BANYUWANGI – Menjelang momentum pergantian tahun dan perayaan Natal serta Tahun Baru (Nataru), Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi meningkatkan langkah antisipatif guna menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di lingkungan pemasyarakatan.
Peningkatan kewaspadaan tersebut diwujudkan melalui pengecekan menyeluruh terhadap sarana dan prasarana pengamanan, khususnya pada area vital seperti pos atas, yang dilaksanakan pada Sabtu (27/12/2025).
Pengecekan ini bertujuan memastikan seluruh fasilitas pengamanan berfungsi optimal serta sesuai dengan data inventaris yang tercatat. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Subseksi Keamanan Lapas Banyuwangi, M. Khairul Anam, didampingi staf bagian Kamtib. Dalam pelaksanaannya, tim tidak hanya memeriksa kelayakan fisik sarana pengamanan, tetapi juga melakukan pemetaan terhadap titik-titik rawan yang berpotensi menimbulkan gangguan.
“Melalui pemetaan yang akurat, kami dapat melakukan mitigasi sedini mungkin guna meminimalisir risiko gangguan keamanan sebelum terjadi,” ujar Anam.
Ia menegaskan bahwa pada momen Nataru, seluruh jajaran pengamanan Lapas Banyuwangi diminta meningkatkan kewaspadaan secara menyeluruh dan berlapis.
“Kami meningkatkan kesiapsiagaan di semua lini, mulai dari pengecekan sarana pengamanan, kesiapan personel, hingga penguatan deteksi dini. Hal ini penting untuk memastikan tidak ada celah bagi potensi gangguan keamanan,” tegasnya.
Langkah preventif tersebut diharapkan mampu menjaga situasi Lapas Banyuwangi tetap aman dan kondusif, sehingga seluruh program pembinaan bagi warga binaan dapat berjalan secara optimal tanpa hambatan.
“Dengan pengawasan yang ketat dan dukungan sarana pengamanan yang mumpuni, kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik sekaligus menjamin ketertiban dan keamanan di lingkungan pemasyarakatan,” pungkas Anam.
(Red)
















