BANYUWANGI – Ribuan masyarakat memadati kawasan Kantor Komunitas Info Warga Banyuwangi (IWB) di Desa Tamansari, Kecamatan Tegalsari, Kabupaten Banyuwangi, dalam kegiatan akbar bertajuk “IWB Bersama Masyarakat Bershalawat”, Sabtu malam (16/05/2026). Kegiatan religius dan sosial tersebut berlangsung khidmat, penuh semangat persatuan, serta menjadi momentum moral untuk menyerukan Banyuwangi yang bersih dari korupsi dan terbebas dari kerusakan lingkungan hidup.
Acara yang digagas langsung oleh Komunitas Info Warga Banyuwangi (IWB) di bawah kepemimpinan Abi Arbain itu turut dihadiri unsur Forkopimcam Forkopimda Banyuwangi tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, aktivis sosial serta Media hingga ratusan warga dari berbagai wilayah di Banyuwangi.
Sejak sore hari, masyarakat mulai berdatangan memenuhi lokasi kegiatan. Lantunan shalawat menggema di tengah suasana malam yang penuh kekhusyukan. Kehadiran berbagai elemen masyarakat menunjukkan tingginya antusiasme publik terhadap gerakan moral dan sosial yang diinisiasi IWB.
Dalam sambutannya, Abi Arbain menegaskan bahwa kegiatan bershalawat tersebut bukan sekadar agenda seremonial keagamaan, melainkan bentuk nyata kepedulian terhadap kondisi sosial, moral, dan lingkungan di Banyuwangi.
“Kami ingin Banyuwangi menjadi daerah yang maju, tetapi tetap berlandaskan moral, kejujuran, dan kepedulian terhadap rakyat kecil serta kelestarian lingkungan. Shalawat ini adalah doa sekaligus pengingat bahwa kekuasaan dan pembangunan harus dijalankan dengan amanah,” tegas Abi Arbain di hadapan jamaah.
Ia juga menyoroti pentingnya menjaga Banyuwangi dari praktik korupsi, penyalahgunaan kewenangan, serta aktivitas yang berpotensi merusak lingkungan hidup dan mengancam masa depan generasi mendatang.
Menurutnya, masyarakat tidak boleh diam ketika melihat adanya persoalan yang merugikan kepentingan publik. Kontrol sosial, kritik konstruktif, dan partisipasi masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga marwah daerah.
“Kami percaya Banyuwangi akan menjadi lebih baik jika pemerintah, masyarakat, tokoh agama, media, dan aparat penegak hukum bersatu menjaga integritas serta berpihak kepada kepentingan rakyat,” ujarnya.
Kehadiran unsur Forkopimda Banyuwangi dalam kegiatan tersebut juga dinilai menjadi simbol penting sinergitas antara masyarakat dan pemerintah dalam menjaga kondusivitas daerah serta memperkuat nilai religius dan persatuan sosial.
Selain pembacaan shalawat dan doa bersama, acara juga diisi tausiyah kebangsaan yang menekankan pentingnya akhlak, keadilan sosial, serta tanggung jawab menjaga alam dan lingkungan hidup sebagai amanah bersama.
Suasana acara semakin semarak dengan tata panggung megah dan pengamanan yang tertib. Masyarakat tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga selesai. Banyak warga berharap kegiatan seperti ini terus dilakukan sebagai wadah silaturahmi sekaligus ruang edukasi moral bagi masyarakat luas.
Kegiatan “IWB Bersama Masyarakat Bershalawat” juga menjadi pesan kuat bahwa pembangunan Banyuwangi tidak hanya harus mengejar pertumbuhan ekonomi semata, tetapi juga wajib memperhatikan nilai spiritual, keadilan sosial, transparansi, serta keberlanjutan lingkungan hidup.
Dengan terselenggaranya acara tersebut, IWB bersama masyarakat berharap lahir kesadaran kolektif untuk menjaga Banyuwangi tetap damai, religius, bersih dari praktik korupsi, serta terbebas dari segala bentuk kerusakan lingkungan yang dapat merugikan masyarakat dan generasi masa depan.
(Redaksi
Media Nasional Ganesha Abadi)
















