BANYUWANGI — Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Kabupaten Banyuwangi dimaknai lebih dari sekadar seremoni. Melalui forum diskusi strategis yang digelar di Gedung DPRD Banyuwangi, Sabtu (7/2/2026), insan pers dan generasi muda ditegaskan sebagai kekuatan utama dalam mengawal agenda besar ketahanan pangan nasional.
Diskusi publik bertajuk Peran Pemuda dan Pers Mengawal Program Ketahanan Pangan untuk Kemajuan Bangsa ini menghadirkan pemangku kepentingan lintas sektor, mulai dari unsur legislatif, birokrasi teknis, hingga aparat teritorial TNI. Hadir sebagai narasumber Anggota DPRD Banyuwangi Fraksi Partai Gerindra Suwito, Sekretaris Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi Ilham Juanda, serta perwakilan Kodim 0825 Banyuwangi.
Forum ini diikuti jurnalis lintas media, aktivis kepemudaan, serta mahasiswa Politeknik Negeri Banyuwangi. Turut hadir Ketua PW Fast Respon Nusantara (FRN) DPC Banyuwangi Agus Samiaji dan Ketua LDKS PIJAR Bondan, yang memperkuat spektrum diskusi dari sisi kontrol sosial dan peran generasi muda.
Dalam pemaparannya, Suwito menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan agenda strategis negara yang menuntut pengawasan ketat dan keberanian publik untuk bersuara. Ia mengingatkan agar program pangan tidak terjebak pada rutinitas administratif maupun simbolik semata.
Menurutnya, pers dan pemuda memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan setiap kebijakan, anggaran, dan pelaksanaan program benar-benar berpihak pada petani, nelayan, dan masyarakat kecil sebagai tulang punggung pangan nasional. Transparansi, kritik berbasis data, serta keberanian mengungkap penyimpangan dinilai menjadi fondasi utama keberhasilan ketahanan pangan.
Sementara itu, Ilham Juanda menekankan bahwa keberlanjutan program pangan hanya dapat terwujud melalui kolaborasi lintas sektor yang solid. Pemerintah daerah, legislatif, TNI, pers, dan pemuda harus bergerak dalam satu irama, dengan peran masing-masing yang saling menguatkan.
Ia menilai insan pers dan generasi muda tidak lagi berada di posisi pinggiran, melainkan sebagai mitra kritis pembangunan yang berfungsi memberi masukan, pengawasan, sekaligus edukasi publik agar kebijakan pangan berjalan efektif, adil, dan berjangka panjang.
Diskusi HPN 2026 ini menjadi ruang refleksi bersama bahwa kemerdekaan pers harus terus dijaga dengan keberpihakan pada kepentingan rakyat. Pers dan pemuda diharapkan tampil sebagai penjaga nurani publik—kritis namun konstruktif—demi mewujudkan ketahanan pangan yang berdaulat, berkeadilan, dan berkelanjutan di Banyuwangi serta Indonesia.
Redaksi
Media Nasional Ganesha Abadi
















