BANYUWANGI – Komitmen menjaga lingkungan dan mencegah potensi bencana kembali ditunjukkan jajaran TNI bersama pemerintah desa dan masyarakat. Babinsa Desa Kendalrejo, Koramil 0825/09 Tegaldlimo, Kodim 0825/Banyuwangi, menggelar kerja bhakti massal membersihkan aliran Sungai Paluagung di Desa Kendalrejo, Kecamatan Tegaldlimo, Rabu pagi (18/02/2026).
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 06.00 WIB tersebut melibatkan Pemerintah Desa Kendalrejo, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta warga Dusun Pandanrejo. Aksi gotong royong difokuskan pada pengangkatan sampah domestik, kayu-kayu yang tersangkut di bantaran sungai, serta pengerukan sedimen yang menghambat kelancaran arus air.
Langkah ini dinilai strategis mengingat Sungai Paluagung menjadi jalur utama drainase kawasan. Jika terjadi penyumbatan, potensi luapan air saat hujan deras sangat mungkin terjadi dan mengancam permukiman warga.
Kepala Desa Kendalrejo, Jaini Mustofa, menegaskan bahwa kerja bhakti ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk kewaspadaan kolektif menghadapi musim penghujan.
“Kegiatan pagi ini adalah bentuk kewaspadaan kita bersama. Sungai Paluagung merupakan urat nadi drainase di wilayah kami, sehingga kebersihannya adalah harga mati untuk memastikan warga bisa tidur tenang saat hujan lebat. Saya sangat mengapresiasi kekompakan warga dan dukungan penuh dari TNI-Polri,” ujarnya.
Sementara itu, Babinsa Desa Kendalrejo, Serda A. Yayad Hidayat, menekankan bahwa kehadiran TNI di tengah masyarakat merupakan wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat.
“Kami hadir untuk memastikan kemanunggalan TNI dengan rakyat benar-benar dirasakan. Selain menjaga keamanan, tugas kami adalah membantu mitigasi bencana. Dengan sungai yang bersih, kita sudah melakukan satu langkah besar dalam menyelamatkan lingkungan dari ancaman banjir,” tegasnya.
Kerja bhakti ini juga menjadi pesan moral bagi masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan ke sungai. Kesadaran kolektif dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga ekosistem sekaligus meminimalkan risiko bencana hidrometeorologi.
Melalui sinergi antara TNI, Polri, pemerintah desa, dan warga, Desa Kendalrejo menunjukkan bahwa pencegahan bencana tidak harus menunggu instruksi formal. Aksi nyata di lapangan menjadi bukti bahwa gotong royong masih menjadi kekuatan utama dalam menjaga lingkungan dan keselamatan bersama.
(Red/Media Nasional Ganesha Abadi)
















