BANYUWANGI — Kabupaten Banyuwangi kembali menorehkan pengakuan strategis di tingkat internasional. Pemerintah pusat melalui Kementerian Dalam Negeri RI secara resmi mengundang Banyuwangi untuk mempresentasikan perkembangan Program Smart Kampung dalam forum persiapan The 9th ASEAN Smart Cities Network (ASCN) Annual Meeting yang digelar di Jakarta.
Kehadiran Banyuwangi dalam forum tersebut menegaskan posisi daerah berjuluk Bumi Blambangan itu sebagai salah satu model pembangunan daerah berbasis transformasi digital, pelayanan publik modern, dan pemberdayaan masyarakat yang dinilai berhasil di kawasan ASEAN.
Kabupaten Banyuwangi sendiri telah ditetapkan sebagai salah satu Pilot Cities ASEAN Smart Cities Network sejak tahun 2018 bersama Makassar dan Jakarta.
Forum internasional tersebut menjadi momentum penting bagi Banyuwangi untuk menunjukkan bagaimana pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada teknologi, tetapi juga menyentuh aspek kesejahteraan masyarakat, ekonomi kreatif, lingkungan hidup, hingga penguatan desa berbasis digital.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menegaskan bahwa konsep kota cerdas yang dikembangkan Banyuwangi tidak sekadar membangun sistem digital, melainkan menciptakan tata kelola pemerintahan yang inklusif, berkelanjutan, dan berpihak pada kebutuhan masyarakat.
“Transformasi digital harus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Smart city bukan hanya soal teknologi, tetapi bagaimana teknologi mampu meningkatkan pelayanan publik, memperkuat ekonomi rakyat, dan menyelesaikan persoalan sosial secara konkret,” ujar Ipuk.
Menurutnya, keikutsertaan Banyuwangi dalam jaringan kota cerdas ASEAN membuka peluang besar bagi daerah untuk memperluas kerja sama internasional, baik dalam bidang ekonomi digital, lingkungan hidup, pelayanan publik, maupun inovasi teknologi.
Program Smart Kampung yang menjadi unggulan Banyuwangi disebut berhasil mengintegrasikan teknologi informasi dengan pembangunan desa berbasis pemberdayaan masyarakat. Program tersebut mempermudah layanan administrasi hingga tingkat desa sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui digitalisasi UMKM dan ekonomi kreatif.
Asisten Administrasi Umum sekaligus Plt Kepala Dinas Kominfo dan Persandian Banyuwangi, Budi Santoso, menjelaskan bahwa Smart Kampung dirancang sebagai solusi pembangunan desa terpadu yang menghubungkan layanan publik, pendidikan, kesehatan, ekonomi produktif, hingga pengentasan kemiskinan dalam satu sistem berbasis teknologi.
“Tujuan akhirnya adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa melalui pelayanan yang cepat, efisien, dan pemberdayaan ekonomi berbasis digital,” jelas Budi.
Keberhasilan Banyuwangi juga mendapat perhatian kalangan akademisi nasional. Director Smart Cities and Communities Innovation Center Institut Teknologi Bandung, Suhono Harso Supangkat, menilai Banyuwangi menjadi contoh konkret penerapan smart city yang tidak berhenti pada digitalisasi birokrasi semata.
Menurutnya, Banyuwangi mampu menghadirkan konsep Living Intelligence, yakni pembangunan kota cerdas yang benar-benar hidup, adaptif, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat sehari-hari.
Selain pelayanan publik, Banyuwangi juga dinilai berhasil mengembangkan ekonomi digital melalui penguatan UMKM berbasis teknologi, transaksi non-tunai, pemasaran daring, hingga lahirnya inovator muda melalui program seperti Jagoan Banyuwangi dan Hacking Day.
Tidak hanya itu, konsep smart city Banyuwangi juga menyentuh pengelolaan lingkungan hidup melalui sistem pengelolaan sampah terpadu berbasis masyarakat yang bahkan mampu menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Keberhasilan tersebut memperlihatkan bahwa pembangunan daerah modern tidak lagi hanya bertumpu pada pembangunan fisik, tetapi juga pada kemampuan daerah menciptakan inovasi, kolaborasi, dan partisipasi masyarakat dalam menghadapi tantangan global.
Dengan pengakuan di forum ASEAN tersebut, Banyuwangi semakin mempertegas diri sebagai salah satu daerah paling progresif di Indonesia dalam membangun ekosistem kota cerdas yang berbasis teknologi, pemberdayaan masyarakat, dan pembangunan berkelanjutan.
(Redaksi – Media Nasional Ganesha Abadi)















