Banyuwangi – Dalam upaya meningkatkan profesionalisme dan kemampuan personel di tingkat komunitas, Polresta Banyuwangi menggelar pelatihan bagi para pengemban tugas Polisi RW yang merupakan bagian dari strategi Pemolisian Masyarakat (Polmas).
Kegiatan berlangsung di Rupatama Polresta Banyuwangi, Jumat (7/11/2025), diikuti oleh 138 personel dari seluruh jajaran. Pelatihan ini dibuka langsung oleh Wakapolresta Banyuwangi AKBP Teguh Priyo Wasono, S.I.K.
Dalam sambutannya, AKBP Teguh menekankan pentingnya peran Polisi RW sebagai ujung tombak kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di tingkat lingkungan.
“Polisi RW adalah representasi Polri yang paling dekat dengan masyarakat. Mereka harus mampu membaca situasi, berkomunikasi dengan baik, dan menyelesaikan persoalan sosial dengan cara yang humanis,” ujar Teguh.
Para peserta mendapatkan berbagai materi penting, di antaranya teknik komunikasi efektif yang disampaikan oleh Drs. Syaiful Bahri, M.H., M.Si., penyusunan laporan informasi dan deteksi dini oleh KBO Intelkam, serta penerapan Restorative Justice oleh Kanit Renata Satreskrim. Selain itu, Seksi Dokkes Polresta Banyuwangi juga memberikan pelatihan Penanganan Pertama Gawat Darurat (PPGD).
Kasat Binmas Polresta Banyuwangi, Kompol Toni Irawan, S.H., M.H., turut memberikan penguatan tentang strategi Polmas dan penggunaan aplikasi Polisi RW sebagai sarana pendukung pelaporan dan komunikasi di lapangan.
Pelatihan berlangsung secara interaktif melalui sesi diskusi dan studi kasus, sehingga peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengaplikasikannya dalam penanganan masalah sosial di wilayah tugas masing-masing.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan seluruh Polisi RW Polresta Banyuwangi semakin tanggap, komunikatif, dan profesional dalam melayani masyarakat, serta mampu menjadi jembatan yang mempererat hubungan antara Polri dan warga di setiap lingkungan.
(Red)
















