BANYUWANGI – Semangat moral, spiritual, dan kepedulian terhadap masa depan daerah kembali digaungkan melalui kegiatan “IWB Bersama Masyarakat Bershalawat” yang digelar di Kantor IWB, Desa Tamansari, Kecamatan Tegalsari, Kabupaten Banyuwangi. Kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk menyerukan persatuan masyarakat dalam menjaga integritas daerah, memberantas praktik korupsi, serta menyelamatkan lingkungan hidup dari ancaman kerusakan yang semakin mengkhawatirkan.
Acara yang akan di dihadiri berbagai elemen masyarakat, tokoh agama, aktivis sosial, pemuda, dan warga sekitar yang bersama-sama memanjatkan shalawat serta doa demi terciptanya Banyuwangi yang aman, damai, bermartabat, dan berkeadilan.
Dalam suasana religius yang sarat makna, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang spiritual semata, tetapi juga bentuk kepedulian sosial terhadap kondisi daerah yang saat ini dinilai membutuhkan penguatan moral dan pengawasan publik terhadap berbagai persoalan strategis.
Panitia dan penggerak kegiatan menegaskan bahwa gerakan moral seperti ini menjadi pengingat bahwa pembangunan daerah tidak boleh dilepaskan dari nilai kejujuran, transparansi, dan tanggung jawab terhadap kelestarian alam. Banyuwangi sebagai daerah yang kaya potensi wisata, pertanian, dan sumber daya alam dinilai harus dijaga dari berbagai bentuk penyimpangan yang merugikan rakyat.
“Shalawat bukan hanya seremonial keagamaan, tetapi juga seruan moral agar seluruh pihak kembali kepada nilai kejujuran, amanah, dan kepedulian terhadap lingkungan hidup. Banyuwangi harus bersih dari korupsi dan terbebas dari kerusakan lingkungan,” tegas ketua penyelenggara Abi Arbain,
Kegiatan tersebut juga menjadi kritik moral terhadap berbagai persoalan yang belakangan menjadi perhatian publik, mulai dari dugaan lemahnya pengawasan terhadap kerusakan lingkungan, persoalan tata kelola pembangunan, hingga keresahan masyarakat terkait dampak aktivitas tertentu yang dinilai berpotensi mengganggu keseimbangan alam dan kehidupan warga.
Masyarakat menilai bahwa suara rakyat tidak boleh diabaikan. Pemerintah, aparat penegak hukum, hingga seluruh pemangku kebijakan diminta lebih serius menjalankan fungsi pengawasan dan penegakan hukum tanpa pandang bulu demi menjaga kepercayaan publik.
Selain itu, kegiatan Bershalawat Bersama Masyarakat ini juga membawa pesan persaudaraan dan persatuan. Di tengah berbagai dinamika sosial, masyarakat diajak untuk tidak terpecah oleh kepentingan kelompok tertentu yang dapat merugikan daerah.
“Banyuwangi dibangun dengan semangat gotong royong dan nilai religius. Jangan sampai kepentingan pribadi maupun kelompok merusak masa depan daerah dan menyengsarakan masyarakat kecil,” ungkap salah satu tokoh masyarakat,
Kegiatan mendapat respons positif dari masyarakat sekitar. Banyak warga berharap kegiatan serupa terus dilakukan sebagai bentuk penguatan moral sosial sekaligus ruang aspirasi masyarakat dalam menyuarakan kepentingan rakyat secara damai dan bermartabat.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, IWB bersama masyarakat berharap lahir kesadaran kolektif untuk menjaga Banyuwangi agar tetap menjadi daerah yang bersih, adil, religius, serta berorientasi pada keselamatan lingkungan hidup dan kesejahteraan masyarakat luas.
(Redaksi
Media Nasional Ganesha Abadi)
















