• REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
GANESHA BWI
  • HOME
  • TRENDING
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLRI
  • TNI
  • PARLEMEN
  • PARIWISATA
  • PERISTIWA
  • PENDIDIKAN
  • WAWASAN NUSANTARA
No Result
View All Result
  • HOME
  • TRENDING
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLRI
  • TNI
  • PARLEMEN
  • PARIWISATA
  • PERISTIWA
  • PENDIDIKAN
  • WAWASAN NUSANTARA
No Result
View All Result
GANESHA BWI
No Result
View All Result
  • HOME
  • TRENDING
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLRI
  • TNI
  • PARLEMEN
  • PARIWISATA
  • PERISTIWA
  • PENDIDIKAN
  • WAWASAN NUSANTARA
Home DAERAH

BEC 2026 Tegaskan Banyuwangi sebagai Panggung Budaya Dunia, Tema “Perang Bayu” Hidupkan Semangat Sejarah dari Lokal Menuju Global

BEC 2026 bertema Perang Bayu sukses memukau ribuan penonton dan delegasi internasional, mengukuhkan Banyuwangi sebagai panggung budaya dunia berbasis sejarah dan kreativitas.

Nur Kholis <span class="verified-badge"></span> by Nur Kholis
Juli 19, 2026
in DAERAH, NASIONAL, TRENDING
0
BEC 2026 Tegaskan Banyuwangi sebagai Panggung Budaya Dunia, Tema “Perang Bayu” Hidupkan Semangat Sejarah dari Lokal Menuju Global

BANYUWANGI – Ribuan masyarakat, wisatawan domestik maupun mancanegara memadati sepanjang rute parade Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2026, Sabtu (18/7/2026). Memasuki penyelenggaraan ke-14, BEC kembali membuktikan bahwa kekayaan budaya lokal Banyuwangi mampu tampil sebagai pertunjukan berkelas internasional melalui perpaduan seni, sejarah, kreativitas, dan industri kreatif yang dikemas secara spektakuler.

Mengusung tema “Perang Bayu”, BEC 2026 tidak sekadar menjadi parade kostum etnik, tetapi juga menghadirkan ruang edukasi sejarah yang mengangkat perjuangan masyarakat Blambangan dalam melawan kolonialisme Belanda pada abad ke-18. Pesan tersebut disampaikan melalui ratusan talenta yang mengenakan kostum artistik dan berjalan sepanjang sekitar dua kilometer dari Taman Blambangan menuju Jalan Ahmad Yani.

Baca Juga  Kodim 0825/Banyuwangi Ajak Pemuda Kobarkan Semangat Persatuan di Hari Sumpah Pemuda 2025

Dari Budaya Lokal Menuju Pengakuan Internasional

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang membuka secara resmi BEC 2026 menilai ajang tersebut menjadi simbol nyata bagaimana budaya daerah mampu berkembang menjadi kekuatan yang diperhitungkan di tingkat dunia.

Menurutnya, semangat “From Local to Global” tercermin melalui kolaborasi masyarakat, seniman, budayawan, pemerintah daerah, hingga pelaku ekonomi kreatif yang berhasil menghadirkan pertunjukan budaya berkualitas internasional tanpa meninggalkan identitas lokal.

Khofifah menegaskan bahwa BEC bukan hanya menjadi kebanggaan Banyuwangi, melainkan juga Jawa Timur dan Indonesia karena mampu menunjukkan bahwa pelestarian budaya dapat berjalan seiring dengan inovasi dan perkembangan zaman.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Banyuwangi yang dinilai berhasil menjadi orkestrator berbagai agenda budaya yang mampu mengangkat nama daerah di tingkat nasional maupun internasional.

Baca Juga  Tour de Banyuwangi Ijen 2025, Ajang Balap Sepeda Internasional Satu-satunya di Indonesia

“Perang Bayu” Bangkitkan Memori Sejarah Blambangan

Tema Perang Bayu dipilih sebagai pengingat atas salah satu fase penting dalam sejarah perjuangan rakyat Blambangan mempertahankan tanah kelahirannya dari penjajahan.

Konsep tersebut divisualisasikan melalui lima fragmen utama yang menampilkan semangat keberanian, pengorbanan, persatuan masyarakat, hingga nilai-nilai patriotisme yang diwariskan para leluhur Banyuwangi.

Setiap rancangan busana menghadirkan interpretasi modern terhadap sejarah lokal dengan sentuhan desain kontemporer yang tetap berpijak pada akar budaya Osing.

Tidak hanya menghadirkan keindahan visual, parade tersebut juga menjadi media edukasi bagi generasi muda agar semakin mengenal sejarah perjuangan daerahnya.

Baca Juga  Komunitas Sadar Hukum Banyuwangi Desak Inspektorat Tuntaskan Audit Dugaan Pengelolaan Ilegal Lapangan Maron Genteng

Kolaborasi Seni Tradisional dan Fashion Modern

Sebelum parade kostum dimulai, kemeriahan BEC diawali dengan berbagai pertunjukan seni tradisional Banyuwangi.

Penonton disuguhkan penampilan Kuntulan Ewon, disusul Tari Seblang, Gandrung, Jaranan Buto, hingga atraksi Barong yang dipentaskan secara kolosal.

Perpaduan kesenian tradisional dengan konsep fashion carnival modern menunjukkan bahwa modernisasi tidak harus menghapus identitas budaya.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menegaskan bahwa globalisasi semestinya menjadi sarana memperkuat pelestarian budaya, bukan justru menggesernya.

Menurut Ipuk, kemajuan teknologi, kreativitas, dan industri kreatif harus dimanfaatkan sebagai media untuk memperkenalkan warisan budaya Banyuwangi kepada masyarakat dunia.

Baca Juga  Menjadi Notaris: Perjalanan Panjang yang Memerlukan Waktu, Kesabaran dan Biaya

DKB: BEC Adalah Etalase Budaya Banyuwangi di Mata Dunia

Ketua Dewan Kesenian Blambangan (DKB), Hasan Basri, menilai BEC telah berkembang menjadi etalase utama yang memperlihatkan kekayaan budaya Banyuwangi kepada dunia internasional.

Ia menekankan bahwa nilai-nilai lokal harus tetap menjadi fondasi utama di tengah derasnya arus globalisasi sehingga identitas budaya daerah tetap terjaga.

Menurutnya, keberhasilan BEC membangun reputasi internasional menunjukkan bahwa budaya lokal memiliki daya saing apabila dikemas secara kreatif, profesional, dan berkelanjutan.

Baca Juga  Kodim 0825/Banyuwangi Gelar Latorsal Intel Triwulan I 2026, Perkuat Naluri Intelijen Prajurit Teritorial

AMAN Osing: Semangat Perang Bayu Harus Direvitalisasi

Ketua Pengurus Daerah Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Osing Banyuwangi, Wiwin Indiarti, menyebut Perang Bayu merupakan salah satu simbol penting perjuangan masyarakat Blambangan dalam mempertahankan kedaulatan wilayahnya.

Menurutnya, nilai keberanian, solidaritas, dan kecintaan terhadap tanah air yang diwariskan melalui Perang Bayu perlu terus direvitalisasi agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman.

Ia berharap BEC menjadi momentum membangun kesadaran kolektif masyarakat untuk menjaga budaya, alam, serta identitas Banyuwangi sebagaimana semangat perjuangan para leluhur.

Baca Juga  Lapas Kelas IIA Banyuwangi Gelar Rolling Gembok, Perkuat Deteksi Dini Gangguan Kamtib

Dihadiri Tokoh Nasional dan Delegasi Internasional

Kemegahan BEC 2026 semakin terasa dengan kehadiran sejumlah tokoh nasional, antara lain Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata Zita Anjani, perwakilan Kementerian Pariwisata RI, anggota DPR RI, pimpinan BUMN, kalangan swasta, hingga berbagai tamu kehormatan lainnya.

Selain itu, penyelenggaraan BEC tahun ini turut disaksikan oleh delegasi negara-negara anggota ASEAN, East Asia Summit (EAS), serta Pacific Islands Forum (PIF) yang memberikan dimensi diplomasi budaya dalam ajang tersebut.

Kehadiran delegasi internasional memperkuat posisi Banyuwangi sebagai salah satu destinasi budaya unggulan Indonesia yang semakin dikenal di panggung global.

Baca Juga  Menkes Budi Gunadi Resmikan Oasis Wangi di Banyuwangi, Layanan Konsultasi Kesehatan 24 Jam Berbasis WhatsApp Jadi Inovasi Nasional

Sinergi Menjadi Kunci Kemajuan Banyuwangi

Bupati Ipuk Fiestiandani menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan penyelenggaraan BEC, khususnya para generasi muda, seniman, budayawan, relawan, serta seluruh elemen masyarakat Banyuwangi.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan BEC selama empat belas tahun tidak terlepas dari kekuatan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan yang terus menjaga komitmen membangun Banyuwangi melalui sektor budaya, pariwisata, dan ekonomi kreatif.

Menurutnya, BEC diharapkan terus menjadi simbol persatuan sekaligus motor penggerak pembangunan daerah yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pariwisata berbasis budaya.

Penutup

Keberhasilan penyelenggaraan Banyuwangi Ethno Carnival 2026 kembali memperlihatkan bahwa pelestarian budaya dapat berjalan seiring dengan inovasi dan kemajuan zaman. Melalui tema Perang Bayu, Banyuwangi tidak hanya menghadirkan pertunjukan kelas dunia, tetapi juga menghidupkan kembali nilai-nilai sejarah, patriotisme, dan identitas budaya sebagai modal penting menuju masa depan yang berdaya saing global.

BEC 2026 Tegaskan Banyuwangi sebagai Panggung Budaya Dunia, Tema "Perang Bayu" Hidupkan Semangat Sejarah dari Lokal Menuju Global

Redaksi Media Nasional Ganesha Abadi

Slogan: “Akurat dan Berimbang • Berani Tajam Sesuai Data • Mengungkap Fakta”

Post Views: 405
Konsultasikan sekarang‼️
Tags: BanyuwangiBEC 2026Budaya Jawa TimurPariwisata
Previous Post

Menkes Budi Gunadi Resmikan Oasis Wangi di Banyuwangi, Layanan Konsultasi Kesehatan 24 Jam Berbasis WhatsApp Jadi Inovasi Nasional

Next Post

Aktivis Banyuwangi Selatan (GEMPAR) Gaungkan Wacana Pemekaran Kabupaten, Soroti Pemerataan Pelayanan Publik

Nur Kholis <span class="verified-badge"></span>

Nur Kholis <span class="verified-badge"></span>

Berani Tajam Sesuai Data Mengungkap Fakta Sesuai Kejadian dilapangan

Next Post
Aktivis Banyuwangi Selatan (GEMPAR) Gaungkan Wacana Pemekaran Kabupaten, Soroti Pemerataan Pelayanan Publik

Aktivis Banyuwangi Selatan (GEMPAR) Gaungkan Wacana Pemekaran Kabupaten, Soroti Pemerataan Pelayanan Publik

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected test

  • 23.9k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
IPHI Jawa Timur Gelar Sertifikasi Pembimbing Manasik Haji Profesional Angkatan Ketiga

IPHI Jawa Timur Gelar Sertifikasi Pembimbing Manasik Haji Profesional Angkatan Ketiga

Agustus 24, 2025
Siswa SMK Negeri 1 Glagah Hilang Saat PKL di Kapal Penangkap Ikan, Publik Desak Transparansi, Kepastian Hukum dan Keadilan

Siswa SMK Negeri 1 Glagah Hilang Saat PKL di Kapal Penangkap Ikan, Publik Desak Transparansi, Kepastian Hukum dan Keadilan

Februari 14, 2026
Ketua Komunitas Sadar Hukum Banyuwangi Mengecam Pelayanan SMA Negeri 1 Muncar dan Akan Jadikan Percontohan Laporan Dugaan Pungli Pendidikan Banyuwangi

Ketua Komunitas Sadar Hukum Banyuwangi Mengecam Pelayanan SMA Negeri 1 Muncar dan Akan Jadikan Percontohan Laporan Dugaan Pungli Pendidikan Banyuwangi

Juli 17, 2025
SMP Darussyfa'ah dan MA Raudhatut Tholabah Genteng Tahan Ijazah Siswa

SMP Darussyfa’ah dan MA Raudhatut Tholabah Genteng Tahan Ijazah Siswa

Desember 20, 2024
Banyuwangi Larang Study Tour, Sekolah Diminta Rayakan Kelulusan secara Edukatif dan Bermakna

Banyuwangi Larang Study Tour, Sekolah Diminta Rayakan Kelulusan secara Edukatif dan Bermakna

1
Polsek Tegaldlimo Peringati Maulid Nabi dengan Doa Bersama dan Santunan Anak Yatim

Polsek Tegaldlimo Peringati Maulid Nabi dengan Doa Bersama dan Santunan Anak Yatim

1
Dandim 0825/Banyuwangi Berikan Penghargaan Prajurit Berprestasi

Dandim 0825/Banyuwangi Berikan Penghargaan Prajurit Berprestasi

0
Kodim 0825 Banyuwangi Rayakan HUT Korpri ke-53 dengan Tasyakuran dan Santunan Anak Yatim

Kodim 0825 Banyuwangi Rayakan HUT Korpri ke-53 dengan Tasyakuran dan Santunan Anak Yatim

0
JANGAN JADIKAN DEMONSTRASI SEBAGAI KAMBING HITAM: BUPATI SITUBONDO DIMINTA BIJAK SIKAPI KONFLIK BOSOWA DAN GANGGUAN LPG

JANGAN JADIKAN DEMONSTRASI SEBAGAI KAMBING HITAM: BUPATI SITUBONDO DIMINTA BIJAK SIKAPI KONFLIK BOSOWA DAN GANGGUAN LPG

September 7, 2026
DUGAAN PELECEHAN PROFESI WARTAWAN: REDAKSI MEDIA NASIONAL GANESHA ABADI TEMPUH JALUR HUKUM, KUHP BARU DAN UU PERS JADI RUJUKAN

DUGAAN PELECEHAN PROFESI WARTAWAN: REDAKSI MEDIA NASIONAL GANESHA ABADI TEMPUH JALUR HUKUM, KUHP BARU DAN UU PERS JADI RUJUKAN

Agustus 21, 2026
DIDUGA LECEHKAN PROFESI WARTAWAN, PENGUSAHA WIFI ALVN DI GENTENG BANYUWANGI DISOROT:

DIDUGA LECEHKAN PROFESI WARTAWAN, PENGUSAHA WIFI ALVN DI GENTENG BANYUWANGI DISOROT:

Agustus 21, 2026
KLARIFIKASI SPBU 54.684.19 SEMPU: PRADUGA PENYALAHGUNAAN BBM SUBSIDI KEMBALI DISOROT, PENGAWAS PAPARKAN MEKANISME PENGAWASAN

KLARIFIKASI SPBU 54.684.19 SEMPU: PRADUGA PENYALAHGUNAAN BBM SUBSIDI KEMBALI DISOROT, PENGAWAS PAPARKAN MEKANISME PENGAWASAN

Agustus 17, 2026

Recent News

JANGAN JADIKAN DEMONSTRASI SEBAGAI KAMBING HITAM: BUPATI SITUBONDO DIMINTA BIJAK SIKAPI KONFLIK BOSOWA DAN GANGGUAN LPG

JANGAN JADIKAN DEMONSTRASI SEBAGAI KAMBING HITAM: BUPATI SITUBONDO DIMINTA BIJAK SIKAPI KONFLIK BOSOWA DAN GANGGUAN LPG

September 7, 2026
DUGAAN PELECEHAN PROFESI WARTAWAN: REDAKSI MEDIA NASIONAL GANESHA ABADI TEMPUH JALUR HUKUM, KUHP BARU DAN UU PERS JADI RUJUKAN

DUGAAN PELECEHAN PROFESI WARTAWAN: REDAKSI MEDIA NASIONAL GANESHA ABADI TEMPUH JALUR HUKUM, KUHP BARU DAN UU PERS JADI RUJUKAN

Agustus 21, 2026
DIDUGA LECEHKAN PROFESI WARTAWAN, PENGUSAHA WIFI ALVN DI GENTENG BANYUWANGI DISOROT:

DIDUGA LECEHKAN PROFESI WARTAWAN, PENGUSAHA WIFI ALVN DI GENTENG BANYUWANGI DISOROT:

Agustus 21, 2026
KLARIFIKASI SPBU 54.684.19 SEMPU: PRADUGA PENYALAHGUNAAN BBM SUBSIDI KEMBALI DISOROT, PENGAWAS PAPARKAN MEKANISME PENGAWASAN

KLARIFIKASI SPBU 54.684.19 SEMPU: PRADUGA PENYALAHGUNAAN BBM SUBSIDI KEMBALI DISOROT, PENGAWAS PAPARKAN MEKANISME PENGAWASAN

Agustus 17, 2026

Browse by Category

  • DAERAH
  • HUKUM
  • NASIONAL
  • NEWS
  • PARIWISATA
  • PARLEMEN
  • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • POLRI
  • SENI BUDAYA
  • SOSIAL
  • TNI
  • TRENDING
  • WAWASAN NUSANTARA

Recent News

JANGAN JADIKAN DEMONSTRASI SEBAGAI KAMBING HITAM: BUPATI SITUBONDO DIMINTA BIJAK SIKAPI KONFLIK BOSOWA DAN GANGGUAN LPG

JANGAN JADIKAN DEMONSTRASI SEBAGAI KAMBING HITAM: BUPATI SITUBONDO DIMINTA BIJAK SIKAPI KONFLIK BOSOWA DAN GANGGUAN LPG

September 7, 2026
DUGAAN PELECEHAN PROFESI WARTAWAN: REDAKSI MEDIA NASIONAL GANESHA ABADI TEMPUH JALUR HUKUM, KUHP BARU DAN UU PERS JADI RUJUKAN

DUGAAN PELECEHAN PROFESI WARTAWAN: REDAKSI MEDIA NASIONAL GANESHA ABADI TEMPUH JALUR HUKUM, KUHP BARU DAN UU PERS JADI RUJUKAN

Agustus 21, 2026
  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik

Hak Cipta ganeshabwi.com © 2024

No Result
View All Result

Hak Cipta ganeshabwi.com © 2024