BANYUWANGI – Semangat gotong royong dan kolaborasi lintas sektor kembali menguat di Dusun Kejoyo, Desa Tambong, Kecamatan Kabat. Pada Jumat (30/1/2026), puluhan warga bersama jajaran TNI dan Polri melaksanakan Karya Bhakti (Karbak) pembongkaran bangunan eks SD Inpres Tambong, sebagai langkah awal pemanfaatan lahan aset desa untuk pembangunan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Kegiatan yang dimulai sejak pagi hari tersebut dihadiri langsung oleh Danramil 0825/14 Kabat Kapten Czi Dulmajid, Kepala Desa Tambong Agus, serta didampingi Babinsa Serka Poniran dan Bhabinkamtibmas Aipda Arif. Kehadiran unsur TNI-Polri menjadi penguat sinergi dalam mendorong percepatan pembangunan desa berbasis ekonomi kerakyatan.
Kepala Desa Tambong, Agus, menegaskan bahwa proses alih fungsi lahan telah melalui mekanisme administrasi yang sah dan mendapatkan izin resmi dari Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Banyuwangi.
“Status tanah ini merupakan aset desa yang pengelolaannya telah dikembalikan kepada pemerintah desa. Kami memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai aturan. Kehadiran KDKMP kami harapkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat Desa Tambong,” ujar Agus.
Sementara itu, Danramil 0825/14 Kabat Kapten Czi Dulmajid menekankan bahwa keterlibatan TNI dalam kegiatan Karya Bhakti bukan sekadar kerja fisik, melainkan wujud komitmen mendukung pembangunan yang berdampak langsung bagi kesejahteraan rakyat.
“Ini bukan hanya pembongkaran bangunan lama, tetapi simbol kuat sinergitas antara TNI, Polri, pemerintah desa, dan masyarakat. Dengan kebersamaan, pembangunan ekonomi desa dapat berjalan lebih cepat, aman, dan berkelanjutan,” tegasnya.
Partisipasi aktif masyarakat Desa Tambong terlihat jelas sepanjang kegiatan berlangsung. Meski bangunan SD Inpres tersebut telah lama tidak difungsikan, warga dengan antusias turut membersihkan dan menata area lokasi agar proses pembangunan gedung koperasi dapat segera direalisasikan.
Langkah ini menjadi penanda awal transformasi aset desa menuju pemanfaatan produktif yang berorientasi pada penguatan ekonomi lokal, sekaligus mencerminkan keberhasilan model pembangunan desa berbasis kolaborasi dan gotong royong.
(Redaksi)
















