BANYUWANGI – Komitmen pelestarian warisan sejarah nasional kembali ditegaskan melalui kunjungan kerja Panitia Kerja (Panja) Pelestarian Cagar Budaya Komisi X DPR RI ke Kabupaten Banyuwangi. Dalam agenda pengawasan Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025–2026 tersebut, rombongan legislatif meninjau langsung Cagar Budaya Perumahan (Asrama) Ingrisan Kodim 0825/Banyuwangi.
Kunjungan yang berlangsung sejak pukul 10.45 hingga 16.10 WIB itu dipimpin Wakil Ketua Komisi X DPR RI, My Esti Wijayanti, bersama sejumlah anggota dewan. Kehadiran mereka dikawal dan difasilitasi oleh jajaran Kodim 0825/Banyuwangi, dengan Mayor Kav Suprapto mewakili Kasdim 0825/Banyuwangi dalam seluruh rangkaian kegiatan.
Sorotan Regulasi dan Anggaran
Rombongan tiba melalui Bandara Internasional Banyuwangi sebelum melaksanakan pertemuan strategis di Pendopo Sabha Swagata Blambangan. Forum tersebut dihadiri Bupati Banyuwangi Hj. Ipuk Fiestiandani, unsur Forkopimda, serta pemangku kepentingan sektor kebudayaan.
Dalam diskusi, Komisi X DPR RI menyoroti sejumlah tantangan serius pelestarian cagar budaya di daerah. Di antaranya keterbatasan regulasi teknis, lemahnya dukungan sumber daya manusia, hingga penurunan alokasi anggaran nasional sektor kebudayaan yang disebut mencapai lebih dari Rp1 triliun pada 2026.
Isu krusial lainnya adalah kebutuhan mendesak pembentukan dan sertifikasi Tenaga Ahli Cagar Budaya (TACB) di tingkat daerah guna memastikan proses penetapan, perlindungan, dan pemanfaatan cagar budaya berjalan sesuai standar profesional dan ketentuan hukum.
Komisi X menegaskan bahwa fungsi pengawasan DPR RI tidak berhenti pada evaluasi administratif, melainkan mendorong penguatan kebijakan nasional agar pelestarian cagar budaya benar-benar mendapat dukungan regulasi dan pembiayaan yang memadai.
Asrama Ingrisan: Jejak Sejarah di Kawasan Kodim
Agenda utama kunjungan difokuskan pada pengecekan langsung Asrama Ingrisan, bangunan bersejarah yang menjadi bagian dari jejak kolonial di Banyuwangi dan kini berada di kawasan Kodim 0825.
Mayor Kav Suprapto, mewakili Kasdim 0825/Banyuwangi, menyambut langsung rombongan serta memaparkan kondisi fisik, nilai historis, dan peran strategis bangunan tersebut dalam konteks sejarah lokal maupun nasional.
Keberadaan Asrama Ingrisan dinilai memiliki nilai penting sebagai bagian dari memori kolektif bangsa. Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan DPR RI menjadi faktor kunci dalam memastikan keberlanjutan pelestariannya.
Sinergi Strategis Lintas Lembaga
Kunjungan ini dipandang sebagai momentum memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menjaga identitas sejarah bangsa. Pelestarian cagar budaya bukan semata urusan administratif, melainkan investasi jangka panjang dalam membangun karakter dan kesadaran sejarah generasi mendatang.
Rangkaian kegiatan berakhir pada sore hari, dengan rombongan Komisi X DPR RI dijadwalkan kembali ke Jakarta melalui Bandara Banyuwangi pada Kamis (12/2/2026).
Pelestarian cagar budaya di Banyuwangi kini tidak hanya menjadi tanggung jawab daerah, tetapi juga perhatian serius pemerintah pusat — sebuah langkah konkret agar warisan sejarah tetap hidup, terawat, dan bermakna bagi Indonesia.
(Red)
















