BANYUWANGI, – Di tengah masih adanya tantangan Anak Tidak Sekolah (ATS) dan rendahnya akses pendidikan bagi sebagian masyarakat, PKBM Merdeka Banyuwangi kembali menunjukkan kiprahnya sebagai salah satu lembaga pendidikan nonformal unggulan. Sebanyak 76 warga belajar resmi dinyatakan lulus dalam Tasyakuran Kelulusan Tahun Ajaran 2025–2026 yang digelar di Hotel Pesona Osing, Gambiran, Banyuwangi.
Kelulusan tersebut terdiri atas 24 lulusan Program Paket B (setara SMP) dan 52 lulusan Program Paket C (setara SMA). Momentum ini menjadi simbol keberhasilan pendidikan kesetaraan dalam membuka kembali harapan masyarakat untuk memperoleh hak pendidikan tanpa memandang usia, latar belakang ekonomi, maupun kondisi sosial.
Acara berlangsung meriah sekaligus penuh khidmat. Penampilan seni dari warga belajar membuka rangkaian kegiatan dan menjadi bukti bahwa pendidikan nonformal bukan sekadar mengejar ijazah, melainkan juga membangun rasa percaya diri, kreativitas, dan karakter.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kabid Pendidikan Masyarakat Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi Dr. Hj. Lina Kamalin, M.Pd, Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Banyuwangi Dr. Ficky Septalinda, MM, Kepala Satkerwildik Kecamatan Tegaldlimo Esti Emi Handayani, M.Pd, Ketua Yayasan Kampung Merdeka Banyuwangi Dr. Fajar Isnaeni, MM, Sri Lestari, A.Md selaku Pengawas Yayasan, Direktur Pengembangan Lembaga Pendidikan Kampung Merdeka Banyuwangi Ainur Rizqiyah, M.Pd, Kepala Sekolah PKBM Merdeka Nurul Ainiyah, MH, para tutor, tokoh masyarakat, serta sejumlah kepala desa dari berbagai kecamatan.
Dalam sambutannya, Dr. Hj. Lina Kamalin, M.Pd memberikan apresiasi atas konsistensi PKBM Merdeka dalam membantu pemerintah menuntaskan persoalan Anak Tidak Sekolah di Banyuwangi.
Ia menyebut pendidikan kesetaraan memiliki peran strategis dalam menciptakan masyarakat yang lebih produktif, mandiri, dan memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang.
Sementara itu, Dr. Ficky Septalinda, MM menegaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan merupakan fondasi utama pembangunan daerah.
Menurutnya, keberadaan PKBM Merdeka harus terus diperkuat melalui kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan agar mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Banyuwangi.
“Pendidikan adalah investasi jangka panjang. Ketika masyarakat memperoleh akses pendidikan yang layak, maka kesejahteraan dan kualitas pembangunan daerah akan ikut meningkat,” ujarnya.
Kepala Sekolah PKBM Merdeka, Nurul Ainiyah, MH, menjelaskan bahwa lembaga yang dipimpinnya kini memiliki 438 warga belajar yang tersebar di 10 kelompok belajar (Pokjar) di wilayah Wongsorejo, Kalipuro, Giri, Glagah, Rogojampi, Srono, Tegaldlimo, Cluring, dan Genteng.
Menurutnya, keberhasilan PKBM Merdeka bukan hanya diukur dari jumlah lulusan, tetapi juga dari kemampuan lembaga membangun karakter, meningkatkan kompetensi, dan menghadirkan pendidikan yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
Suasana haru terasa ketika salah satu lulusan, Mansyur, menyampaikan rasa syukur atas perjalanan belajarnya.
“Terima kasih PKBM Merdeka yang telah membimbing kami dengan penuh kesabaran. Walaupun usia kami sudah tidak muda lagi, kami tetap diberi semangat untuk terus belajar hingga akhirnya berhasil lulus,” tuturnya.
Tasyakuran tahun ini menjadi pelepasan lulusan kelima sejak PKBM Merdeka berdiri. Capaian tersebut memperlihatkan konsistensi lembaga dalam memperluas akses pendidikan kesetaraan di Kabupaten Banyuwangi.
Lebih dari sekadar menyelenggarakan Program Paket A, Paket B, dan Paket C, PKBM Merdeka yang telah meraih Akreditasi A (Unggul) juga mengembangkan berbagai program life skill melalui kerja sama dengan BPVP Banyuwangi, BPVP Situbondo, serta berbagai instansi pemerintah dan mitra strategis lainnya.
Melalui program keterampilan tersebut, warga belajar memperoleh bekal kompetensi di bidang vokasi, kewirausahaan, dan dunia kerja sehingga memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan taraf hidup dan kemandirian ekonomi.
Keberhasilan PKBM Merdeka menjadi bukti bahwa pendidikan nonformal memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia Indonesia. Di saat pendidikan menjadi kunci perubahan, PKBM Merdeka terus hadir sebagai ruang harapan, kesempatan kedua, dan jembatan menuju masa depan yang lebih baik bagi masyarakat Banyuwangi.
(Redaksi Media Nasional Ganesha Abadi)
















