang tidak optimal disebut kerap tercium hampir setiap hari, terutama pada malam hari, sehingga mengganggu aktivitas istirahat hingga kegiatan keagamaan warga.

Situasi tersebut mencapai titik krusial ketika pada malam Jumat, persoalan ini secara resmi dibahas dalam forum tahlilan warga, yang kemudian berlanjut menjadi rapat internal masyarakat Dusun Rayut. Forum tersebut menyepakati bahwa dampak kandang ayam telah melampaui ambang toleransi sosial dan lingkungan.

“Ini bukan sekadar bau biasa. Sudah lama kami rasakan, dan sangat mengganggu, terutama saat malam hari. Warga resah,” ujar salah satu tokoh masyarakat setempat.


Indikasi Pelanggaran Lingkungan dan Tata Ruang

Keberadaan kandang ayam petelur di sekitar kawasan permukiman menimbulkan pertanyaan serius terkait kepatuhan perusahaan terhadap regulasi lingkungan dan tata ruang. Secara normatif, setiap usaha peternakan unggas wajib memiliki persetujuan lingkungan, baik berupa SPPL, UKL-UPL, maupun AMDAL, sesuai skala usaha.

Apabila bau menyengat telah menimbulkan gangguan nyata terhadap masyarakat, maka terdapat indikasi bahwa:

  • Dokumen lingkungan tidak dimiliki, atau
  • Dimiliki tetapi tidak dijalankan secara konsisten

Selain itu, jarak operasional kandang dengan rumah warga patut diuji kesesuaiannya dengan RTRW Kabupaten Banyuwangi, mengingat praktik peternakan modern mensyaratkan zona penyangga (buffer zone) guna mencegah dampak pencemaran bau, limbah, serta risiko kesehatan.

Baca Juga  Dandim 0825 Hadiri Pembukaan Tour de Banyuwangi Ijen ke-10 Tahun 2025

Jika dugaan ini terbukti, maka perusahaan berpotensi melanggar:

  • UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup
  • UU No. 18 Tahun 2009 jo. UU No. 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan
  • PP No. 5 Tahun 2021 tentang Perizinan Berusaha Berbasis Risiko
  • Perda RTRW Kabupaten Banyuwangi

Ancaman Sanksi Administratif hingga Pidana

Berdasarkan Pasal 76 UU No. 32 Tahun 2009, pelaku usaha yang terbukti menimbulkan pencemaran atau gangguan lingkungan dapat dikenakan sanksi administratif berlapis, mulai dari:

  • Teguran tertulis
  • Paksaan pemerintah
  • Pembekuan izin usaha
  • Hingga pencabutan izin usaha

Lebih jauh, apabila pencemaran lingkungan dilakukan karena kelalaian atau kesengajaan, dan berdampak luas terhadap masyarakat, pelaku usaha juga dapat dijerat sanksi pidana, berupa pidana penjara serta denda hingga miliaran rupiah.


Desakan Keras Agar Pemerintah Daerah Bertindak

Masyarakat Dusun Rayut mendesak Pemerintah Kabupaten Banyuwangi untuk tidak tutup mata dan segera mengambil langkah konkret. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) serta Dinas terkait diminta turun langsung ke lapangan untuk:

  1. Melakukan pemeriksaan menyeluruh
  2. Menguji legalitas perizinan dan dokumen lingkungan
  3. Menilai tingkat pencemaran dan dampak kesehatan masyarakat

Warga menegaskan, mereka tidak menolak investasi atau usaha peternakan, namun menuntut keadilan ekologis, agar aktivitas ekonomi tidak dijalankan dengan mengorbankan hak dasar masyarakat atas lingkungan yang sehat.


Upaya Klarifikasi dan Hak Jawab

Hingga berita ini diterbitkan, pihak perusahaan kandang ayam petelur belum memberikan keterangan resmi, meskipun redaksi telah berupaya melakukan konfirmasi. Media tetap membuka ruang klarifikasi dan hak jawab sebagai bagian dari prinsip jurnalistik yang berimbang dan bertanggung jawab.


Catatan Redaksi

Kasus ini menjadi ujian komitmen pemerintah daerah dalam menegakkan hukum lingkungan. Jika dibiarkan, pembiaran hari ini berpotensi menjadi preseden buruk bagi tata kelola lingkungan dan kepercayaan publik di masa depan.

Baca Juga  Serda Iwan dari Kodim 0825/Banyuwangi Latih PBB Siswa SD Negeri 2 Singotrunan

(Red)

Post Views: 399
Konsultasikan sekarang‼️
Tags: Bau Menyengat Diduga Cemari PermukimanKandang Ayam di Srono Terancam Sanksi Lingkungan
Previous Post

BPJS Kesehatan Banyuwangi Anugerahkan Faskes Terbaik Pemanfaatan Antrean Online Mobile JKN 2025, Dorong Layanan Kesehatan Makin Efisien dan Humanis

Next Post

Kapolresta Banyuwangi Cek Rutan, Senpi, dan Peralatan Dinas, Pastikan Keamanan dan Kesiapsiagaan Personel

Nur Kholis

Nur Kholis

Berani Tajam Sesuai Data Mengungkap Fakta Sesuai Kejadian dilapangan

Next Post
Kapolresta Banyuwangi Cek Rutan, Senpi, dan Peralatan Dinas, Pastikan Keamanan dan Kesiapsiagaan Personel

Kapolresta Banyuwangi Cek Rutan, Senpi, dan Peralatan Dinas, Pastikan Keamanan dan Kesiapsiagaan Personel

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected test

  • 23.9k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
IPHI Jawa Timur Gelar Sertifikasi Pembimbing Manasik Haji Profesional Angkatan Ketiga

IPHI Jawa Timur Gelar Sertifikasi Pembimbing Manasik Haji Profesional Angkatan Ketiga

Agustus 24, 2025
Siswa SMK Negeri 1 Glagah Hilang Saat PKL di Kapal Penangkap Ikan, Publik Desak Transparansi, Kepastian Hukum dan Keadilan

Siswa SMK Negeri 1 Glagah Hilang Saat PKL di Kapal Penangkap Ikan, Publik Desak Transparansi, Kepastian Hukum dan Keadilan

Februari 14, 2026
Ketua Komunitas Sadar Hukum Banyuwangi Mengecam Pelayanan SMA Negeri 1 Muncar dan Akan Jadikan Percontohan Laporan Dugaan Pungli Pendidikan Banyuwangi

Ketua Komunitas Sadar Hukum Banyuwangi Mengecam Pelayanan SMA Negeri 1 Muncar dan Akan Jadikan Percontohan Laporan Dugaan Pungli Pendidikan Banyuwangi

Juli 17, 2025
SMP Darussyfa'ah dan MA Raudhatut Tholabah Genteng Tahan Ijazah Siswa

SMP Darussyfa’ah dan MA Raudhatut Tholabah Genteng Tahan Ijazah Siswa

Desember 20, 2024
Banyuwangi Larang Study Tour, Sekolah Diminta Rayakan Kelulusan secara Edukatif dan Bermakna

Banyuwangi Larang Study Tour, Sekolah Diminta Rayakan Kelulusan secara Edukatif dan Bermakna

1
Polsek Tegaldlimo Peringati Maulid Nabi dengan Doa Bersama dan Santunan Anak Yatim

Polsek Tegaldlimo Peringati Maulid Nabi dengan Doa Bersama dan Santunan Anak Yatim

1
Dandim 0825/Banyuwangi Berikan Penghargaan Prajurit Berprestasi

Dandim 0825/Banyuwangi Berikan Penghargaan Prajurit Berprestasi

0
Kodim 0825 Banyuwangi Rayakan HUT Korpri ke-53 dengan Tasyakuran dan Santunan Anak Yatim

Kodim 0825 Banyuwangi Rayakan HUT Korpri ke-53 dengan Tasyakuran dan Santunan Anak Yatim

0
Kecaman Keras Pimpinan Redaksi Menggema: Tragedi Bayi Tewas di Sungai Tercemar Banyuwangi Jadi Bukti Nyata Krisis Moral dan Kejahatan Berat

Kecaman Keras Pimpinan Redaksi Menggema: Tragedi Bayi Tewas di Sungai Tercemar Banyuwangi Jadi Bukti Nyata Krisis Moral dan Kejahatan Berat

April 22, 2026
Darurat Kemanusiaan di Banyuwangi: Bayi Laki-Laki Ditemukan Tewas di Sungai Tercemar, Dugaan Kejahatan Berat Disorot Publik

Darurat Kemanusiaan di Banyuwangi: Bayi Laki-Laki Ditemukan Tewas di Sungai Tercemar, Dugaan Kejahatan Berat Disorot Publik

April 22, 2026
Skandal Kemanusiaan di Banyuwangi: Bayi Laki-Laki Ditemukan Tak Bernyawa di Sungai Kotor, Dugaan Kejahatan Berat Mengemuka

Skandal Kemanusiaan di Banyuwangi: Bayi Laki-Laki Ditemukan Tak Bernyawa di Sungai Kotor, Dugaan Kejahatan Berat Mengemuka

April 22, 2026
Pengelolaan Aset Desa Disorot Keras: Komunitas Sadar Hukum Banyuwangi Desak Audiensi Terbuka Transparansi Dinas Pertanian

Pengelolaan Aset Desa Disorot Keras: Komunitas Sadar Hukum Banyuwangi Desak Audiensi Terbuka Transparansi Dinas Pertanian

April 22, 2026

Recent News

Kecaman Keras Pimpinan Redaksi Menggema: Tragedi Bayi Tewas di Sungai Tercemar Banyuwangi Jadi Bukti Nyata Krisis Moral dan Kejahatan Berat

Kecaman Keras Pimpinan Redaksi Menggema: Tragedi Bayi Tewas di Sungai Tercemar Banyuwangi Jadi Bukti Nyata Krisis Moral dan Kejahatan Berat

April 22, 2026
Darurat Kemanusiaan di Banyuwangi: Bayi Laki-Laki Ditemukan Tewas di Sungai Tercemar, Dugaan Kejahatan Berat Disorot Publik

Darurat Kemanusiaan di Banyuwangi: Bayi Laki-Laki Ditemukan Tewas di Sungai Tercemar, Dugaan Kejahatan Berat Disorot Publik

April 22, 2026
Skandal Kemanusiaan di Banyuwangi: Bayi Laki-Laki Ditemukan Tak Bernyawa di Sungai Kotor, Dugaan Kejahatan Berat Mengemuka

Skandal Kemanusiaan di Banyuwangi: Bayi Laki-Laki Ditemukan Tak Bernyawa di Sungai Kotor, Dugaan Kejahatan Berat Mengemuka

April 22, 2026
Pengelolaan Aset Desa Disorot Keras: Komunitas Sadar Hukum Banyuwangi Desak Audiensi Terbuka Transparansi Dinas Pertanian

Pengelolaan Aset Desa Disorot Keras: Komunitas Sadar Hukum Banyuwangi Desak Audiensi Terbuka Transparansi Dinas Pertanian

April 22, 2026

Browse by Category

  • DAERAH
  • HUKUM
  • NASIONAL
  • NEWS
  • PARIWISATA
  • PARLEMEN
  • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • POLRI
  • SENI BUDAYA
  • SOSIAL
  • TNI
  • TRENDING
  • WAWASAN NUSANTARA

Recent News

Kecaman Keras Pimpinan Redaksi Menggema: Tragedi Bayi Tewas di Sungai Tercemar Banyuwangi Jadi Bukti Nyata Krisis Moral dan Kejahatan Berat

Kecaman Keras Pimpinan Redaksi Menggema: Tragedi Bayi Tewas di Sungai Tercemar Banyuwangi Jadi Bukti Nyata Krisis Moral dan Kejahatan Berat

April 22, 2026
Darurat Kemanusiaan di Banyuwangi: Bayi Laki-Laki Ditemukan Tewas di Sungai Tercemar, Dugaan Kejahatan Berat Disorot Publik

Darurat Kemanusiaan di Banyuwangi: Bayi Laki-Laki Ditemukan Tewas di Sungai Tercemar, Dugaan Kejahatan Berat Disorot Publik

April 22, 2026
  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik

Hak Cipta ganeshabwi.com © 2024

No Result
View All Result

Hak Cipta ganeshabwi.com © 2024