BANYUWANGI — Komando Distrik Militer (Kodim) 0825/Banyuwangi kembali menegaskan komitmennya dalam membangun prajurit teritorial yang profesional dan adaptif melalui Latihan Perorangan Aparat Teritorial (Lator Apter) Triwulan I Tahun 2026. Kegiatan tersebut digelar pada Jumat (30/1/2026) di Aula Panglima Sudirman, Makodim 0825/Banyuwangi, Jalan RA Kartini No. 02, Kepatihan, Kabupaten Banyuwangi.
Latihan ini diikuti seluruh personel aparat teritorial Kodim 0825/Banyuwangi sebagai bagian dari pembinaan berkelanjutan guna memperkuat kemampuan dasar, ketajaman analisis wilayah, serta kesiapsiagaan prajurit dalam menghadapi dinamika sosial di daerah binaan.
Komandan Kodim 0825/Banyuwangi, Letkol Arm Tryadi Indrawijaya, S.H., M.I.P., menegaskan bahwa Lator Apter bukan sekadar rutinitas latihan, melainkan instrumen strategis pembentukan karakter dan kapasitas prajurit teritorial agar mampu menjalankan peran pembinaan wilayah secara optimal.
“Aparat teritorial harus memiliki wawasan kebangsaan yang kuat, kepekaan sosial yang tinggi, serta kemampuan komunikasi yang baik. Prajurit tidak hanya dituntut paham aspek pertahanan, tetapi juga menjadi teladan dan solusi di tengah masyarakat,” tegas Dandim dalam arahannya.
Lebih lanjut dijelaskan, materi Lator Apter dirancang secara sistematis untuk memperdalam pemahaman tugas pokok aparat teritorial, mulai dari pembinaan teritorial, deteksi dini dan cegah dini terhadap potensi konflik, hingga penguatan sinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh komponen masyarakat.
Melalui pembekalan berjenjang dan materi terstruktur, Kodim 0825/Banyuwangi memastikan setiap prajurit memiliki standar kompetensi kewilayahan yang relevan dengan tantangan era modern, sekaligus mampu menjaga stabilitas keamanan dan kondusivitas wilayah Banyuwangi secara berkelanjutan.
Pelaksanaan Lator Apter Triwulan I Tahun 2026 ini menjadi wujud nyata keseriusan TNI Angkatan Darat dalam memperkuat pertahanan negara berbasis rakyat, serta menumbuhkan kepercayaan publik bahwa aparat teritorial hadir sebagai mitra strategis masyarakat dalam menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
(Red)
















