BANYUWANGI – Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXXIX Kodim 0825/Banyuwangi kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ketahanan keluarga prajurit melalui peningkatan literasi kesehatan ibu dan anak. Bertempat di Media Center Kodim 0825/Banyuwangi, para pengurus dan anggota Persit mengikuti Zoom Meeting bertema “Taman Asuh Sayang Anak dan Perawatan Pasca Persalinan untuk Ibu Bahagia dan Bayi Sehat.”
Kegiatan edukatif ini menghadirkan dokter spesialis obstetri dan ginekologi, Dr. Yoza Firdaoz, Sp.OG., Subs.FER, sebagai narasumber utama. Materi yang disampaikan menitikberatkan pada pentingnya perawatan komprehensif bagi ibu setelah melahirkan, sekaligus strategi pengasuhan berbasis kasih sayang demi memastikan tumbuh kembang bayi berlangsung optimal.
Dalam pemaparannya, Dr. Yoza menegaskan bahwa masa nifas merupakan fase krusial yang kerap terabaikan, padahal periode tersebut sangat menentukan kesehatan jangka panjang ibu maupun bayi. Perawatan fisik yang tepat, asupan nutrisi seimbang, serta dukungan psikologis dari keluarga menjadi faktor fundamental dalam mencegah komplikasi dan menjaga stabilitas emosional ibu.
“Pendampingan pasca persalinan bukan hanya soal pemulihan fisik, tetapi juga memastikan ibu merasa didukung, dihargai, dan tidak mengalami tekanan psikologis. Ibu yang bahagia akan melahirkan generasi yang sehat,” tegasnya.
Selain itu, konsep Taman Asuh Sayang Anak diperkenalkan sebagai pendekatan pengasuhan modern berbasis kedekatan emosional, stimulasi dini, dan komunikasi positif. Pendekatan ini diyakini mampu membentuk karakter anak sejak usia emas (golden age), sekaligus memperkuat bonding antara orang tua dan buah hati.
Partisipasi aktif Persit Cabang XXXIX dalam forum daring ini mencerminkan peran strategis organisasi sebagai pilar pendamping prajurit TNI AD. Tidak hanya mendukung tugas suami di lapangan, Persit juga mengambil peran penting dalam membangun fondasi keluarga yang sehat, harmonis, dan produktif.
Melalui pembekalan ini, para anggota Persit diharapkan mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari serta menjadi agen edukasi di lingkungan masing-masing. Upaya ini sejalan dengan visi besar pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang unggul, dimulai dari keluarga sebagai unit terkecil bangsa.
Investasi terbesar sebuah bangsa tidak hanya terletak pada pembangunan fisik, melainkan pada kualitas generasi penerusnya. Dari ibu yang sehat dan bahagia, lahirlah anak-anak yang cerdas, tangguh, dan berdaya saing tinggi.
(Redaksi Ganesha Abadi)
















