BANYUWANGI – Upaya pencarian terhadap nelayan asal Situbondo, Mohammad Solehuddin (23), yang hilang di perairan Sidodadi sejak 8 Desember 2025, secara resmi dihentikan setelah tujuh hari operasi tanpa hasil. Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Banyuwangi melalui Pos TNI AL (Posal) Jangkar bersama unsur SAR Gabungan Kabupaten Situbondo menyatakan operasi telah memenuhi seluruh prosedur dan standar pencarian.
Korban, warga Dusun Pondok Mimbo, Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih, dilaporkan hilang saat melaut dalam kondisi cuaca tidak stabil. Sejak hari pertama, seluruh unsur SAR bergerak cepat melakukan penyisiran intensif baik melalui jalur laut maupun pemantauan garis pantai.
Operasi Besar Melibatkan Banyak Unsur
Upaya pencarian ini melibatkan kekuatan penuh dari berbagai institusi:
- Basarnas Kantor SAR Surabaya dan Pos SAR Banyuwangi
- BPBD Situbondo
- Posal Jangkar – Lanal Banyuwangi
- Satpolairud Polres Situbondo
- Damkar Situbondo
- Perangkat desa dan kecamatan
- Nelayan setempat
Penyisiran menggunakan perahu karet Basarnas dan BPBD difokuskan pada titik dugaan jatuhnya korban serta area perairan Taman Nasional Baluran yang dikenal memiliki arus kuat dan kontur laut kompleks. Namun hingga hari ketujuh, tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Operasi SAR Ditutup, Keluarga Ikhlas
Sesuai prosedur standar operasi SAR, pencarian resmi dihentikan setelah memasuki hari ketujuh tanpa temuan signifikan. Tim SAR Gabungan telah menyampaikan laporan resmi kepada pihak keluarga. Keluarga menyatakan menerima keputusan tersebut dengan penuh keikhlasan.
Danlanal Banyuwangi Apresiasi Sinergi Tim SAR
Komandan Lanal Banyuwangi, Letkol Laut (P) Muhamad Puji Santoso, M.Sc., menegaskan bahwa seluruh unsur yang terlibat telah bekerja maksimal:
“Kami bersama seluruh unsur SAR telah berupaya maksimal selama tujuh hari pencarian. Semangat sinergi dan kepedulian yang ditunjukkan seluruh pihak menjadi bukti solidnya koordinasi di lapangan. Meskipun hasil belum sesuai harapan, kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban,” ujarnya.
Danlanal juga mengapresiasi peran serta masyarakat dan para nelayan lokal yang turut membantu penyisiran.
Sorotan Kritis: Perlunya Mitigasi Keselamatan Nelayan
Kasus ini kembali menyoroti pentingnya:
- Penguatan sistem peringatan dini cuaca ekstrem di wilayah pesisir
- Pelatihan keselamatan melaut bagi nelayan muda
- Ketersediaan peralatan keselamatan standar, seperti life jacket dan alat komunikasi
- Peningkatan pengawasan wilayah rawan ombak besar di sekitar Taman Nasional Baluran
Meski operasi telah ditutup, masyarakat pesisir diimbau tetap melaporkan segera jika ditemukan tanda-tanda terkait korban di kemudian hari.
(Red)
















