BANYUWANGI – Keluarga besar Komando Distrik Militer (Kodim) 0825/Banyuwangi menggelar peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah di Masjid Ahmad Yani, Makodim 0825/Banyuwangi, Kamis (22/01/2026). Kegiatan ini menjadi momentum strategis dalam penguatan spiritual, moral, dan integritas prajurit TNI AD.
Mengusung tema “Dengan Meneladani Akhlak Mulia Rasulullah SAW Membentuk Karakter Prajurit yang Prima Guna Menuju Indonesia Maju”, acara dihadiri langsung Dandim 0825/Banyuwangi Letkol Arm Triyadi Indrawijaya, S.H., M.I.P., jajaran Perwira, Bintara, Tamtama, serta PNS Kodim 0825. Hadir sebagai penceramah utama, KH. Akhmad Sidiq, S.Ag., M.H.I.
Dalam sambutannya, Letkol Arm Triyadi Indrawijaya menegaskan bahwa peristiwa Isra Mi’raj sarat dengan nilai-nilai keteladanan yang relevan bagi kehidupan prajurit TNI, khususnya dalam menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara.
“Isra Mi’raj mengajarkan bahwa setiap ujian hidup selalu disertai jalan keluar bagi mereka yang bersabar dan beriman. Meneladani akhlak Rasulullah SAW adalah fondasi utama dalam membentuk prajurit yang tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga unggul secara moral dan spiritual,” tegas Dandim.
Ia juga mengajak seluruh keluarga besar Kodim 0825 untuk menjadikan Al-Qur’an dan Hadis sebagai pedoman hidup, baik dalam kedinasan maupun kehidupan bermasyarakat.
“Penguatan iman akan melahirkan karakter pemimpin yang bijak, baik di lingkungan keluarga, satuan, maupun di tengah masyarakat. Inilah bekal utama prajurit dalam memberikan pengabdian terbaik bagi NKRI,” lanjutnya.
Sementara itu, dalam tausiyahnya, KH. Akhmad Sidiq menjelaskan bahwa Isra Mi’raj merupakan bukti kekuasaan mutlak Allah SWT sekaligus pengingat agar manusia tidak terjebak dalam kesombongan jabatan maupun harta.
“Derajat manusia bisa diangkat atau diturunkan dalam sekejap oleh Allah SWT. Karena itu, penting menjaga keseimbangan hidup: memberi nutrisi bagi hati dengan zikir, bagi akal dengan ilmu, dan bagi jasmani dengan iman,” tuturnya.
KH. Akhmad Sidiq juga mengulas Amul Huzni (Tahun Kesedihan) yang dialami Rasulullah SAW sebelum peristiwa Isra Mi’raj, sebagai simbol bahwa di balik kesedihan mendalam terdapat pertolongan dan penguatan dari Allah SWT.
“Pelajaran pentingnya adalah menjaga kebersihan dan ketenangan hati. Saat dilanda amarah, gelisah, atau kesulitan, biasakan bersuci atau berwudu. Itu adalah jalan terbaik untuk menenangkan jiwa dan mendekatkan diri kepada Allah,” pesannya.
Peringatan Isra Mi’raj ini diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa dan negara. Melalui kegiatan ini, Kodim 0825/Banyuwangi menegaskan komitmennya dalam mencetak prajurit yang religius, profesional, dan berkarakter kuat demi mengawal terwujudnya Indonesia Maju.
(Red)
















