BANYUWANGI – Momentum penuh makna tersaji di Gedung Panglima Besar Jenderal Sudirman, Markas Kodim 0825/Banyuwangi, saat Komandan Korem 083/Baladhika Jaya, Kolonel Inf Kohir, melaksanakan kunjungan kerja sekaligus pamitan resmi kepada prajurit, PNS, dan jajaran Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXXIX. Agenda yang digelar pada Jumat pagi itu menjadi penanda estafet kepemimpinan sekaligus refleksi atas capaian kinerja satuan selama masa tugasnya di wilayah teritorial ujung timur Pulau Jawa.
Kegiatan yang diikuti ratusan personel tersebut berlangsung khidmat dan terstruktur, mencerminkan soliditas organisasi serta kultur disiplin yang mengakar kuat di lingkungan TNI AD. Hadir mendampingi, Ketua Persit Ny. Nilam Kohir, Komandan Kodim 0825/Banyuwangi Letkol Arm Tryadi Indrawijaya, S.H., M.I.P., unsur Forkopimda Banyuwangi, serta perwira jajaran Korem 083/Baladhika Jaya.
Rotasi Jabatan sebagai Dinamika dan Kehormatan
Dalam pengarahan strategisnya, Kolonel Kohir menegaskan bahwa mutasi dan rotasi jabatan bukan sekadar prosedur administratif, melainkan bagian dari dinamika pembinaan organisasi sekaligus kehormatan bagi setiap prajurit. Ia menekankan pentingnya menjaga integritas, profesionalisme, dan loyalitas dalam setiap penugasan.
Menurutnya, prajurit TNI harus tetap berpijak pada empat jati diri utama: tentara rakyat, tentara pejuang, tentara nasional, dan tentara profesional. Nilai-nilai tersebut bukan slogan, melainkan fondasi moral yang harus tercermin dalam perilaku, sikap, dan pengambilan keputusan di lapangan.
“Seragam loreng bukan hanya identitas, tetapi simbol tanggung jawab. Menjaganya berarti menjaga marwah satuan dan kepercayaan rakyat,” tegasnya di hadapan peserta yang memenuhi gedung utama Makodim.
Komitmen pada Program Prioritas Nasional dan TNI AD
Dalam konteks pembangunan daerah, Danrem juga menyoroti pentingnya sinergi TNI dengan pemerintah daerah dalam mendukung program prioritas nasional, termasuk penguatan ketahanan pangan, pembangunan infrastruktur pedesaan, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD).
Ia menilai, peran teritorial TNI AD semakin strategis dalam menjawab tantangan sosial, ekonomi, dan keamanan wilayah. Pembangunan sumur bor, jembatan penghubung antar-desa, serta pendampingan masyarakat di wilayah terpencil disebutnya sebagai bentuk nyata kehadiran negara.
Kolonel Kohir juga mengapresiasi etos kerja prajurit Baladhika Jaya yang dinilai adaptif dan responsif terhadap dinamika wilayah, khususnya dalam menjaga stabilitas keamanan di Kabupaten Banyuwangi dan sekitarnya.
Tradisi Militer dan Kearifan Lokal Menyatu
Prosesi pamitan diawali dengan jajar kehormatan, laporan satuan, menyanyikan lagu kebangsaan, hingga penyerahan cendera mata sebagai simbol penghargaan atas kepemimpinan yang telah dijalankan. Nuansa emosional semakin terasa ketika tarian tradisional Gandrung khas Banyuwangi mengiringi langkah pamit Danrem dan rombongan.
Kehadiran seni budaya lokal dalam tradisi militer mencerminkan harmonisasi antara institusi pertahanan dan kearifan daerah, sekaligus mempertegas bahwa TNI tumbuh dan mengakar bersama rakyat.
Usai rangkaian kegiatan, rombongan Danrem melanjutkan agenda kunjungan ke Kodim 0823/Situbondo sebagai bagian dari rangkaian pamitan sebelum memasuki penugasan berikutnya di Korem 084/Bhaskara Jaya.
Loyalitas, Integritas, dan Keberlanjutan Pengabdian
Kegiatan berlangsung tertib, aman, dan penuh kekeluargaan. Lebih dari sekadar seremoni, momen ini menjadi pengingat bahwa kesinambungan kepemimpinan di tubuh TNI AD adalah bagian dari sistem pembinaan organisasi yang kokoh.
Pesan utama yang mengemuka adalah pentingnya menjaga nama baik institusi, menghindari pelanggaran sekecil apa pun, serta memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan masyarakat. Dengan semangat pengabdian yang terus menyala, Korem 083/Baladhika Jaya diyakini akan tetap menjadi garda terdepan dalam menjaga stabilitas dan mendukung pembangunan wilayah Jawa Timur bagian selatan.
Redaksi – Media Nasional Ganesha Abadi
















