BANYUWANGI — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi kembali menegaskan komitmennya dalam membangun pembinaan holistik bagi warga binaan melalui peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah. Kegiatan keagamaan ini digelar secara khidmat di area Blok Hunian Griya Ulupampang, Sabtu (24/1), dan diikuti ratusan warga binaan.
Sejak pagi, suasana religius menyelimuti lingkungan lapas. Lantunan selawat dan doa menggema, menciptakan nuansa spiritual yang menenangkan. Para warga binaan tampak mengikuti seluruh rangkaian acara dengan penuh kekhusyukan, mencerminkan antusiasme serta kesadaran untuk mendekatkan diri kepada nilai-nilai keimanan.
Kepala Lapas Kelas IIA Banyuwangi, I Wayan Nurasta Wibawa, menegaskan bahwa peringatan Isra Mikraj merupakan bagian strategis dari pembinaan kepribadian yang berorientasi pada perubahan sikap dan perilaku warga binaan.
“Isra Mikraj adalah peristiwa agung yang sarat makna tentang ketaatan, disiplin, dan keteguhan iman. Kami ingin nilai-nilai tersebut tertanam kuat dalam diri warga binaan sebagai bekal menjalani masa pembinaan sekaligus mempersiapkan reintegrasi sosial di masa depan,” ujar Wayan.
Menurutnya, pendekatan spiritual menjadi fondasi penting dalam menciptakan ketenangan batin, pengendalian diri, serta kesadaran moral, yang pada akhirnya berdampak positif terhadap iklim pembinaan di dalam lapas.
Kegiatan inti diisi dengan tausiyah keagamaan oleh Ustaz Ali Mahrus, yang mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan peringatan Isra Mikraj sebagai momentum introspeksi diri. Dalam ceramahnya, ia menekankan pentingnya kesabaran, keikhlasan, dan rasa syukur sebagai jalan keluar dari berbagai ujian kehidupan.
“Tidak ada ujian tanpa hikmah. Kesalahan masa lalu bukan alasan untuk berhenti berharap. Selama kita bersabar dan bersyukur, Allah SWT selalu membuka pintu ampunan dan perubahan,” tuturnya di hadapan para warga binaan.
Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas IIA Banyuwangi berharap pembinaan berbasis keagamaan mampu memperkuat karakter, menumbuhkan optimisme, serta membentuk pribadi warga binaan yang lebih baik, taat hukum, dan siap kembali berkontribusi positif di tengah masyarakat.
(Red)
















