BANYUWANGI – Kabupaten Banyuwangi kembali mencatatkan capaian positif dalam pembangunan infrastruktur publik. Revitalisasi Pasar Banyuwangi yang kini tampil modern, representatif, dan mengedepankan identitas budaya lokal mendapat apresiasi langsung dari Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming, saat melakukan kunjungan kerja ke Banyuwangi.
Peninjauan tersebut tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi juga menunjukkan perhatian pemerintah pusat terhadap kualitas pembangunan fasilitas publik yang diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan, meningkatkan kesejahteraan pedagang, sekaligus memperkuat daya saing daerah.
Dalam kunjungan itu, Wapres didampingi Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, serta jajaran kementerian dan pemerintah daerah. Wapres meninjau langsung kondisi bangunan, fasilitas perdagangan, kios, los, hingga sarana pendukung lainnya sembari berdialog dengan para pedagang yang akan segera menempati pasar baru tersebut.
“Selamat, ya, pasarnya sudah bagus. Semoga tambah ramai,” ujar Wapres Gibran kepada para pedagang.
Apresiasi tersebut menjadi indikator bahwa pembangunan Pasar Banyuwangi dinilai berhasil memadukan fungsi ekonomi, pelayanan publik, dan pelestarian budaya dalam satu kawasan perdagangan modern. Arsitektur pasar yang mengangkat ornamen budaya Osing dipadukan dengan konsep bangunan semi terbuka menciptakan ruang perdagangan yang sehat, nyaman, hemat energi, dan memiliki nilai estetika tinggi.
Menurut Wapres, konsep tersebut menjadikan Pasar Banyuwangi memiliki karakter yang berbeda dibanding sejumlah pasar hasil revitalisasi di berbagai daerah.
Meski demikian, Wapres juga memberikan sejumlah masukan teknis agar kualitas pembangunan semakin optimal, seperti penyempurnaan instalasi kabel, penataan detail bangunan, serta pembersihan seluruh area sebelum dilakukan serah terima kepada Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.
Pembangunan Pasar Banyuwangi yang menelan anggaran sekitar Rp152 miliar dari Kementerian Pekerjaan Umum menjadi contoh nyata kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam menghadirkan infrastruktur yang berpihak kepada masyarakat.
Di tingkat daerah, keberhasilan pembangunan tersebut juga tidak terlepas dari pentingnya sinergi antara eksekutif dan DPRD Kabupaten Banyuwangi. Melalui fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan, DPRD memiliki peran strategis dalam mendukung kebijakan pembangunan daerah agar berjalan sesuai perencanaan, tepat sasaran, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.
Kolaborasi yang harmonis antara Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dan DPRD menjadi salah satu fondasi penting dalam menjaga kesinambungan pembangunan daerah, termasuk penguatan sektor perdagangan, pemberdayaan UMKM, peningkatan pelayanan publik, hingga penciptaan ruang ekonomi baru yang mampu mendorong pertumbuhan investasi dan penyerapan tenaga kerja.
Pasar Banyuwangi dibangun di atas lahan sekitar 10.600 meter persegi dengan dua bangunan utama yang menampung 397 kios dan 356 los. Kawasan perdagangan tersebut dibagi ke dalam zona pasar basah, pasar kering, dan sentra kuliner sehingga aktivitas perdagangan menjadi lebih tertata, nyaman, higienis, dan mudah diakses masyarakat.
Bupati Ipuk Fiestiandani menegaskan bahwa pasar tersebut tidak hanya diproyeksikan sebagai pusat transaksi ekonomi, tetapi juga dikembangkan menjadi pasar wisata yang mengintegrasikan perdagangan, budaya, serta ekonomi kreatif. Konsep ini diharapkan mampu menarik kunjungan masyarakat maupun wisatawan, sekaligus membuka peluang baru bagi pelaku UMKM lokal untuk berkembang.
Selain menjadi pusat perdagangan, kawasan pasar dirancang sebagai ruang publik yang dapat dimanfaatkan untuk penyelenggaraan promosi produk lokal, festival budaya, pameran UMKM, hingga berbagai agenda ekonomi kreatif yang memperkuat identitas Banyuwangi sebagai daerah tujuan wisata nasional.
Sementara itu, Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Jawa Timur, I Gusti Agung Aris Wibawa, menyampaikan bahwa pembangunan fisik pasar telah mencapai 100 persen dan saat ini memasuki masa pemeliharaan. Seluruh arahan Wakil Presiden akan segera ditindaklanjuti agar proses serah terima kepada Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dapat berlangsung dalam kondisi optimal.
Setelah seluruh tahapan administrasi selesai, para pedagang akan dipindahkan dari lokasi relokasi menuju bangunan pasar baru sehingga aktivitas ekonomi dapat berjalan dengan fasilitas yang lebih layak, aman, dan representatif.
Apresiasi Wakil Presiden terhadap Pasar Banyuwangi menjadi dorongan moral bagi seluruh pemangku kepentingan untuk terus menjaga kualitas pembangunan daerah. Ke depan, sinergi antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, DPRD Banyuwangi, serta seluruh elemen masyarakat diharapkan semakin kuat dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan, meningkatkan kesejahteraan rakyat, dan memperkokoh posisi Banyuwangi sebagai salah satu daerah dengan inovasi pelayanan publik dan pembangunan infrastruktur yang kompetitif di tingkat nasional.
(Redaksi Media Nasional Ganesha Abadi)
“Menyajikan Informasi Akurat, Berimbang, Berintegritas, Mengawal Pembangunan Daerah, serta Mendorong Transparansi dan Kemajuan Indonesia.”
















