BANYUWANGI — Semangat kebersamaan, kekeluargaan, dan pelestarian budaya lokal mengemuka dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXXIX Kodim 0825/Banyuwangi, yang dikemas melalui lomba permainan tradisional, Rabu (5/2/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Hitam Makodim 0825 Banyuwangi, Jalan RA Kartini No. 02 Kepatihan, ini tidak hanya menjadi ajang perayaan internal organisasi, tetapi juga ruang silaturahmi yang edukatif dan inklusif bagi keluarga besar TNI AD serta masyarakat sekitar.
Rangkaian acara diawali dengan senam bersama yang diikuti secara antusias oleh peserta sejak pagi hari. Usai senam, suasana semakin semarak dengan digelarnya berbagai lomba permainan tradisional yang melibatkan anak-anak hingga ibu-ibu Persit.
Untuk kategori anak-anak, panitia menyelenggarakan lomba gobak sodor, holahop, dan lompat karet, sementara kategori ibu-ibu mempertandingkan permainan bekel, congklak, holahop, serta lompat karet. Seluruh perlombaan dirancang tidak semata sebagai hiburan, tetapi juga sarana edukasi yang menanamkan nilai sportivitas, kerja sama, kebersamaan, dan kecintaan terhadap warisan budaya bangsa.
Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXXIX Kodim 0825/Banyuwangi, Ny. Dian Rahmawati Tryadi Indra Wijaya, menegaskan bahwa peringatan HUT ke-80 ini memiliki makna strategis bagi eksistensi Persit di tengah dinamika sosial masyarakat.
“Di usia ke-80 ini, Persit tidak hanya memperkuat kebersamaan internal, tetapi juga berkomitmen melestarikan nilai-nilai budaya lokal. Permainan tradisional menjadi media efektif untuk membangun karakter keluarga, mempererat ikatan emosional, sekaligus menanamkan nilai-nilai luhur kepada generasi muda,” ujarnya di sela kegiatan.
Melalui kegiatan lomba permainan tradisional ini, Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXXIX Kodim 0825/Banyuwangi berharap dapat menginspirasi masyarakat untuk kembali mengenal, mencintai, dan melestarikan budaya lokal di tengah derasnya arus modernisasi dan digitalisasi.
Peringatan HUT ke-80 Persit tahun ini menjadi bukti bahwa perayaan hari jadi organisasi tidak harus bersifat seremonial semata, melainkan dapat diisi dengan kegiatan yang bermanfaat, edukatif, dan berdampak positif bagi pembinaan keluarga, penguatan nilai kebangsaan, serta pelestarian jati diri bangsa.
(Red)
















