• REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
Ganesha BWI
  • HOME
  • TRENDING
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLRI
  • TNI
  • PARLEMEN
  • PARIWISATA
  • PERISTIWA
  • PENDIDIKAN
  • WAWASAN NUSANTARA
No Result
View All Result
  • HOME
  • TRENDING
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLRI
  • TNI
  • PARLEMEN
  • PARIWISATA
  • PERISTIWA
  • PENDIDIKAN
  • WAWASAN NUSANTARA
No Result
View All Result
Ganesha BWI
No Result
View All Result
  • HOME
  • TRENDING
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLRI
  • TNI
  • PARLEMEN
  • PARIWISATA
  • PERISTIWA
  • PENDIDIKAN
  • WAWASAN NUSANTARA
Home DAERAH

Penegakan Hukum Dipertanyakan, Advokat Soroti Kasus Dugaan Penganiayaan oleh WNA di Banyuwangi

Kasus Marina Boom Memicu Kritik Tajam atas Lambannya Proses Hukum dan Isu Kedaulatan Sosial

Nur Kholis by Nur Kholis
Mei 5, 2026
in DAERAH, PERISTIWA, TRENDING
0
Penegakan Hukum Dipertanyakan, Advokat Soroti Kasus Dugaan Penganiayaan oleh WNA di Banyuwangi

Banyuwangi, 5 Mei 2026 — Proses penegakan hukum kembali menjadi sorotan tajam publik setelah tim penasihat hukum mendampingi korban dugaan penganiayaan, P Suro, dalam memenuhi panggilan pemeriksaan di Polresta Banyuwangi. Kasus yang diduga melibatkan seorang warga negara asing (WNA) ini dinilai berjalan lamban dan tidak menunjukkan progres signifikan meskipun telah memasuki tahap penyidikan.

Penasihat hukum korban, Rozaki Muhtar, secara tegas menyampaikan kebingungan sekaligus kekecewaan atas penanganan perkara yang dinilai “dilempar ke sana kemari” tanpa kepastian hukum yang jelas.

“Perkara ini sudah naik ke tahap penyidikan, namun belum terlihat langkah konkret. Ini menimbulkan pertanyaan besar bagi kami sebagai praktisi hukum,” tegas Rozaki.


Menolak Damai, Tempuh Jalur Hukum Maksimal

Dalam pernyataan resminya, pihak korban menegaskan menolak segala bentuk upaya perdamaian dan berkomitmen untuk menempuh jalur hukum hingga tuntas. Sikap ini diambil sebagai bentuk konsistensi dalam memperjuangkan keadilan serta menghindari preseden buruk dalam penegakan hukum.

Korban, Suro, yang diketahui merupakan pelaku usaha kecil di bidang sound system, telah memenuhi seluruh unsur pembuktian, termasuk hasil visum dan keterangan saksi. Namun demikian, hingga lebih dari satu bulan sejak laporan dibuat, belum ada kejelasan signifikan dari aparat penegak hukum.


Kronologi: Dugaan Penganiayaan di Momentum Idul Fitri

Peristiwa terjadi di kawasan Pantai Marina Boom Banyuwangi saat masyarakat setempat tengah memeriahkan Idul Fitri. Korban saat itu diminta warga untuk menyediakan sound system sebagai bagian dari tradisi perayaan tahunan.

Namun situasi berubah ketika seorang WNA diduga secara sepihak mencabut perangkat sound system, yang kemudian memicu konflik hingga berujung dugaan tindakan pemukulan terhadap korban.


Isu Sensitif: Antara Hukum, Budaya, dan Kedaulatan

Kasus ini tidak hanya berhenti pada aspek pidana semata, melainkan berkembang menjadi isu yang lebih luas, menyangkut harga diri bangsa, kedaulatan budaya, dan ketertiban sosial.

Baca Juga  Babinsa Koramil 0825/13 Singojuruh Bersihkan Pohon Tumbang yang Halangi Jalan

Sejumlah aktivis dan elemen masyarakat menilai tindakan WNA tersebut telah melampaui batas, dengan mencoba memaksakan norma asing di tengah tradisi lokal yang telah berlangsung lama.

“Ini bukan sekadar tindak pidana biasa. Ini menyangkut penghormatan terhadap adat, budaya, dan nilai-nilai masyarakat lokal,” ungkap salah satu perwakilan aktivis.


Dukungan Massa dan Desakan Transparansi

Gelombang dukungan terhadap korban terus menguat. Tercatat ratusan warga dari berbagai elemen masyarakat siap mengawal proses hukum, bahkan diperkirakan mencapai 500 orang yang menyatakan solidaritasnya.

Meski demikian, pihak penasihat hukum menegaskan bahwa pengawalan akan tetap dilakukan secara tertib, terukur, dan tidak mengganggu proses hukum.


Kritik Tajam: Aparat Diminta Tegas dan Profesional

Lambannya penanganan perkara ini memunculkan kritik tajam terhadap kinerja aparat penegak hukum. Publik mempertanyakan:

  • Mengapa perkara yang telah memenuhi unsur bukti masih berjalan stagnan?
  • Apa kendala yang menghambat percepatan proses hukum?
  • Apakah ada faktor non-yuridis yang mempengaruhi penanganan kasus ini?

Pihak kuasa hukum menegaskan bahwa apabila tidak ada perkembangan signifikan, mereka tidak segan menempuh upaya hukum lanjutan, termasuk melaporkan ke institusi pengawas dan membawa perkara ke tingkat yang lebih tinggi.


Penutup: Ujian Nyata Supremasi Hukum

Kasus ini menjadi ujian nyata bagi supremasi hukum di Indonesia, khususnya dalam menghadapi dinamika antara warga lokal dan warga negara asing. Masyarakat berharap aparat penegak hukum dapat bertindak adil, transparan, dan tanpa pandang bulu.

Ganesha Abadi menegaskan bahwa hukum tidak boleh tunduk pada tekanan apa pun, dan keadilan harus ditegakkan demi menjaga martabat bangsa dan kepercayaan publik.


Redaksi Media Nasional – Ganesha Abadi
Tegas • Berwibawa • Mencerahkan • Berintegritas

Post Views: 360
Konsultasikan sekarang‼️
Tags: Advokat Soroti Kasus Dugaan Penganiayaan oleh WNA di BanyuwangiPenegakan Hukum Dipertanyakan
Previous Post

“Pembelaan Warga Badean Dinilai Tidak Rasional: Lubang Tambang Galian C Jadi ‘Danau Maut’, Negara Diminta Tegakkan Hukum Tanpa Kompromi”

Next Post

Aksi Tuntut Penegakan Hukum di Mapolresta Banyuwangi, Larangan Sound System Idul Fitri Picu Konflik dan Dugaan Kekerasan

Nur Kholis

Nur Kholis

Berani Tajam Sesuai Data Mengungkap Fakta Sesuai Kejadian dilapangan

Next Post
Aksi Tuntut Penegakan Hukum di Mapolresta Banyuwangi, Larangan Sound System Idul Fitri Picu Konflik dan Dugaan Kekerasan

Aksi Tuntut Penegakan Hukum di Mapolresta Banyuwangi, Larangan Sound System Idul Fitri Picu Konflik dan Dugaan Kekerasan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected test

  • 23.9k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
IPHI Jawa Timur Gelar Sertifikasi Pembimbing Manasik Haji Profesional Angkatan Ketiga

IPHI Jawa Timur Gelar Sertifikasi Pembimbing Manasik Haji Profesional Angkatan Ketiga

Agustus 24, 2025
Siswa SMK Negeri 1 Glagah Hilang Saat PKL di Kapal Penangkap Ikan, Publik Desak Transparansi, Kepastian Hukum dan Keadilan

Siswa SMK Negeri 1 Glagah Hilang Saat PKL di Kapal Penangkap Ikan, Publik Desak Transparansi, Kepastian Hukum dan Keadilan

Februari 14, 2026
Ketua Komunitas Sadar Hukum Banyuwangi Mengecam Pelayanan SMA Negeri 1 Muncar dan Akan Jadikan Percontohan Laporan Dugaan Pungli Pendidikan Banyuwangi

Ketua Komunitas Sadar Hukum Banyuwangi Mengecam Pelayanan SMA Negeri 1 Muncar dan Akan Jadikan Percontohan Laporan Dugaan Pungli Pendidikan Banyuwangi

Juli 17, 2025
SMP Darussyfa'ah dan MA Raudhatut Tholabah Genteng Tahan Ijazah Siswa

SMP Darussyfa’ah dan MA Raudhatut Tholabah Genteng Tahan Ijazah Siswa

Desember 20, 2024
Banyuwangi Larang Study Tour, Sekolah Diminta Rayakan Kelulusan secara Edukatif dan Bermakna

Banyuwangi Larang Study Tour, Sekolah Diminta Rayakan Kelulusan secara Edukatif dan Bermakna

1
Polsek Tegaldlimo Peringati Maulid Nabi dengan Doa Bersama dan Santunan Anak Yatim

Polsek Tegaldlimo Peringati Maulid Nabi dengan Doa Bersama dan Santunan Anak Yatim

1
Dandim 0825/Banyuwangi Berikan Penghargaan Prajurit Berprestasi

Dandim 0825/Banyuwangi Berikan Penghargaan Prajurit Berprestasi

0
Kodim 0825 Banyuwangi Rayakan HUT Korpri ke-53 dengan Tasyakuran dan Santunan Anak Yatim

Kodim 0825 Banyuwangi Rayakan HUT Korpri ke-53 dengan Tasyakuran dan Santunan Anak Yatim

0
Aksi Tuntut Penegakan Hukum di Mapolresta Banyuwangi, Larangan Sound System Idul Fitri Picu Konflik dan Dugaan Kekerasan

Aksi Tuntut Penegakan Hukum di Mapolresta Banyuwangi, Larangan Sound System Idul Fitri Picu Konflik dan Dugaan Kekerasan

Mei 5, 2026
Penegakan Hukum Dipertanyakan, Advokat Soroti Kasus Dugaan Penganiayaan oleh WNA di Banyuwangi

Penegakan Hukum Dipertanyakan, Advokat Soroti Kasus Dugaan Penganiayaan oleh WNA di Banyuwangi

Mei 5, 2026

“Pembelaan Warga Badean Dinilai Tidak Rasional: Lubang Tambang Galian C Jadi ‘Danau Maut’, Negara Diminta Tegakkan Hukum Tanpa Kompromi”

Mei 5, 2026
Aktivis Muda Banyuwangi Soroti Dugaan Kejanggalan Izin Tambang dan Pengelolaan Jaminan Reklamasi

Aktivis Muda Banyuwangi Soroti Dugaan Kejanggalan Izin Tambang dan Pengelolaan Jaminan Reklamasi

Mei 5, 2026

Recent News

Aksi Tuntut Penegakan Hukum di Mapolresta Banyuwangi, Larangan Sound System Idul Fitri Picu Konflik dan Dugaan Kekerasan

Aksi Tuntut Penegakan Hukum di Mapolresta Banyuwangi, Larangan Sound System Idul Fitri Picu Konflik dan Dugaan Kekerasan

Mei 5, 2026
Penegakan Hukum Dipertanyakan, Advokat Soroti Kasus Dugaan Penganiayaan oleh WNA di Banyuwangi

Penegakan Hukum Dipertanyakan, Advokat Soroti Kasus Dugaan Penganiayaan oleh WNA di Banyuwangi

Mei 5, 2026

“Pembelaan Warga Badean Dinilai Tidak Rasional: Lubang Tambang Galian C Jadi ‘Danau Maut’, Negara Diminta Tegakkan Hukum Tanpa Kompromi”

Mei 5, 2026
Aktivis Muda Banyuwangi Soroti Dugaan Kejanggalan Izin Tambang dan Pengelolaan Jaminan Reklamasi

Aktivis Muda Banyuwangi Soroti Dugaan Kejanggalan Izin Tambang dan Pengelolaan Jaminan Reklamasi

Mei 5, 2026

Browse by Category

  • DAERAH
  • HUKUM
  • NASIONAL
  • NEWS
  • PARIWISATA
  • PARLEMEN
  • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • POLRI
  • SENI BUDAYA
  • SOSIAL
  • TNI
  • TRENDING
  • WAWASAN NUSANTARA

Recent News

Aksi Tuntut Penegakan Hukum di Mapolresta Banyuwangi, Larangan Sound System Idul Fitri Picu Konflik dan Dugaan Kekerasan

Aksi Tuntut Penegakan Hukum di Mapolresta Banyuwangi, Larangan Sound System Idul Fitri Picu Konflik dan Dugaan Kekerasan

Mei 5, 2026
Penegakan Hukum Dipertanyakan, Advokat Soroti Kasus Dugaan Penganiayaan oleh WNA di Banyuwangi

Penegakan Hukum Dipertanyakan, Advokat Soroti Kasus Dugaan Penganiayaan oleh WNA di Banyuwangi

Mei 5, 2026
  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik

Hak Cipta ganeshabwi.com © 2024

No Result
View All Result

Hak Cipta ganeshabwi.com © 2024