BANYUWANGI — Kabupaten Banyuwangi kembali menegaskan posisinya sebagai daerah yang progresif dalam pengembangan gaya hidup sehat masyarakat. Hal ini ditandai dengan resmi dikukuhkannya Badan Pimpinan Cabang Komunitas Jalan Nordik Kabupaten Banyuwangi (BPC KOJANORKAB Banyuwangi) oleh Badan Pimpinan Daerah Komunitas Jalan Nordik Indonesia (KJNI) Jawa Timur, dalam sebuah prosesi khidmat dan sarat nilai budaya di Aula Pendopo Pesona Osing, Genteng, Sabtu (31/1/2026).
Pengukuhan ini menjadi tonggak penting hadirnya organisasi olahraga berbasis Nordic Walking (Jalan Nordik) di Banyuwangi, sekaligus menandai komitmen kuat komunitas dalam memperluas literasi olahraga modern yang inklusif, aman, dan berkelanjutan bagi masyarakat lintas usia.
Jalan Nordik dikenal sebagai teknik berjalan kaki menggunakan tongkat khusus yang dirancang untuk mengoptimalkan gerak tubuh secara menyeluruh. Berasal dari Finlandia, olahraga ini mampu mengaktifkan hingga hampir seluruh otot tubuh, meningkatkan kapasitas kardiovaskular, memperkuat otot inti, serta meminimalkan tekanan pada persendian. Karakteristik tersebut menjadikan Jalan Nordik sebagai alternatif olahraga ideal bagi masyarakat urban maupun pedesaan.
Prosesi pengukuhan diawali dengan penyambutan Ketua DPD KJNI Jawa Timur beserta jajaran secara adat Osing. Iringan Tari Gandrung dan pengalungan bunga menjadi simbol penghormatan, sekaligus penegasan bahwa perkembangan olahraga modern di Banyuwangi tetap berpijak pada akar budaya lokal. Nuansa budaya semakin kuat melalui penampilan Tari Jejer Gandrung oleh Sanggar Tari Sekar Wangi asuhan Misnadi, yang memukau seluruh tamu undangan.
Rangkaian acara resmi berlangsung tertib dan penuh khidmat, dimulai dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan Mars Jalan Nordik sebagai simbol semangat kolektif dalam membangun komunitas olahraga yang solid dan berdaya guna. Doa bersama menjadi penutup rangkaian pembukaan, mencerminkan harapan akan keberlanjutan dan manfaat luas organisasi bagi masyarakat.
Ketua DPD KJNI Jawa Timur, Dr. dr. Koernia Swa Oetomo, Sp.B(K) Finacs, dalam sambutannya menegaskan bahwa Jalan Nordik merupakan olahraga masa kini yang menjawab kebutuhan kesehatan masyarakat modern. Selain mudah dipelajari, olahraga ini memiliki nilai preventif terhadap berbagai risiko penyakit tidak menular dan sangat relevan dikembangkan sebagai bagian dari gaya hidup sehat nasional.
Sementara itu, Mansyur, Ketua BPC KOJANORKAB Banyuwangi, menyampaikan bahwa kehadiran komunitas ini tidak sekadar sebagai wadah olahraga, melainkan sebagai gerakan sosial kesehatan. Ia menekankan komitmen pengurus untuk menghadirkan program edukasi, pelatihan, serta kegiatan rutin yang terbuka bagi masyarakat luas, sehingga Jalan Nordik dapat tumbuh sebagai budaya baru di Banyuwangi.
Pelaksanaan acara dipandu secara profesional oleh Alif HW selaku Master of Ceremony sekaligus koordinator teknis kegiatan. Penataan acara yang sistematis dan komunikatif menjadikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar, tertib, dan penuh kebersamaan hingga akhir acara.
Dengan dikukuhkannya BPC KOJANORKAB Banyuwangi, diharapkan komunitas ini mampu menjadi mitra strategis dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, memperkuat jejaring olahraga nasional, serta menjadi contoh harmonisasi antara olahraga modern dan pelestarian budaya daerah.
“Pengukuhan ini bukan sekadar seremoni, tetapi momentum kebangkitan komunitas olahraga yang membawa semangat hidup sehat, persaudaraan, dan nilai kebudayaan. Antusiasme peserta hari ini menjadi bukti bahwa Banyuwangi siap melangkah lebih aktif dan sehat,” tutup Alif HW.
(Red)
















