BANYUWANGI – Tarian Gandrung, warisan budaya khas Banyuwangi yang telah ada sejak ratusan tahun silam, tidak hanya dikenal sebagai tarian sakral penuh rasa syukur atas panen melimpah, namun juga memiliki nilai patriotik sebagai simbol perlawanan terhadap penjajah.
Pada perkembangannya, Gandrung mengalami pergeseran dari penari laki-laki atau Gandrung Lanang menjadi penari perempuan. Perubahan ini terjadi seiring masuknya peradaban Islam yang melarang laki-laki berdandan menyerupai perempuan.
Fenomena Gandrung semakin mendunia ketika Bupati Banyuwangi kala itu, Abdullah Azwar Anas, melakukan terobosan besar. Dari yang semula hanya ditarikan 1, 2 hingga 5 orang penari, beliau mengemasnya menjadi pertunjukan kolosal dengan 1000 penari, yang kemudian dikenal sebagai Gandrung Sewu. Inovasi ini menjadikan Gandrung tidak sekadar kesenian, melainkan ikon wisata tahunan yang mendunia dan ditunggu wisatawan.
GEMAMURI, Terobosan SMPN 1 Gambiran untuk Kemandirian Peserta Didik
Semangat inovasi inilah yang kemudian menginspirasi Kepala SMPN 1 Gambiran dalam mengembangkan program kemandirian siswa.
Sekolah meluncurkan GEMAMURI, singkatan dari Gerakan Amal Murid Setiap Hari. Program ini merupakan pengembangan dari SAS (Siswa Asuh Sebaya)—sebuah program Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi yang telah masuk dalam 40 Top Inovasi Indonesia.
Jika SAS dijalankan seminggu sekali dan dana yang terkumpul digunakan untuk kebutuhan pribadi siswa, maka GEMAMURI hadir dengan pola anti-mainstream:
Dari seminggu sekali menjadi setiap hari.
Perubahan ini membuahkan hasil signifikan. Melalui GEMAMURI, SMPN 1 Gambiran kini mampu memenuhi berbagai kebutuhan personal siswa, termasuk pemberian makan gratis di kantin sekolah. Semua itu dilakukan tanpa harus meminta sumbangan dari wali murid atau pungutan melalui skema Peran Serta Masyarakat (PSM) komite sekolah.
Harapan untuk Keberlanjutan GEMAMURI
Kepala sekolah menyampaikan harapan agar GEMAMURI tetap berjalan dengan lancar, langgeng, dan sukses. Program ini diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan SMPN 1 Gambiran, tetapi juga dapat menjadi contoh inovasi pendidikan yang berkelanjutan dan berpihak kepada kesejahteraan siswa.
“Semoga GEMAMURI di SMPN 1 Gambiran selalu diberikan kelancaran dan keberkahan, serta mampu terus menjadi gerakan kebaikan yang membawa manfaat untuk seluruh peserta didik,” ujarnya.
(Red)
















