BANYUWANGI – Revitalisasi Pasar Induk Banyuwangi menjadi salah satu tonggak penting dalam penguatan ekonomi kerakyatan di Kabupaten Banyuwangi. Kehadiran Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming dalam meninjau langsung hasil pembangunan pasar tersebut menjadi sinyal kuat bahwa program strategis di Banyuwangi memperoleh perhatian pemerintah pusat sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat daya saing perdagangan rakyat di tingkat nasional.
Di balik terealisasinya proyek strategis tersebut, sinergi antara Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dan DPRD Kabupaten Banyuwangi dinilai menjadi faktor penting dalam memastikan berbagai program pembangunan berjalan sesuai arah kebijakan daerah, kebutuhan masyarakat, serta prinsip tata kelola pemerintahan yang akuntabel.
Sebagai lembaga yang menjalankan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan, DPRD Banyuwangi memiliki peran strategis dalam mengawal kebijakan pembangunan agar setiap program benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Dukungan terhadap pembangunan infrastruktur publik, termasuk sektor perdagangan rakyat, menjadi bagian dari komitmen menghadirkan pelayanan yang lebih baik sekaligus memperkuat fondasi ekonomi daerah.
Kunjungan Wakil Presiden ke Pasar Induk Banyuwangi semakin mempertegas bahwa pasar tradisional tidak hanya dipandang sebagai pusat transaksi ekonomi, tetapi juga sebagai ruang tumbuhnya UMKM, penggerak ekonomi lokal, serta simbol ketahanan ekonomi masyarakat.
Pasar yang direvitalisasi sejak Oktober 2024 hingga akhir Desember 2025 kini hadir dengan konsep yang lebih modern, tertata, aman, dan nyaman. Bangunan dua lantai dengan ratusan kios dan los diharapkan mampu meningkatkan aktivitas perdagangan sekaligus memberikan ruang usaha yang lebih representatif bagi para pedagang.
Yang menjadi nilai lebih dari pembangunan tersebut adalah tetap dipertahankannya unsur sejarah kawasan. Fasad depan bertuliskan “Pasar Banyuwangi” yang memiliki nilai historis tetap dipertahankan, sementara sentuhan arsitektur lokal melalui penggunaan ornamen khas Banyuwangi memperkuat identitas budaya daerah.
Konsep pembangunan yang memadukan modernisasi dengan pelestarian budaya dinilai menjadi contoh bagaimana pembangunan tidak harus menghilangkan nilai sejarah. Sebaliknya, identitas lokal justru menjadi kekuatan yang memberikan karakter tersendiri bagi kawasan perdagangan di Banyuwangi.
Momentum kunjungan Wakil Presiden juga menjadi pengingat bahwa keberhasilan pembangunan tidak berhenti pada berdirinya bangunan fisik. Pengelolaan yang profesional, transparan, tertib, dan berpihak kepada pedagang menjadi kunci agar manfaat revitalisasi benar-benar dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
Dalam konteks tersebut, DPRD Banyuwangi diharapkan terus menjalankan fungsi pengawasan secara konstruktif terhadap implementasi berbagai program strategis daerah, mulai dari pengelolaan pasar, peningkatan pelayanan publik, pemberdayaan UMKM, hingga optimalisasi penggunaan anggaran daerah agar tepat sasaran dan memberikan nilai tambah bagi kesejahteraan masyarakat.
Sinergi yang terbangun antara DPRD Banyuwangi, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, serta dukungan pemerintah pusat menjadi modal penting dalam menjaga keberlanjutan pembangunan. Kolaborasi antarlembaga tersebut diyakini mampu mempercepat pemerataan pembangunan sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan pemerintahan yang efektif dan akuntabel.
Kehadiran Wakil Presiden RI bersama jajaran pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi pada peninjauan revitalisasi Pasar Induk Banyuwangi bukan sekadar agenda seremonial. Momen tersebut menjadi simbol bahwa pembangunan daerah yang dirancang secara terukur, diawasi dengan baik, serta didukung kolaborasi seluruh pemangku kepentingan akan memperoleh kepercayaan di tingkat nasional.
Ke depan, DPRD Banyuwangi diharapkan terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah daerah melalui fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan yang berpihak kepada kepentingan masyarakat. Dengan sinergi yang semakin solid, pembangunan infrastruktur, penguatan ekonomi kerakyatan, peningkatan kesejahteraan pedagang, dan pemberdayaan UMKM diyakini akan menjadi fondasi kokoh bagi terwujudnya Banyuwangi yang semakin maju, kompetitif, dan berdaya saing.
Redaksi Media Nasional Ganesha Abadi
“Mengabarkan Fakta, Mengawal Pembangunan, Menjadi Referensi Bangsa.”
















