BANYUWANGI – Menjelang momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) memasuki Bulan Suci Ramadhan 2026, Perum BULOG Kantor Cabang Banyuwangi bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengintensifkan langkah stabilisasi harga melalui program Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak Nasional.
Kegiatan yang dipusatkan di Lapangan Kalipuro, Banyuwangi, ini menjadi bagian dari strategi nasional dalam menjaga daya beli masyarakat serta mengantisipasi lonjakan harga kebutuhan pokok menjelang hari besar keagamaan. Ribuan warga tampak memanfaatkan momentum tersebut untuk memperoleh bahan pangan pokok dengan harga terjangkau dan kualitas terjamin.
Operasi Pasar Masif Hingga 25 Kecamatan
Tak hanya terfokus pada satu titik, BULOG Banyuwangi memperluas intervensi pasar dengan menggandeng Dinas Koperasi, Industri, Usaha Mikro, dan Perdagangan Kabupaten Banyuwangi. Kolaborasi ini melahirkan Operasi Pasar Murah yang digelar secara maraton di 25 kecamatan se-Kabupaten Banyuwangi.
Program berlangsung mulai 8 Februari hingga 16 Maret 2026, mencakup periode krusial jelang Imlek hingga awal Ramadan. Langkah ini dinilai strategis untuk memastikan distribusi pangan merata dan harga tetap terkendali di seluruh wilayah.
Komoditas Strategis dengan Harga Terjangkau
Dalam pelaksanaan GPM, sejumlah komoditas utama menjadi fokus penjualan, antara lain:
- Beras Medium SPHP
- Beras Premium Be Food
- Gula Kristal Putih
- Minyakita
Seluruh komoditas tersebut disiapkan dengan skema harga intervensi pemerintah guna menekan potensi gejolak pasar sekaligus melindungi konsumen dari spekulasi harga.
Stok Cadangan 95 Ribu Ton, Masyarakat Diminta Tidak Panic Buying
Pimpinan Cabang BULOG Banyuwangi menegaskan bahwa ketersediaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di gudang BULOG saat ini mencapai 95 ribu ton. Jumlah tersebut dinilai sangat memadai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Banyuwangi hingga memasuki Ramadan.
“Kami pastikan stok dalam kondisi aman dan terkendali. Tidak ada alasan bagi masyarakat untuk melakukan pembelian berlebihan. Distribusi berjalan lancar dan pasokan terjamin,” tegasnya.
Dengan penguatan stok serta operasi pasar yang dilakukan secara sistematis, BULOG optimistis stabilitas harga pangan di Banyuwangi tetap terjaga. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya pengendalian inflasi daerah agar tetap dalam koridor aman menjelang momentum keagamaan besar.
Gerakan Pangan Murah bukan sekadar agenda seremonial, melainkan wujud konkret kehadiran negara dalam menjamin ketahanan pangan dan perlindungan konsumen. Banyuwangi menjadi salah satu daerah yang menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga keseimbangan pasokan, harga, dan daya beli masyarakat.
(Redaksi – Media Nasional Ganesha Abadi)
















