• REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
GANESHA BWI
  • HOME
  • TRENDING
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLRI
  • TNI
  • PARLEMEN
  • PARIWISATA
  • PERISTIWA
  • PENDIDIKAN
  • WAWASAN NUSANTARA
No Result
View All Result
  • HOME
  • TRENDING
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLRI
  • TNI
  • PARLEMEN
  • PARIWISATA
  • PERISTIWA
  • PENDIDIKAN
  • WAWASAN NUSANTARA
No Result
View All Result
GANESHA BWI
No Result
View All Result
  • HOME
  • TRENDING
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLRI
  • TNI
  • PARLEMEN
  • PARIWISATA
  • PERISTIWA
  • PENDIDIKAN
  • WAWASAN NUSANTARA
Home DAERAH

Di Balik Predikat SPBE Tertinggi Nasional, Aktivis Banyuwangi Bongkar Kontradiksi Layanan Publik Masih Manual

Nur Kholis <span class="verified-badge"></span> by Nur Kholis
Januari 20, 2026
in DAERAH, TRENDING
0
LPLH-TN Layangkan Somasi Kedua kepada R Network, Soroti Dugaan Pelanggaran Tata Ruang dan Penggunaan Tiang PLN Tanpa Izin

Banyuwangi – Predikat Kabupaten Banyuwangi sebagai daerah dengan Indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) tertinggi nasional justru menuai kritik keras dari kalangan aktivis lingkungan dan pemerhati tata kelola pemerintahan. Klaim transformasi digital yang dinilai “memuaskan” tersebut dianggap tidak sepenuhnya mencerminkan realitas di lapangan.

Di Balik Predikat SPBE Tertinggi Nasional, Aktivis Banyuwangi Bongkar Kontradiksi Layanan Publik Masih Manual

Ketua LPLH-TN Banyuwangi, Rofiq Azmi, secara tegas mengecam adanya praktik administrasi pemerintahan yang masih dilakukan secara manual dan ditulis tangan, termasuk dalam hal tanda terima surat resmi, yang dinilai bertolak belakang dengan semangat SPBE.

“Ironis. Di satu sisi Banyuwangi dielu-elukan sebagai juara nasional SPBE, tetapi di sisi lain masyarakat masih menerima tanda terima surat tulisan tangan tanpa nomor registrasi elektronik. Ini kontradiksi serius,” tegas Rofiq Azmi.

Baca Juga  Pengajian Ibu-Ibu di Silirsari, Satgas TMMD 125 Perkuat Mental dan Spiritual Warga

SPBE Tinggi di Atas Kertas, Layanan Publik Dipertanyakan

Sebagaimana diberitakan, Banyuwangi memperoleh nilai 4,87 dari skala 5 dalam evaluasi SPBE KemenPAN-RB dan dinobatkan sebagai daerah terbaik nasional. Namun menurut Rofiq, nilai tinggi tersebut patut dikritisi secara objektif, terutama jika masih ditemukan praktik administrasi manual yang minim rekam jejak digital.

Aktivis menilai, keberhasilan SPBE seharusnya dirasakan langsung oleh masyarakat, bukan hanya tercermin dalam laporan evaluasi dan presentasi kebijakan.

“SPBE bukan lomba administrasi di atas kertas. Ukurannya adalah kepastian layanan publik, transparansi proses, dan kemudahan akses masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga  Jembatan TMMD 125 di Banyuwangi Resmi Diresmikan, Tingkatkan Akses Warga Pedesaan

Diduga Bertentangan dengan Regulasi Nasional

Praktik administrasi manual tersebut dinilai berpotensi bertentangan dengan sejumlah regulasi nasional, antara lain:

  • Perpres Nomor 95 Tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik
  • UU Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan
  • UU Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik

Dalam regulasi tersebut ditegaskan bahwa setiap proses administrasi pemerintahan wajib terdokumentasi secara tertib, akuntabel, transparan, dan dapat ditelusuri.

“Jika tanda terima surat saja tidak memiliki sistem digital, bagaimana publik bisa melacak proses, menguji akuntabilitas, atau melakukan pengawasan?” kata Rofiq.

Baca Juga  Dandim 0825/Banyuwangi Ikuti Vidcon Serapan Gabah, Dukung Ketahanan Pangan

Risiko Penyimpangan dan Lemahnya Pengawasan

Menurut aktivis, administrasi manual membuka celah serius terhadap:

  • Hilangnya dokumen
  • Pengaburan tanggal dan proses
  • Sulitnya audit dan evaluasi
  • Potensi penyalahgunaan kewenangan

Kondisi ini dinilai dapat menjadi temuan Inspektorat maupun BPK, sekaligus menurunkan kualitas implementasi SPBE secara substansial.

Baca Juga  Kodim 0825/Banyuwangi Gelar Upacara 17-an, Kasdim Tekankan Disiplin dan Jiwa Nasionalisme

Pertanyaan Kritis: Prestasi atau Sekadar Seremonial?

Rofiq juga mempertanyakan apakah predikat SPBE tinggi tersebut benar-benar mencerminkan implementasi menyeluruh atau hanya terbatas pada aplikasi unggulan tertentu seperti Portal Perlinsos dan Smart Kampung, sementara aspek administrasi dasar justru terabaikan.

“Apakah SPBE ini benar-benar merata hingga meja pelayanan paling bawah, atau hanya berhenti di aplikasi unggulan untuk laporan ke pusat?” sindirnya.

Ia menegaskan bahwa transformasi digital tidak boleh bersifat parsial dan kosmetik, melainkan harus menyentuh seluruh lini pelayanan, termasuk hal paling mendasar seperti administrasi surat-menyurat.

Tuntutan Perbaikan Nyata

LPLH-TN Banyuwangi mendesak agar:

  • Seluruh layanan administrasi wajib menggunakan sistem elektronik terintegrasi
  • Tanda terima surat dilengkapi nomor registrasi digital
  • Ada audit terbuka implementasi SPBE
  • Pemerintah daerah tidak sekadar mengejar indeks, tetapi kualitas layanan nyata

“SPBE sejati bukan soal skor 4,87, tapi soal keberanian berbenah dan konsistensi menjalankan tata kelola yang bersih,” pungkas Rofiq.

Predikat nasional seharusnya menjadi cermin evaluasi, bukan tameng dari kritik publik. Tanpa pembenahan nyata di lapangan, gelar SPBE tertinggi dikhawatirkan hanya menjadi prestasi administratif yang hampa makna bagi masyarakat.

(Red)

Post Views: 461
Konsultasikan sekarang‼️
Tags: Aktivis Banyuwangi Bongkar Kontradiksi Layanan Publik Masih ManualDi Balik Predikat SPBE Tertinggi Nasional
Previous Post

Hujan Deras Tak Surutkan Dedikasi Prajurit, Kodim 0825 Banyuwangi Gelar Upacara 17-an dengan Khidmat

Next Post

SPPG Banyuwangi Singojuruh Disorot Tajam, Diduga Langgar Tata Kelola Gizi hingga Berdiri di Atas Sempadan Sungai

Nur Kholis <span class="verified-badge"></span>

Nur Kholis <span class="verified-badge"></span>

Berani Tajam Sesuai Data Mengungkap Fakta Sesuai Kejadian dilapangan

Next Post
SPPG Banyuwangi Singojuruh Disorot Tajam, Diduga Langgar Tata Kelola Gizi hingga Berdiri di Atas Sempadan Sungai

SPPG Banyuwangi Singojuruh Disorot Tajam, Diduga Langgar Tata Kelola Gizi hingga Berdiri di Atas Sempadan Sungai

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected test

  • 23.9k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
IPHI Jawa Timur Gelar Sertifikasi Pembimbing Manasik Haji Profesional Angkatan Ketiga

IPHI Jawa Timur Gelar Sertifikasi Pembimbing Manasik Haji Profesional Angkatan Ketiga

Agustus 24, 2025
Siswa SMK Negeri 1 Glagah Hilang Saat PKL di Kapal Penangkap Ikan, Publik Desak Transparansi, Kepastian Hukum dan Keadilan

Siswa SMK Negeri 1 Glagah Hilang Saat PKL di Kapal Penangkap Ikan, Publik Desak Transparansi, Kepastian Hukum dan Keadilan

Februari 14, 2026
Ketua Komunitas Sadar Hukum Banyuwangi Mengecam Pelayanan SMA Negeri 1 Muncar dan Akan Jadikan Percontohan Laporan Dugaan Pungli Pendidikan Banyuwangi

Ketua Komunitas Sadar Hukum Banyuwangi Mengecam Pelayanan SMA Negeri 1 Muncar dan Akan Jadikan Percontohan Laporan Dugaan Pungli Pendidikan Banyuwangi

Juli 17, 2025
SMP Darussyfa'ah dan MA Raudhatut Tholabah Genteng Tahan Ijazah Siswa

SMP Darussyfa’ah dan MA Raudhatut Tholabah Genteng Tahan Ijazah Siswa

Desember 20, 2024
Banyuwangi Larang Study Tour, Sekolah Diminta Rayakan Kelulusan secara Edukatif dan Bermakna

Banyuwangi Larang Study Tour, Sekolah Diminta Rayakan Kelulusan secara Edukatif dan Bermakna

1
Polsek Tegaldlimo Peringati Maulid Nabi dengan Doa Bersama dan Santunan Anak Yatim

Polsek Tegaldlimo Peringati Maulid Nabi dengan Doa Bersama dan Santunan Anak Yatim

1
Dandim 0825/Banyuwangi Berikan Penghargaan Prajurit Berprestasi

Dandim 0825/Banyuwangi Berikan Penghargaan Prajurit Berprestasi

0
Kodim 0825 Banyuwangi Rayakan HUT Korpri ke-53 dengan Tasyakuran dan Santunan Anak Yatim

Kodim 0825 Banyuwangi Rayakan HUT Korpri ke-53 dengan Tasyakuran dan Santunan Anak Yatim

0
JANGAN JADIKAN DEMONSTRASI SEBAGAI KAMBING HITAM: BUPATI SITUBONDO DIMINTA BIJAK SIKAPI KONFLIK BOSOWA DAN GANGGUAN LPG

JANGAN JADIKAN DEMONSTRASI SEBAGAI KAMBING HITAM: BUPATI SITUBONDO DIMINTA BIJAK SIKAPI KONFLIK BOSOWA DAN GANGGUAN LPG

September 7, 2026
DUGAAN PELECEHAN PROFESI WARTAWAN: REDAKSI MEDIA NASIONAL GANESHA ABADI TEMPUH JALUR HUKUM, KUHP BARU DAN UU PERS JADI RUJUKAN

DUGAAN PELECEHAN PROFESI WARTAWAN: REDAKSI MEDIA NASIONAL GANESHA ABADI TEMPUH JALUR HUKUM, KUHP BARU DAN UU PERS JADI RUJUKAN

Agustus 21, 2026
DIDUGA LECEHKAN PROFESI WARTAWAN, PENGUSAHA WIFI ALVN DI GENTENG BANYUWANGI DISOROT:

DIDUGA LECEHKAN PROFESI WARTAWAN, PENGUSAHA WIFI ALVN DI GENTENG BANYUWANGI DISOROT:

Agustus 21, 2026
KLARIFIKASI SPBU 54.684.19 SEMPU: PRADUGA PENYALAHGUNAAN BBM SUBSIDI KEMBALI DISOROT, PENGAWAS PAPARKAN MEKANISME PENGAWASAN

KLARIFIKASI SPBU 54.684.19 SEMPU: PRADUGA PENYALAHGUNAAN BBM SUBSIDI KEMBALI DISOROT, PENGAWAS PAPARKAN MEKANISME PENGAWASAN

Agustus 17, 2026

Recent News

JANGAN JADIKAN DEMONSTRASI SEBAGAI KAMBING HITAM: BUPATI SITUBONDO DIMINTA BIJAK SIKAPI KONFLIK BOSOWA DAN GANGGUAN LPG

JANGAN JADIKAN DEMONSTRASI SEBAGAI KAMBING HITAM: BUPATI SITUBONDO DIMINTA BIJAK SIKAPI KONFLIK BOSOWA DAN GANGGUAN LPG

September 7, 2026
DUGAAN PELECEHAN PROFESI WARTAWAN: REDAKSI MEDIA NASIONAL GANESHA ABADI TEMPUH JALUR HUKUM, KUHP BARU DAN UU PERS JADI RUJUKAN

DUGAAN PELECEHAN PROFESI WARTAWAN: REDAKSI MEDIA NASIONAL GANESHA ABADI TEMPUH JALUR HUKUM, KUHP BARU DAN UU PERS JADI RUJUKAN

Agustus 21, 2026
DIDUGA LECEHKAN PROFESI WARTAWAN, PENGUSAHA WIFI ALVN DI GENTENG BANYUWANGI DISOROT:

DIDUGA LECEHKAN PROFESI WARTAWAN, PENGUSAHA WIFI ALVN DI GENTENG BANYUWANGI DISOROT:

Agustus 21, 2026
KLARIFIKASI SPBU 54.684.19 SEMPU: PRADUGA PENYALAHGUNAAN BBM SUBSIDI KEMBALI DISOROT, PENGAWAS PAPARKAN MEKANISME PENGAWASAN

KLARIFIKASI SPBU 54.684.19 SEMPU: PRADUGA PENYALAHGUNAAN BBM SUBSIDI KEMBALI DISOROT, PENGAWAS PAPARKAN MEKANISME PENGAWASAN

Agustus 17, 2026

Browse by Category

  • DAERAH
  • HUKUM
  • NASIONAL
  • NEWS
  • PARIWISATA
  • PARLEMEN
  • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • POLRI
  • SENI BUDAYA
  • SOSIAL
  • TNI
  • TRENDING
  • WAWASAN NUSANTARA

Recent News

JANGAN JADIKAN DEMONSTRASI SEBAGAI KAMBING HITAM: BUPATI SITUBONDO DIMINTA BIJAK SIKAPI KONFLIK BOSOWA DAN GANGGUAN LPG

JANGAN JADIKAN DEMONSTRASI SEBAGAI KAMBING HITAM: BUPATI SITUBONDO DIMINTA BIJAK SIKAPI KONFLIK BOSOWA DAN GANGGUAN LPG

September 7, 2026
DUGAAN PELECEHAN PROFESI WARTAWAN: REDAKSI MEDIA NASIONAL GANESHA ABADI TEMPUH JALUR HUKUM, KUHP BARU DAN UU PERS JADI RUJUKAN

DUGAAN PELECEHAN PROFESI WARTAWAN: REDAKSI MEDIA NASIONAL GANESHA ABADI TEMPUH JALUR HUKUM, KUHP BARU DAN UU PERS JADI RUJUKAN

Agustus 21, 2026
  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik

Hak Cipta ganeshabwi.com © 2024

No Result
View All Result

Hak Cipta ganeshabwi.com © 2024